Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:19 WIB
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
Ilustrasi warga korban banjir di Cilincing, Jakarta Utara, meninggal tersengat listrik. [Suara.com/Syahda]
  • Tiga warga tewas tersetrum saat banjir melanda permukiman di Cilincing.
  • Bahaya sekunder banjir seperti aliran listrik seringkali terabaikan.
  • Edukasi warga dan pemutusan listrik proaktif menjadi solusi utama.

Suara.com - Pintu rumah kontrakan di Gang II, Semper Barat, itu terbuka perlahan. Maulidda Dwi Hadiyanti, seorang pelajar berusia 16 tahun, baru saja pulang sekolah pada Senin, 12 Januari 2026 siang. Di dalam, genangan air setinggi mata kaki menyambutnya—sisa dari banjir yang melanda kawasan Cilincing sejak pagi. Namun, bukan air yang membuatnya menjerit.

MAULIDDA terkejut ketika ia melihat dua sosok yang paling ia cintai, ayahnya Hadi Warno (54) dan ibunya Naning Juniarty (49), mengambang tak bergerak di atas air keruh.

Teriakannya memecah keheningan gang sempit itu, mengundang para tetangga untuk datang dan menjadi saksi sebuah tragedi yang memilukan. Di sudut lain Cilincing yang sama-sama terendam, di Kelurahan Kalibaru, seorang ibu rumah tangga bernama Maya Saputri (43) juga ditemukan dalam kondisi serupa.

Tiga nyawa melayang dalam satu hari, bukan karena tenggelam, melainkan karena ancaman tak terlihat yang bersembunyi di dalam genangan: aliran listrik. Tragedi ini bukan sekadar musibah, melainkan cerminan dari bahaya sekunder mematikan yang selama ini terabaikan di tengah fokus pemerintah pada penanganan banjir.

Infografis warga korban banjir di Cilincing, Jakarta Utara, meninggal tersengat listrik. [Suara.com/Syahda]
Infografis warga korban banjir di Cilincing, Jakarta Utara, meninggal tersengat listrik. [Suara.com/Syahda]

Ancaman Tak Terlihat di Balik Genangan

Laporan resmi dari Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri, mengungkap dugaan kuat di balik kematian tragis ini.

"Untuk sebab kematian korban diduga karena tersengat listrik karena ada kabel kulkas yang terkelupas," jelas Bobi, merujuk pada kasus pasangan suami-istri Hadi dan Naning.

Bobi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh para korban. Mereka tewas murni karena tersengat listrik di dalam rumah mereka sendiri. Meski keluarga menerima ini sebagai musibah dan menolak autopsi, tragedi ini memantik reaksi keras dari DPRD DKI Jakarta.

Anggota Komisi D dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, menyebut kejadian ini sebagai "peringatan keras" atas kegagalan sistemik, seraya mempertanyakan efektivitas anggaran pengendalian banjir senilai Rp2,8 triliun.

"Ke mana hasil dari anggaran yang sebesar Rp 2,8 triliun itu? Tragisnya, sekarang yang terjadi adalah melayangnya nyawa tiga orang warga karena tersengat listrik saat banjir," ujar Bun.

Menurutnya, pemerintah selama ini cenderung menganggap banjir sebagai rutinitas dan hanya fokus pada penanganan genangan.

"Saya menyayangkan adanya kecenderungan sekarang ini yang seolah-olah mengganggap banjir sudah biasa-biasa saja. Mentok-mentok semua itu disalahkan kepada kondisi alam," kritiknya.

Jebakan Maut di Permukiman Padat

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, melihat tragedi ini sebagai wajah lain dari bahaya banjir di kawasan padat seperti Cilincing. Menurutnya, risiko mematikan justru kerap datang dari ancaman sekunder yang tak disadari warga.

"Kalau kebanjiran itu harusnya ada pemahaman warga harus mematikan sumber listrik karena banyak stop kontak yang letaknya di bawah yang itu terendam. Jadi ketidakpahaman itulah yang membuat masalahnya jadi lebih berat," jelas Yayat kepada Suara.com, Rabu (14/1/2026).

Ia menilai pendekatan pemerintah keliru karena terlalu fokus pada tinggi genangan dan lama surut, sementara mengabaikan ancaman lain yang tak kalah mematikan.

"Mungkin lupa terhadap ancaman sekunder seperti listrik dan sebagainya. Nah itu yang harus dilihat," katanya.

Jasad kedua korban tersengat listrik saat banjir di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026) malam. (Polsek Cilincing)
Jasad dua korban tersengat listrik saat banjir di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026) malam. (Polsek Cilincing)

Menuntut Tanggung Jawab

Tragedi ini memicu serangkaian tuntutan yang ditujukan kepada berbagai pihak. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PLN untuk lebih proaktif.

"Saya juga mendorong agar Pemprov dan PLN untuk melakukan sosialisasi masif dan memastikan kesiapan memutus aliran listrik di wilayah banjir," ujar Ima.

Ia menekankan bahwa selain edukasi, pemutusan arus secara terpusat harus menjadi standar operasional.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, telah merespons dengan janji akan memberikan bantuan dan santunan kepada keluarga korban.

"Apa yang bisa dibantu oleh pemerintah DKI Jakarta, kami akan lakukan," katanya.

Edukasi dan Aksi Mandiri

Setelah tiga nyawa melayang, pertanyaan terpenting adalah bagaimana mencegahnya terulang. Berdasarkan analisis para ahli, ada beberapa langkah praktis yang harus segera diambil.

Yayat menekankan perlunya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar mereka siap menghadapi berbagai risiko saat banjir.

"Setiap banjir itu kita bukan sekadar menyikapi banjirnya tapi bagaimana mengedukasi masyarakat sehingga masyarakat siap," sarannya.

Sementara Ima mengajak warga untuk tidak menunggu.

"Saya mengajak seluruh warga Jakarta untuk segera matikan listrik begitu air mulai masuk rumah, cek instalasi listrik secara berkala, dan jangan sentuh peralatan listrik saat banjir," imbaunya.

Pemutusan aliran listrik secara proaktif di area terdampak harus menjadi prioritas. Tragedi di Cilincing adalah pengingat pahit bahwa dalam sebuah bencana, ancaman tidak hanya datang dari air yang meninggi, tetapi juga dari hal-hal yang sering kita anggap remeh di dalam rumah sendiri. Jakarta mungkin tidak bisa sepenuhnya bebas dari banjir, tetapi kematian akibat tersetrum adalah tragedi yang seharusnya bisa dicegah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?

Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 16:05 WIB

Senyum Sumringah Pramono Kala Tiang Monorel Mangkrak di Kuningan Mulai Dibongkar

Senyum Sumringah Pramono Kala Tiang Monorel Mangkrak di Kuningan Mulai Dibongkar

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:00 WIB

5 Mobil Listrik yang Aman dari Banjir, Baterai Berlapis hingga Ground Clearance Jagoan

5 Mobil Listrik yang Aman dari Banjir, Baterai Berlapis hingga Ground Clearance Jagoan

Otomotif | Rabu, 14 Januari 2026 | 10:30 WIB

Terkini

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:23 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:15 WIB

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:20 WIB

Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli

Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:10 WIB

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:43 WIB

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:32 WIB

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB