- Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono jatuh pingsan saat upacara penghormatan jenazah korban pesawat ATR 42-500 di Jakarta, Minggu (25/1).
- Kondisi menteri menurun akibat kelelahan setelah perjalanan dinas maraton mendampingi Presiden ke London dan Davos.
- Menteri dilaporkan telah sadar, stabil pasca observasi, dan dijadwalkan kembali bekerja normal keesokan harinya.
Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan juga sempat memberikan keterangan singkat usai upacara untuk menenangkan publik. “Sudah sadar, tidak apa-apa. Dia kecapekan,” ujar Didit.
Upacara ini sendiri merupakan bentuk penghormatan bagi tiga putra terbaik KKP, yakni Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Capt. Andy Dahananto.
Ketiganya gugur dalam musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang ditemukan oleh tim SAR gabungan setelah pencarian intensif sejak 17 Januari lalu.
"Menteri memahami bahwa kehadiran, doa, dan perhatian di saat duka memiliki makna yang sangat penting. Oleh karena itu, beliau tetap berupaya hadir sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas, seraya tetap menjaga dan memulihkan kondisi kesehatan sesuai anjuran," kata Dodi menutup keterangannya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, doa, dan pengertian dari masyarakat," imbuhnya.