Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Senin, 12 Januari 2026 | 14:57 WIB
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
Sejummlah rumah warga di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, kebanjiran pada Senin (12/1/2026). (Suara.com/Adiyiga)
baca 10 detik
  • Banjir masih melanda Cilandak Timur pada Senin (12/1/2026) meskipun tanggul baru selesai dibangun Desember 2025.
  • Tanggul mampu menahan luapan langsung Kali Krukut, namun air tetap masuk melalui celah drainase, menyebabkan genangan lebih lambat surut.
  • Warga bingung mengenai solusi pembuangan air genangan karena dinas terkait belum memiliki skema teknis yang efektif.

Suara.com - Langit mendung masih menggelayuti kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, saat genagan pun masih mengepung beberapa permukiman warga pada Senin (12/1/2026).

Di tengah genangan yang belum sepenuhnya surut, seorang warga bernama Ali sedikit berbagi kisah tentang bagaimana deretan tembok kokoh seharusnya menjadi pelindung rumah warga dari luapan Kali Krukut.

Tanggul yang berdiri tegak di belakang pemukiman itu rupanya baru saja selesai dikerjakan pada pengujung tahun lalu.

"Finishing kemarin bulan Desember 2025," ujar Ali, menceritakan waktu selesainya pembangunan proyek tersebut kepada awak media di lokasi.

Meski sudah ada pembatas beton, kenyataan pahit harus diterima warga karena air tetap merangsek masuk ke lingkungan tempat tinggal mereka.

Namun, Ali tak menampik bahwa ada sedikit perbedaan yang ia rasakan sejak tembok itu berdiri dibandingkan dengan banjir-banjir sebelumnya.

"Air tuh biasanya limpas dari belakang, nah ini kebentur sama tembok, jadinya nggak langsung gitu, mentok tanggul dulu," ucapnya.

Hanya saja, keberadaan tanggul belum menjadi solusi sakti lantaran air justru mencari celah lain melalui saluran drainase yang terhubung ke sungai.

Bukannya terbendung, aliran air sungai yang meluap justru masuk melalui lubang pembuangan dan berputar di area permukiman warga.

baca juga

"Eh, jadi ini kali kan muter itu. Nah sebelah sana itu ada got lagi, ada got yang tembus ke kali lagi. Nah, itu kayaknya air masuknya dari situ malahan. Jadi di sini muter aja gitu, balik lagi ke arah sini. Jadi nggak masuk langsung dari kali," jelas Ali dengan nada getir.

Volume air sungai yang sudah terlampau penuh, kata Ali, membuat hukum alam tidak bisa dihindari lagi oleh warga sekitar.

"Ya volume airnya udah penuh di kalinya, jadi ya kan air tetep nyari tempat yang terendah gitu ya," kata dia.

Bagi warga setempat, kondisi geografis Cilandak Timur yang menyerupai cekungan memang menjadi tantangan tersendisri yang sulit dipecahkan.

"Ya gimana ya, karena ini dari dulu emang daerah-daerah kubangan air gitu ya. Jadi, solusinya gimana, ya paling bisa begini aja udah," tutur Ali pasrah.

Beruntung bagi Ali pada banjir kali ini, air belum sempat menjamah bagian dalam rumahnya sebelum kembali menyusut.

Kondisi ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan peristiwa banjir besar yang sempat melanda kawasan tersebut pada bulan Desember lalu, sebelum adanya tanggul baru.

Sejummlah rumah warga di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, kebanjiran pada Senin (12/1/2026). (Suara.com/Adiyiga)
Sejummlah rumah warga di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, kebanjiran pada Senin (12/1/2026). (Suara.com/Adiyiga)

"Kalau kemarin itu sempet masuk, kira-kira 50 centimeter lah di dalem rumah," kenangnya.

Walaupun tembok tersebut mampu menahan terjangan air secara langsung ke rumahnya, Ali merasakan adanya dampak negatif yang kini menghantui.

"Sekarang kehalang tembok dulu jadinya, surutnya lebih lambat," keluhnya.

Kebingungan kini menyelimuti benak warga karena dinas terkait dianggap belum memiliki skema pembuangan air genangan yang matang.

"Iya bingung juga. Jadi ini kayak solusinya mau disedot apa mau gimana gitu, kan jadi bingung ini. Disedot juga alirannya ke mana airnya, dari tadi juga mikirin aja. Disedot percuma, di sananya belum siap untuk itu gitu," pungkas Ali.

Kini, warga hanya bisa menaruh harapan besar pada kebijakan pemerintah agar ada langkah teknis yang lebih efektif selain sekadar membangun tembok raksasa.

"Ya harapannya biar nggak kebanjiran, mungkin apa ya, ya gimana caranya biar air itu nggak limpas ke perkampungan gitu aja. Gimana dengan solusi apa pemerintah gitu," tutup Ali penuh harap.

Total, ada 3 RT yang sampai siang ini masih tergenang banjir di kawasan Cilandak Timur, meski tinggi air berangsur surut.

Selain di Cilandak Timur, masih ada 19 RT lain di wilayah Jakarta Selatan yang juga tengah berjibaku dengan luapan Kali Krukut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji

Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 14:53 WIB

Tips Menghindari Beli Motor Bekas Kena Banjir Rob, Cek Dulu 5 Bagian Berikut

Tips Menghindari Beli Motor Bekas Kena Banjir Rob, Cek Dulu 5 Bagian Berikut

Otomotif | Senin, 12 Januari 2026 | 14:40 WIB

Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir

Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 14:36 WIB

Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor

Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor

News | Senin, 12 Januari 2026 | 14:14 WIB

Banjir Arteri, Polisi Izinkan Sepeda Motor Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31

Banjir Arteri, Polisi Izinkan Sepeda Motor Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31

News | Senin, 12 Januari 2026 | 12:28 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×