Suara.com - Proses pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan membuahkan hasil memilukan.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan telah menemukan satu jenazah korban dari insiden tersebut.
Informasi ini diperoleh melalui komunikasi radio handy talkie (HT) langsung dari personel yang berada di titik koordinat pencarian. Saat ini, jenazah tersebut sedang dalam proses evakuasi secara manual menuju posko terdekat.
Lokasi penemuan yang berada di medan berat Desa Tompo Bulu dan lereng Puncak Bulusaraung menjadi kendala utama bagi petugas.
Tim SAR gabungan harus menempuh perjalanan darat dengan berjalan kaki untuk membawa korban keluar dari zona kecelakaan.
Selain faktor geografis, cuaca di area pegunungan Maros tersebut dilaporkan sangat fluktuatif. Kondisi langit yang sempat cerah berawan bisa tiba-tiba berubah drastis menjadi mendung pekat disertai hujan lebat, yang sangat membahayakan keselamatan tim penolong.
![Didug lokasi jatuhnya pesawat PK-THT milik Indonesia Air Transport. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/17/72032-pesawat-pk-tht-milik-indonesia-air-transport.jpg)
Data Manifes dan Spesifikasi Pesawat
Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, menjelaskan bahwa pesawat dengan rute Yogyakarta-Makassar ini membawa total 11 orang.
Data manifes mencatat terdapat 8 kru pesawat (termasuk pilot dan awak kabin) serta 3 orang penumpang.
Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Siapkan Aturan Baru Standar Teknologi Motor
Pesawat ATR 42-500 yang mengalami musibah ini merupakan unit dengan spesifikasi teknis sebagai berikut:
Kecepatan Maksimum: 556 km/jam.
Ketinggian Jelajah: Hingga 7.620 meter.
Jarak Tempuh: Mencapai 2.037 km.
Kapasitas: Mampu menampung 46 penumpang di luar kru.
Pihak perusahaan menekankan bahwa armada ini merupakan versi produksi terkini yang telah mengalami berbagai peningkatan performa.