Penyebab Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Wamen Didit Ungkap Kondisinya

Bangun Santoso

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:54 WIB
Penyebab Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Wamen Didit Ungkap Kondisinya
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi Suara.com yang ke-11 di tahun 2025. (foto dok. ist)
baca 10 detik
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, pingsan saat inspektur upacara di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
  • Insiden terjadi pada Minggu (25/1/2026) saat upacara penghormatan tiga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500.
  • Setelah dievakuasi, Wakil Menteri KKP menyatakan Menteri Trenggono hanya kelelahan fisik dan kondisinya stabil.

Suara.com - Suasana khidmat yang menyelimuti upacara penghormatan jenazah korban pesawat jatuh ATR 42-500 mendadak pecah oleh sebuah insiden yang mengejutkan.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, yang bertindak sebagai inspektur upacara, tiba-tiba tumbang dan jatuh pingsan di tengah prosesi yang penuh duka.

Peristiwa dramatis ini terjadi di Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Minggu (25/1/2026).

Upacara tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi tiga korban, yakni dua pegawai KKP, Ferry Irawan dan Yoga Naufal, serta pilot Capt. Andy Dahananto.

Sejak awal, Menteri Trenggono tampak tegar. Ia memasuki ruangan auditorium dan langsung mengambil posisi di barisan terdepan sebagai inspektur upacara.

Dengan sikap sigap, ia mengikuti rangkaian acara yang dimulai dengan pembacaan portofolio ketiga almarhum.

Selama prosesi awal, termasuk saat sambutan dari pihak keluarga dan penyerahan hak waris, Sakti masih berdiri tegak, memberikan penghormatan penuh kepada para almarhum yang merupakan bagian dari keluarga besar KKP. Namun, situasi berubah drastis sesaat kemudian.

Ketika acara hendak memasuki prosesi inti, yakni penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara untuk dimakamkan, insiden itu terjadi. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, tubuh Menteri Trenggono tiba-tiba kolaps ke lantai.

Suara benturan saat tubuhnya jatuh terdengar cukup jelas di tengah keheningan auditorium. Ia tumbang ke arah belakang, sontak membuat seluruh peserta upacara yang hadir panik dan terperanjat. Suasana yang tadinya khusyuk seketika berubah menjadi tegang.

baca juga

Sejumlah orang yang berada di dekatnya, termasuk para ajudan dan pejabat lainnya, langsung sigap menghampiri dan memberikan pertolongan pertama.

Dari pantauan di lokasi, Sakti terlihat tidak sadarkan diri selama beberapa saat hingga harus dievakuasi menggunakan tandu untuk dibawa keluar dari auditorium.

Kegiatan upacara pun sempat terhenti sejenak untuk memberikan ruang bagi tim evakuasi.

Setelah Menteri Trenggono dibawa keluar ruangan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, posisinya sebagai pemimpin upacara langsung digantikan oleh Wakil Menteri KKP, Didit Herdiawan.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penuh hormat hingga ketiga jenazah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya masing-masing.

Tak lama setelah insiden tersebut, Wakil Menteri Didit Herdiawan memberikan keterangan resmi untuk menenangkan publik dan meluruskan berbagai spekulasi.

Ia memastikan bahwa kondisi Menteri Trenggono sudah stabil dan insiden tersebut bukan disebabkan oleh penyakit serius. Menurutnya, sang menteri hanya mengalami kelelahan fisik.

"Sudah sadar, enggak apa-apa cuma kecapean," kata Didit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans

Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 10:31 WIB

Menteri Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Menteri Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 10:15 WIB

DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest

DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:18 WIB

Tujuh Hari Menembus Medan Ekstrem, Operasi SAR ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Ditutup

Tujuh Hari Menembus Medan Ekstrem, Operasi SAR ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Ditutup

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:32 WIB

Basarnas: Enam Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Masih Dievakuasi

Basarnas: Enam Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Masih Dievakuasi

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 18:08 WIB

Kepala Basarnas Ungkap Kemungkinan Tak Ada Korban Selamat Pesawat ATR: Kami Berharap Ada Mukjizat

Kepala Basarnas Ungkap Kemungkinan Tak Ada Korban Selamat Pesawat ATR: Kami Berharap Ada Mukjizat

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 20:35 WIB

Analisis BMKG: Pesawat ATR Jatuh di Maros saat Awan Cumulonimbus Selimuti Jalur Pendaratan

Analisis BMKG: Pesawat ATR Jatuh di Maros saat Awan Cumulonimbus Selimuti Jalur Pendaratan

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 20:30 WIB

Terkini

Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga

Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:54 WIB

Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu

Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu

Kaltim | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:52 WIB

Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi

Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:46 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang

Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:38 WIB

Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:30 WIB

Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor

Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor

Bogor | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:28 WIB

Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:13 WIB

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:12 WIB

Kemelekatan Adalah Derita

Kemelekatan Adalah Derita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:05 WIB

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:03 WIB

×