Senjakala Lapak Permak Jin dan Sol Sepatu: Antara Kenangan Mahasiswa dan Harapan Baru Pasar Terban

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:40 WIB
Senjakala Lapak Permak Jin dan Sol Sepatu: Antara Kenangan Mahasiswa dan Harapan Baru Pasar Terban
Lapak relokasi penyedia jasa di Pasar Terban, Kamis (22/1/2026). (Suara.com/Hiskia)
  • Lapak-lapak jasa reparasi sepatu dan pakaian di Jalan Dr. Sardjito, Yogyakarta, telah dibongkar untuk mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki.
  • Relokasi para penyedia jasa tersebut dipindahkan ke lokasi baru di Pasar Terban, meskipun tidak semua pedagang memilih untuk pindah ke sana.
  • Para pedagang di lokasi baru Pasar Terban menghadapi kecemasan mengenai visibilitas pelanggan dan kesesuaian desain kios untuk usaha mereka.

Ian Adam, alumni UGM lainnya yang kerap menggunakan jasa permak jins di sana, mengakui bahwa lokasi tersebut seringkali memicu kemacetan. Mengingat tidak ada tempat parkir kendaraan khusus.

Sehingga pelanggan yang datang langsung memarkirkan kendaraan hingga memakan badan jalan.

Di satu sisi, ia pun menyambut baik relokasi ini demi ketertiban. Meski tak dipungkiri pada masanya, puluhan lapak itu memudahkan hari-hari saat dibutuhkan.

"Bukan tempat parkir juga kan itu, deket lampu merah juga dan biar lebih terkoordinir lebih rapi juga sih kalau dipindah ke pasar terban," ucap Ian.

Senada dengan hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memang berencana mengembalikan fungsi area tersebut bagi pejalan kaki.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Ia menegaskan bahwa memang visi penataan kota yang lebih humanis di kawasan tersebut.

"Saya bikin pedestrian dan taman. Nanti kita bongkar semua rumah (lapaknya) penjahit permak jin," ujar Hasto.

Kecemasan di Lapak Baru

 Lapak relokasi penyedia jasa di Pasar Terban, Kamis (22/1/2026). (Suara.com/Hiskia)
Lapak relokasi penyedia jasa di Pasar Terban, Kamis (22/1/2026). (Suara.com/Hiskia)

Kini, kehidupan baru bagi para penyedia jasa itu dimulai di Pasar Terban. Namun, perpindahan ini tidak serta-merta berjalan mulus.

Pariman (56), salah satu penyedia jasa yang sudah puluhan tahun mangkal di sana mengungkapkan kekhawatirannya akan kehilangan pelanggan.

Berbeda dengan lokasi lama yang berada tepat di pinggir jalan raya dan mudah terlihat. Lokasi baru di dalam pasar membuat akses visual menjadi terbatas, padahal pelanggannya dulu banyak yang berasal dari luar kota.

Hal itu juga yang membuat belum semua dari 74 kios yang ada pindah lapak ke Pasar Terban. Saat ini baru sebagian kecil yakni sekitar 25 persen saja yang mulai beroperasi kembali.

"Kalau di sana kan pinggir jalan tapi kalau pindah ke sini kan lewat belum tentu tahu," ujar Pariman ditemui di Pasar Terban.

Pariman berharap pemerintah tidak lepas tangan begitu saja setelah relokasi. Ia sangat menggantungkan harapan pada bantuan promosi agar keberadaan mereka di lokasi baru segera diketahui masyarakat luas.

"Bisa menunjang cepat jalannya iklan ya itu harapannya nanti di iklankan kemana-kemana, terus ramai lagi," ujarnya.

Bertahan dengan Keyakinan

Di sudut lain Pasar Terban, Mujono (55) mencoba beradaptasi dengan segala keterbatasan. Meskipun biaya sewa di tempat baru jauh lebih murah dibandingkan lokasi lama.

Ia agak mengeluhkan desain kios yang dinilai kurang representatif untuk usaha jahit. Lapak yang ditempati justru lebih sesuai dengan tempat berjualan daging.

Selain itu lokasinya yang tak terlalu jauh dengan area penjualan ayam, diakui cukup menimbulkan bau yang kurang sedap beberapa kali. Ia berharap ada pembenahan dari pihak terkait mengenai hal ini.

"Konsepnya salah ini, kalau penjahit mending los (bebas) lapaknya biar leluasa," ucap Mujono.

Walaupun kondisi tempat baru belum ideal, Mujono tetap optimistis. Ia percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar meski harus bersaing dengan pedagang lain yang mungkin memilih lokasi berbeda.

Berdasarkan pantauan Suara.com di Pasar Terban, memang belum banyak lapak para penyedia jasa permak dan sol itu yang buka. Pelanggan belum banyak yang datang ke mereka.

Namun bagi Mujono, kepasrahan dan keyakinan adalah modal utama untuk bertahan di tempat yang baru.

"Ada yang buka di pinggir jalan, mereka bilang kalau di sini di dalam tapi kalau rezeki kan sudah ada yang ngatur," tandasnya.


Foto: Lapak-lapak penyedia jasa sol sepatu, permak jeans, hingga pembuatan stempel di Jalan Dr Sardjito, Terban, Gondokusuman Kota Yogyakarta yang sudah kosong, Kamis (22/1/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Pekan Menepi, Bek Asal Jepang Segera Kembali Perkuat PSIM Yogyakarta

3 Pekan Menepi, Bek Asal Jepang Segera Kembali Perkuat PSIM Yogyakarta

Bola | Kamis, 22 Januari 2026 | 06:05 WIB

Unggahan Terakhir Pramugari Florencia Lolita Sebelum Tragedi Tuai Sorotan Publik

Unggahan Terakhir Pramugari Florencia Lolita Sebelum Tragedi Tuai Sorotan Publik

Video | Senin, 19 Januari 2026 | 18:00 WIB

Gen Z, Homeless Media, dan Kesadaran akan Kebenaran Informasi

Gen Z, Homeless Media, dan Kesadaran akan Kebenaran Informasi

Opini | Senin, 19 Januari 2026 | 12:23 WIB

Misteri Hilangnya PK-THT di Langit Sulawesi: Bawa 10 Orang, GM Bandara Pastikan Ini

Misteri Hilangnya PK-THT di Langit Sulawesi: Bawa 10 Orang, GM Bandara Pastikan Ini

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:41 WIB

Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta

Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 22:10 WIB

SMAN 4 Yogyakarta Tegaskan Transformasi di HUT ke-76, Gelar Aksi Sosial hingga Faculty Fair!

SMAN 4 Yogyakarta Tegaskan Transformasi di HUT ke-76, Gelar Aksi Sosial hingga Faculty Fair!

Your Say | Selasa, 13 Januari 2026 | 13:17 WIB

Jogja Jadi Bagian Perjalanan Raissa Anggiani Perkenalkan Album Perdananya

Jogja Jadi Bagian Perjalanan Raissa Anggiani Perkenalkan Album Perdananya

Your Say | Minggu, 11 Januari 2026 | 19:45 WIB

Terkini

Survei: Publik Disebut Optimistis dengan Pemberantasan Korupsi yang Dilakukan Pemerintah

Survei: Publik Disebut Optimistis dengan Pemberantasan Korupsi yang Dilakukan Pemerintah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:48 WIB

Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan

Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:05 WIB

Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:32 WIB

Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite

Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:30 WIB

Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:20 WIB

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:37 WIB

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:07 WIB

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:37 WIB

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:18 WIB

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:17 WIB