Hujan Deras Tak Padamkan Ingatan, Puluhan Massa Bertahan di Aksi Kamisan ke-894 di Depan Istana

Bella

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:42 WIB
Hujan Deras Tak Padamkan Ingatan, Puluhan Massa Bertahan di Aksi Kamisan ke-894 di Depan Istana
Aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Kamis (22/1/2026). (Tangkapan layar)
baca 10 detik
  • Aksi Kamisan ke-894 dilaksanakan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Kamis, 22 Januari 2026, di tengah hujan deras.
  • Tema aksi tersebut menyoroti Presidensi Indonesia di Dewan HAM PBB terkait isu pelanggaran HAM berat domestik.
  • Kolaborasi dengan komunitas NocturNo menghadirkan pembacaan puisi yang mengkritik impunitas dan kegagalan negara mencari kebenaran.

Suara.com - Di bawah langit abu-abu dan guyuran hujan deras yang membasahi aspal di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, puluhan warga kembali berdiri tegak pada Kamis (22/1/2026). Momen tersebut menandai pelaksanaan Aksi Kamisan ke-894, sebuah kalender perlawanan yang telah berlangsung hampir dua dekade.

Pantauan melalui siaran langsung YouTube akun jakartanicus memperlihatkan massa aksi yang tetap bertahan meski cuaca tidak bersahabat. Mereka didominasi pakaian dan payung serba hitam, warna khas Aksi Kamisan yang menjadi simbol duka dan perlawanan.

Di balik payung-payung gelap itu, tampak pula beberapa peserta mengenakan jas hujan plastik berwarna terang. Warna-warna kontras tersebut seolah menjadi simbol harapan yang mencoba menerangi dinginnya sore di jantung ibu kota.

Pada Aksi Kamisan kali ini, tema yang diangkat adalah “Presidensi Indonesia di Dewan HAM PBB, Bagaimana dengan Pelanggaran Berat HAM di Indonesia?”

Aksi Kamisan ke-894 juga berkolaborasi dengan komunitas NocturNo, sebuah komunitas ruang terbuka puisi. Kolaborasi ini menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus getir saat perwakilan komunitas membacakan puisi yang menggugat nurani negara.

Bait demi bait puisi dilantunkan dengan nada tajam, seolah menjadi peluru kata-kata yang diarahkan langsung ke Istana Merdeka.

“Negara ahli membangun jalan tol, tapi selalu tersesat mencari jalan menuju kebenaran,” demikian sepenggal puisi yang dibacakan oleh Dwi Ayu, salah satu perwakilan komunitas NocturNo.

Kutipan tersebut menyindir fokus pembangunan infrastruktur fisik yang dinilai tidak sebanding dengan pembangunan keadilan hukum. Puisi itu juga menyoroti siklus impunitas yang terus berulang di Indonesia.

Massa aksi menyuarakan kekecewaan terhadap para pemimpin yang dinilai piawai berpidato di panggung internasional, namun gagal menjawab pertanyaan paling mendasar di dalam negeri: siapa pembunuh para korban pelanggaran HAM, dan mengapa mereka masih bebas.

baca juga

“Para jenderal bergantian, para korban mengganti usia, tetapi pelaku tetap berbagi kekuasaan,” seru Dwi Ayu di tengah guyuran hujan.

Melalui puisi dan aksi tersebut, komunitas NocturNo bersama massa Aksi Kamisan menegaskan bahwa kehadiran mereka setiap Kamis bukanlah sekadar rutinitas tanpa makna. Mereka membawa “ingatan” sebagai senjata terakhir rakyat ketika hukum dianggap telah berubah menjadi alat kekuasaan.

Massa aksi menegaskan bahwa mereka tidak datang untuk meminta belas kasihan, melainkan menuntut tanggung jawab negara. Mereka menolak untuk diam, karena negara yang gagal mengadili pembunuh dinilai sedang membuka jalan bagi “pembunuhan” berikutnya terhadap generasi mendatang.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Lama Telah Usang, Wamen HAM Tegaskan Revisi UU HAM untuk Perkuat Perlindungan Hak Asasi

Aturan Lama Telah Usang, Wamen HAM Tegaskan Revisi UU HAM untuk Perkuat Perlindungan Hak Asasi

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 09:27 WIB

Indonesia Siapkan Perpres Kepatuhan HAM untuk Perusahaan, Bakal Jadi yang Pertama di ASEAN

Indonesia Siapkan Perpres Kepatuhan HAM untuk Perusahaan, Bakal Jadi yang Pertama di ASEAN

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 07:35 WIB

Indonesia di Kursi Puncak Dewan HAM PBB, Rekam Jejak Diperdebatkan?

Indonesia di Kursi Puncak Dewan HAM PBB, Rekam Jejak Diperdebatkan?

Your Say | Minggu, 18 Januari 2026 | 14:25 WIB

19 Tahun Aksi Kamisan, Payung Hitam Terus Menuntut Keadilan di Depan Istana

19 Tahun Aksi Kamisan, Payung Hitam Terus Menuntut Keadilan di Depan Istana

Foto | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:00 WIB

Lucas Paqueta Ingin Pulang ke Liga Brasil, Rela Gajinya Dipotong

Lucas Paqueta Ingin Pulang ke Liga Brasil, Rela Gajinya Dipotong

Bola | Selasa, 13 Januari 2026 | 13:58 WIB

Diplomasi vs Realitas: Menakar Nyali Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB

Diplomasi vs Realitas: Menakar Nyali Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB

Your Say | Senin, 12 Januari 2026 | 17:15 WIB

Indonesia Ambil Kendali di Dewan HAM PBB, Perkuat Diplomasi Internasional

Indonesia Ambil Kendali di Dewan HAM PBB, Perkuat Diplomasi Internasional

Video | Senin, 12 Januari 2026 | 10:34 WIB

Hasil Piala FA: West Ham Tekuk QPR, Kemenangan Dramatis West Brom Lewat Adu Penalti

Hasil Piala FA: West Ham Tekuk QPR, Kemenangan Dramatis West Brom Lewat Adu Penalti

Bola | Senin, 12 Januari 2026 | 06:27 WIB

Pimpin Dewan HAM PBB, Indonesia Dorong Dialog Lintas Kawasan dan Konsistensi Kebijakan

Pimpin Dewan HAM PBB, Indonesia Dorong Dialog Lintas Kawasan dan Konsistensi Kebijakan

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:48 WIB

LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB

LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:41 WIB

Terkini

Diwarnai Kontak Tembak, TNI Evakuasi Dua Jenazah Korban OPM di Yahukimo

Diwarnai Kontak Tembak, TNI Evakuasi Dua Jenazah Korban OPM di Yahukimo

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:42 WIB

7 Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga

7 Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:24 WIB

Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung

Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung

Video | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:20 WIB

Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?

Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:10 WIB

Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

Entertainment | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:03 WIB

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:48 WIB

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:47 WIB

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:39 WIB

Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel

Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:35 WIB

Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics

Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:28 WIB

×