Dekap Erat Balita di Atas Perahu Karet, Nisa Pilih Mengungsi saat Air Setinggi Pinggang di Kosambi

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:52 WIB
Dekap Erat Balita di Atas Perahu Karet, Nisa Pilih Mengungsi saat Air Setinggi Pinggang di Kosambi
Petugas mengevakuasi kelompok rentan, seperti ibu hamil, balita dan lansia dari kawasan Jalan Pulo Indah Raya, RT 10 RW 08, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, imbas banjir setinggi satu meter yang merendam wilayah tersebut, Jumat (23/1/2026). (ANTARA/Risky Syukur)
baca 10 detik
  • Pada Jumat, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat terendam banjir hingga satu meter.
  • Petugas Gulkarmat Jakarta Barat mengevakuasi kelompok rentan seperti Nisa menggunakan perahu karet.
  • Warga seperti Nisa terpaksa mengungsi menghindari bahaya akibat tingginya air banjir dan krisis fasilitas.

Suara.com - Di tengah kepungan air cokelat pekat yang merendam Jalan Pulo Indah Raya, Kelurahan Duri Kosambi, sebuah payung merah muda tampak mencolok. Di bawahnya, Nisa (30) duduk tegang di atas perahu karet, mendekap erat buah hatinya yang masih balita.

Jumat ini, kawasan di Cengkareng, Jakarta Barat tersebut berubah menjadi sungai dadakan dengan kedalaman mencapai satu meter.

Nisa adalah satu dari sekian banyak kelompok rentan—lansia, ibu hamil, dan anak-anak—yang harus dievakuasi petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat.

Pemandangan di lokasi terasa mencekam. Wajah Nisa tampak cemas. Pandangannya tak lepas, bergantian menatap wajah sang bayi dan titik daratan kering di kejauhan. Tangan kanannya mencengkeram kuat sisi perahu karet yang bergoyang pelan diterjang arus.

Di sekelilingnya, tiga petugas pemadam kebakaran dari Pos Taman Palem berjibaku. Mereka mengerahkan seluruh tenaga, mendorong dan menarik perahu melawan arus air yang sudah setinggi pinggang orang dewasa.

Nisa mengaku tak punya pilihan selain meninggalkan rumahnya demi keselamatan sang anak.

"Tadinya mau di rumah saja dulu. Tapi airnya naik terus dari pagi. Takutnya nanti malah makin dalam dan susah keluar, kasihan anak," ujar Nisa.

Rencananya, ia akan mengungsi ke rumah sang kakak di kawasan Semanan yang lebih aman. Bayang-bayang pemadaman listrik dan krisis air bersih menjadi alasan kuat mengapa bertahan di rumah bukanlah pilihan bijak.

"Mau mengungsi ke Semanan, enggak banjir. Kalau sayanya sih aman, tapi anak sayanya kasihan," kata dia.

baca juga

Sebelum bantuan datang, Nisa sempat berpikir nekat menerobos banjir dengan berjalan kaki bersama suaminya. Namun, melihat tingginya air, nyalinya menciut demi keamanan sang buah hati.

"Ngeri kalau jalan kaki. Airnya sudah sepinggang, menunggu saja, ternyata benar ada Damkar bawa perahu," ungkapnya lega.

Sambil memanggul ransel berisi pakaian ganti dan perlengkapan bayi seadanya, Nisa hanya bisa berharap nestapa tahunan ini segera berakhir. Ia tak ingin melihat anak-anak kecil terus menjadi korban setiap kali hujan deras mengguyur ibu kota.

"Ya semoga cepat surut, enggak banjir-banjir lagi lah. Kasihan yang anak-anak kecil," tutur Nisa. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langit Bogor 'Ditaburi' 800 Kg Kalsium Oksida, Operasi Cegat Hujan Ekstrem untuk Jakarta

Langit Bogor 'Ditaburi' 800 Kg Kalsium Oksida, Operasi Cegat Hujan Ekstrem untuk Jakarta

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:09 WIB

Data Terbaru Banjir Jakarta: 143 RT Terendam, Rawa Buaya dan Cipulir Tembus 1 Meter

Data Terbaru Banjir Jakarta: 143 RT Terendam, Rawa Buaya dan Cipulir Tembus 1 Meter

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 14:41 WIB

Update Terkini Banjir Jakarta: Semakin Parah, Sudah 143 RT Tergenang, Tinggi Air Capai 1,2 Meter

Update Terkini Banjir Jakarta: Semakin Parah, Sudah 143 RT Tergenang, Tinggi Air Capai 1,2 Meter

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:27 WIB

Banjir Rendam Cikarang Utara, Dapur Lapangan Brimob Layani Warga Terdampak

Banjir Rendam Cikarang Utara, Dapur Lapangan Brimob Layani Warga Terdampak

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:24 WIB

Terkini

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:30 WIB

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:27 WIB

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:25 WIB

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:17 WIB

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:15 WIB

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:10 WIB

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

×