Baca 10 detik
- BMKG mengimbau kewaspadaan cuaca ekstrem meningkat di Indonesia bagian selatan menjelang akhir Januari 2026 karena gangguan atmosfer signifikan.
- Peningkatan intensitas hujan disebabkan Bibit Siklon Tropis 97S, Monsun Asia menguat, serta adanya Gelombang Rossby dan Kelvin.
- Dampak potensi cuaca ekstrem meliputi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di wilayah terdampak.
Meski demikian, Andri menekankan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan atmosfer terkini.
BMKG meminta masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat, serta berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang maupun perjalanan darat, laut, dan udara.