Baca 10 detik
- SBY khawatir eskalasi geopolitik global mendekati potensi Perang Dunia III, berbeda dengan pandangan Ade Marup Wirasenjaya.
- Ade menilai pandangan SBY terfokus pada aktor negara, mengabaikan peran penting aktor non-negara sebagai penyeimbang global.
- Ade menyoroti bahaya pengelolaan SDA Indonesia yang melimpah saat politik domestik terfragmentasi, mengarah perlunya membangun *strong state*.
Karena itu, Ade menyarankan agar fokus Indonesia saat ini tidak lagi semata-mata mencari sosok strong leader, melainkan membangun strong state.
Menurutnya, pemimpin yang kuat tidak akan efektif jika negara yang dipimpinnya rapuh. Bahkan, energi pemimpin tersebut berisiko habis untuk membela diri dari isu intervensi asing tanpa memperkuat fondasi negara.
“Yang diperlukan adalah kita bergeser dari weak state menjadi strong state. Modalnya, capital-nya, kita sebenarnya punya untuk menjadi strong state itu,” tandasnya.