PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 13 Januari 2026 | 13:32 WIB
PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?
Ilustrasi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto. [Suara.com/Rendra]
baca 10 detik
  • PDI Perjuangan resmi memilih posisi sebagai 'Partai Penyeimbang' di luar pemerintahan.
  • Posisi ini bukan oposisi keras, melainkan mengawal kebijakan pro-rakyat.
  • Sikap ini terbukti dengan menolak wacana Pilkada via DPRD.

Suara.com - Di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, PDI Perjuangan menebalkan garis politiknya. Selama tiga hari, dari 10 hingga 12 Januari 2026, ribuan kader berkumpul dalam Rapat Kerja Nasional atau Rakernas I, dan hasilnya tegas; partai berlambang banteng moncong putih itu memilih jalan sebagai 'Partai Penyeimbang.'

NARASI kuat ini tertuang dalam poin ke-4 rekomendasi eksternal Rakernas, yang menegaskan posisi PDIP untuk "mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, dan berorientasi pada sebesar-besarnya kesejahteraan Rakyat."

Lantas, apa sebenarnya makna di balik istilah ini? Apakah ini sekadar sikap abu-abu?

Di hadapan ribuan kader, Ketua DPP PDIP Bidang Politik, Puan Maharani, membeberkan makna di balik posisi baru partainya. Menurutnya, menjadi penyeimbang adalah peran aktif untuk mengawal agar pemerintahan berjalan sesuai konstitusi dan kepentingan rakyat.

"Posisi sebagai partai politik penyeimbang bukanlah posisi pasif, apalagi sekadar menunggu keadaan," kata Puan.

Ia menegaskan, PDIP akan mendukung setiap kebijakan negara yang pro-rakyat, tetapi juga berkewajiban mengingatkan ketika kekuasaan mulai menjauh dari nilai keadilan sosial dan demokrasi.

“Inilah watak PDI Perjuangan sejak awal: yaitu setia pada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” tegas cucu Bung Karno ini.

Infografis sikap politik PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto. [Suara.com/Rochmat]
Infografis sikap politik PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto. [Suara.com/Rendra]

Penyeimbang atau Oposisi yang Lebih 'Soft'?

Jika didengar sekilas, fungsi penyeimbang terdengar mirip dengan oposisi. Namun, menurut Peneliti Senior BRIN, Lili Romli, ada nuansa yang berbeda, terutama jika dibandingkan dengan sikap PDIP di era pemerintahan SBY yang cenderung keras.

baca juga

"Saya tidak tahu kenapa seperti itu. Padahal PDIP pernah menempatkan sebagai partai oposisi pada pemerintahan SBY di mana tampil terdepan dan keras dalam memberikan kritik," kata Lili.

Ia menduga, istilah 'penyeimbang' dipilih karena adanya kedekatan personal antara Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, sebagai partai yang kalah dalam Pilpres 2024, PDIP menjunjung fatsun politik untuk berada di luar pemerintahan.

Lili memprediksi, kritik yang akan dilontarkan PDIP kali ini akan lebih soft.

"Kalau pun nanti ada kritik, mungkin disampaikan dengan cara yang soft, tidak segarang dulu waktu zaman SBY," tuturnya.

Megawati: Ini Keputusan Ideologis, Bukan Abu-abu

Megawati Soekarnoputri, sang nahkoda partai, menepis anggapan bahwa posisi ini adalah sikap abu-abu. Di hadapan ribuan kadernya, ia menegaskan bahwa pilihan ini adalah keputusan ideologis.

"Kita secara sadar dan bertanggung jawab memilih posisi sebagai kekuatan penyeimbang kekuasaan negara. Ini bukan sikap netral. Ini bukan posisi abu-abu. Ini adalah keputusan ideologis,” kata Megawati.

Presiden ke-5 RI ini menekankan bahwa peran penyeimbang bukanlah untuk merusak, melainkan untuk memastikan negara tetap berjalan di atas rel Pancasila dan UUD 1945.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026) untuk mengikuti pelaksanaan hari ketiga Rakernas I. (Suara.com/Bagaskara)
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026) untuk mengikuti pelaksanaan hari ketiga Rakernas I. (Suara.com/Bagaskara)

Ujian Pertama: Menolak Pilkada via DPRD

Peran sebagai penyeimbang langsung diuji dalam peta politik terkini. Di saat mayoritas partai pendukung pemerintah mewacanakan Pilkada dikembalikan ke DPRD, PDIP mengambil sikap yang berbeda dan keras: menolak.

Sikap ini, menurut Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia, menambah konsistensi PDIP di luar pemerintahan.

"PDIP sejak era SBY sudah menunjukkan sikap yang mandiri," kata Dedi.

Ia menilai, sebagai penyeimbang, PDIP justru berpotensi besar meraih simpati dari kelompok masyarakat yang kontra terhadap kekuasaan.

Sendirian di Parlemen, Tak Gentar Berdialog

Sikap tegas menolak Pilkada via DPRD berpotensi membuat PDIP berjuang sendirian di parlemen. Namun, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa kesendirian itu akan diisi dengan ruang-ruang dialog.

"Sangat benar kalau dikatakan kami sendirian. Karena kami membangun komunikasi," kata Hasto.

Menurutnya, fungsi penyeimbang justru terletak pada dialog yang berbasis data dan argumen, bukan sekadar konfrontasi.

"Penyeimbang itu ada dialog. Dan itu sehat di dalam demokrasi," sambungnya.

Pada intinya, kata Hasto, PDIP ingin rakyat tetap berdaulat, dan itulah mengapa peran penyeimbang menjadi krusial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Reses, 294 Anggota DPR Hadiri Rapat Paripurna Perdana Tahun 2026

Usai Reses, 294 Anggota DPR Hadiri Rapat Paripurna Perdana Tahun 2026

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:03 WIB

Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen

Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 07:11 WIB

Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal

Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal

News | Senin, 12 Januari 2026 | 21:49 WIB

Terkini

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

News | Senin, 02 November 2026 | 11:02 WIB

Bukan Sekadar Lahan Pertanian, Terasering Sawah Gowa Disulap Jadi Destinasi Wisata

Bukan Sekadar Lahan Pertanian, Terasering Sawah Gowa Disulap Jadi Destinasi Wisata

Foto | Senin, 02 November 2026 | 11:00 WIB

Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer

Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:00 WIB

Minta Kubu Gibran Tak Takut Wacana Pemakzulan, Pakar: Proses di DPR Justru Bikin Terang Benderang

Minta Kubu Gibran Tak Takut Wacana Pemakzulan, Pakar: Proses di DPR Justru Bikin Terang Benderang

News | Senin, 02 November 2026 | 10:56 WIB

Banjir dan Longsor di Sejumlah Desa di Trenggalek, Kemensos Salurkan Bantuan Logistik

Banjir dan Longsor di Sejumlah Desa di Trenggalek, Kemensos Salurkan Bantuan Logistik

News | Senin, 02 November 2026 | 10:54 WIB

Jadi Pemain Kunci Borussia Monchengladbach, Kevin Diks Dipuji Legenda Timnas Jerman

Jadi Pemain Kunci Borussia Monchengladbach, Kevin Diks Dipuji Legenda Timnas Jerman

Bola | Senin, 02 November 2026 | 10:52 WIB

Ulasan Novel Bulan di Atas Istana: Kisah Cinta di Balik Riuh Istana Negara

Ulasan Novel Bulan di Atas Istana: Kisah Cinta di Balik Riuh Istana Negara

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 10:50 WIB

Di Balik Kesiapan Jokowi Duduk di Kursi Saksi Sidang Roy Suryo

Di Balik Kesiapan Jokowi Duduk di Kursi Saksi Sidang Roy Suryo

News | Senin, 02 November 2026 | 10:43 WIB

Mata Uang Utama Dunia Kritis, Investor Global Alihkan Fokus

Mata Uang Utama Dunia Kritis, Investor Global Alihkan Fokus

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 10:43 WIB

Pernah Kerja di AS dan Eks Manajer, Jejak Hidup Taufiq Muhammad Jadi Tentara Bayaran Rusia

Pernah Kerja di AS dan Eks Manajer, Jejak Hidup Taufiq Muhammad Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 10:42 WIB

×