SBY Khawatir PD III, Pakar UMY Beberkan Bahaya Nyata yang Mengintai Indonesia

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 22 Januari 2026 | 19:21 WIB
SBY Khawatir PD III, Pakar UMY Beberkan Bahaya Nyata yang Mengintai Indonesia
Ilustrasi perang dunia ke-3. [Ist]
baca 10 detik
  • SBY khawatir eskalasi geopolitik global mendekati potensi Perang Dunia III, berbeda dengan pandangan Ade Marup Wirasenjaya.
  • Ade menilai pandangan SBY terfokus pada aktor negara, mengabaikan peran penting aktor non-negara sebagai penyeimbang global.
  • Ade menyoroti bahaya pengelolaan SDA Indonesia yang melimpah saat politik domestik terfragmentasi, mengarah perlunya membangun *strong state*.

Suara.com - Belum lama ini, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengutarakan kekhawatirannya terhadap situasi global saat ini. Menurutnya, eskalasi geopolitik dunia berada di ambang Perang Dunia III.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ade Marup Wirasenjaya, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai situasi global saat ini tidak sepesimistis kekhawatiran yang disampaikan SBY.

“Saya tidak terlalu pesimis Perang Dunia III akan segera terjadi, karena saya membidiknya bahwa ada aktor-aktor lain yang saat ini juga membangun inisiasi, membangun kolaborasi, membangun petisi—jurnalis global, dokter global, NGO global,” kata Ade saat dihubungi Suara.com, Kamis (22/1/2026).

Menurut Ade, pandangan SBY sangat dipengaruhi perspektif seorang mantan pemimpin negara yang cenderung berfokus pada official actor atau perilaku negara dan para pengambil keputusan. Padahal, kata dia, saat ini telah terjadi pergeseran besar dalam struktur hubungan internasional.

Ade memaparkan bahwa struktur dunia kini memiliki tiga lapisan aktor. Pertama, official actor yang terdiri dari negara, kementerian luar negeri, menteri pertahanan, dan institusi negara lainnya.

Kedua, semi-official actor seperti pengusaha dan jurnalis. Ketiga, non-official actor yang mencakup masyarakat sipil, organisasi non-pemerintah, hingga gerakan keagamaan.

Keberadaan aktor-aktor non-negara inilah yang, menurut Ade, menjadi penyeimbang sekaligus pembangun solidaritas global—sesuatu yang tidak dimiliki secara masif pada era Perang Dunia I dan II.

“Struktur historis antara Perang Dunia I, II, dan hari ini juga sudah banyak bergeser,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pergeseran itu terlihat jelas dari sisi media. Jika pada masa lalu media masih bersifat tradisional sehingga eskalasi konflik mudah terjadi, kini meskipun tetap ada media yang memanaskan situasi, banyak pula media dan gerakan berbasis kesadaran baru yang aktif mengusung isu perdamaian dan anti-perang.

baca juga

“Jadi, kita harus membaca dari struktur historisnya juga. Tapi sekali lagi, ini tanpa mengurangi respek pada keresahan SBY, karena beliau memang mantan pemimpin kita yang mungkin khawatir dengan imbas perang terhadap Indonesia,” tuturnya.

Kepemilikan SDA Jadi Sorotan

Alih-alih ancaman Perang Dunia III, Ade justru menyoroti potensi bahaya lain yang dinilainya lebih relevan bagi Indonesia, yakni persoalan kepemilikan dan pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Menurutnya, kondisi akan menjadi berbahaya jika suatu negara memiliki SDA yang melimpah, tetapi dibarengi dengan situasi politik domestik yang terpecah belah.

Ia mencontohkan kasus Venezuela dan Iran, di mana kekayaan minyak justru menjadi pintu masuk intervensi asing ketika kondisi internal negara rapuh dan masyarakatnya terfragmentasi.

“Kasus Venezuela, kasus Iran, itu memberitahukan kepada kita bahwa kalau suatu negara sumber daya alamnya—khususnya minyak—kaya, tetapi sisi politiknya sangat fragmentatif dan tercerai-berai, itu mudah dimasuki pihak eksternal,” tegasnya.

Pelajaran dari negara-negara tersebut, kata Ade, harus menjadi peringatan serius bagi Indonesia. Kekayaan alam seperti minyak, mineral, dan batu bara berpotensi menjadi bumerang jika masyarakat muak terhadap dinamika politik dalam negeri.

Karena itu, Ade menyarankan agar fokus Indonesia saat ini tidak lagi semata-mata mencari sosok strong leader, melainkan membangun strong state.

Menurutnya, pemimpin yang kuat tidak akan efektif jika negara yang dipimpinnya rapuh. Bahkan, energi pemimpin tersebut berisiko habis untuk membela diri dari isu intervensi asing tanpa memperkuat fondasi negara.

“Yang diperlukan adalah kita bergeser dari weak state menjadi strong state. Modalnya, capital-nya, kita sebenarnya punya untuk menjadi strong state itu,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusdi Masse Dikabarkan Mundur dari NasDem, Bakal Merapat ke PSI?

Rusdi Masse Dikabarkan Mundur dari NasDem, Bakal Merapat ke PSI?

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:04 WIB

Viral WNI Asal Tangerang Jadi Tentara AS, Harunya Perpisahan dengan Keluarga di Bandara

Viral WNI Asal Tangerang Jadi Tentara AS, Harunya Perpisahan dengan Keluarga di Bandara

Entertainment | Kamis, 22 Januari 2026 | 14:07 WIB

Mengapa Bank Indonesia Harus Dijaga dari Intervensi Politik?

Mengapa Bank Indonesia Harus Dijaga dari Intervensi Politik?

Your Say | Kamis, 22 Januari 2026 | 14:15 WIB

Suami Wamendikti Stella Christie Kecelakaan Ski di AS, Alami Cedera Berat dan Dirawat di ICU

Suami Wamendikti Stella Christie Kecelakaan Ski di AS, Alami Cedera Berat dan Dirawat di ICU

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 10:08 WIB

Perkuat Human Capital, Mendagri Tito Minta Daerah Manfaatkan Program Prioritas Nasional

Perkuat Human Capital, Mendagri Tito Minta Daerah Manfaatkan Program Prioritas Nasional

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 08:49 WIB

AS Perketat Imigrasi, Suporter Tak Bisa Datang ke Piala Dunia 2026? Ini Fakta Sebenarnya

AS Perketat Imigrasi, Suporter Tak Bisa Datang ke Piala Dunia 2026? Ini Fakta Sebenarnya

Bola | Senin, 19 Januari 2026 | 21:00 WIB

Dunia Diambang Perang Dunia III, Situasinya Kini Mirip Jelang Perang Dunia I dan II

Dunia Diambang Perang Dunia III, Situasinya Kini Mirip Jelang Perang Dunia I dan II

News | Senin, 19 Januari 2026 | 14:34 WIB

Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Parpol, Pengamat: Anies Baswedan Tak Cukup Andalkan Akar Rumput

Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Parpol, Pengamat: Anies Baswedan Tak Cukup Andalkan Akar Rumput

News | Senin, 19 Januari 2026 | 12:30 WIB

SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia III: 5 Miliar Nyawa Terancam, Peradaban Bisa Musnah!

SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia III: 5 Miliar Nyawa Terancam, Peradaban Bisa Musnah!

News | Senin, 19 Januari 2026 | 12:05 WIB

Kampung Starling: Riuh Rendah 'Dapur' Kafein Ibu Kota yang Terjepit Beton dan Janji Politik

Kampung Starling: Riuh Rendah 'Dapur' Kafein Ibu Kota yang Terjepit Beton dan Janji Politik

News | Senin, 19 Januari 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×