Jaring Aspirasi Lewat Media Kreatif, Baharkam Polri Gelar Festival Komik Polisi Penolong

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:23 WIB
Jaring Aspirasi Lewat Media Kreatif, Baharkam Polri Gelar Festival Komik Polisi Penolong
Kepala Baharkam Polri, Komjen Pol Karyoto dalam acara Festival Komik Polisi Penolong 2025 di area Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Minggu (18/1/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Baharkam Polri gelar Festival Komik Polisi Penolong untuk jaring aspirasi publik.
  • Komik dan karikatur dinilai sebagai media efektif sampaikan kritik dan harapan.
  • Polri tegaskan terbuka terhadap kritik untuk wujudkan institusi yang lebih baik.

Suara.com - Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menggelar Festival Komik Polisi Penolong 2025 di area Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Minggu (18/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap masukan dan harapan publik terhadap kinerja Polri melalui media kreatif berupa komik dan karikatur.

Kepala Baharkam Polri, Komjen Pol Karyoto, mengatakan bahwa festival ini adalah inisiatif pihaknya untuk membangun kedekatan dengan masyarakat secara lebih humanis.

“Kami dari Baharkam ingin melempar gagasan kepada masyarakat untuk mendapatkan gambaran dan masukan melalui media komik dan karikatur,” kata Karyoto.

Menurutnya, komik dan karikatur mampu merepresentasikan pandangan, kritik, serta harapan masyarakat secara lugas namun tetap konstruktif, sejalan dengan semangat "Polisi Penolong" yang dicanangkan Baharkam.

Polri Terbuka Terhadap Kritik

Karyoto menegaskan bahwa Polri tidak menutup mata terhadap berbagai pelanggaran yang masih terjadi di internal. Ia justru mendorong peran aktif masyarakat dalam memberikan pengawasan dan masukan, termasuk melalui mekanisme pelaporan ke Divisi Propam.

“Ini menjadi bahan masukan dan harapan kita bersama bahwa Polri ke depan harus semakin baik dan semakin benar,” ucapnya.

Melalui festival ini, Baharkam Polri berharap dapat memperkuat kepercayaan publik serta menumbuhkan citra institusi yang lebih humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

Baca Juga: 6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia

×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI