Viral Es Gabus Johar Baru Dikira Pakai Busa Kasur, Polisi Akui Salah Simpulkan dan Minta Maaf

Bangun Santoso

Selasa, 27 Januari 2026 | 11:40 WIB
Viral Es Gabus Johar Baru Dikira Pakai Busa Kasur, Polisi Akui Salah Simpulkan dan Minta Maaf
Dua anggota TNI-Polri saat memberi klarifikasi terkait peristiwa es gabus di Jakarta. ANTARA/HO-Humas Polres Metro Jakpus
baca 10 detik
  • Polisi di Johar Baru mengamankan pedagang es gabus bernama Sudrajat pada Sabtu (24/1) karena dugaan bahan berbahaya.
  • Setelah diperiksa laboratorium Dokpol Polda Metro Jaya, es gabus tersebut dinyatakan aman dan layak dikonsumsi.
  • Aparat mengakui kekeliruan karena bertindak terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah resmi.

Sebagai garda terdepan di masyarakat, petugas merasa perlu bertindak cepat guna memastikan keselamatan publik.

Es Gabus Dinyatakan Aman, Layak Konsumsi

Guna mengakhiri spekulasi dan memberikan kepastian hukum serta kesehatan, Polres Metro Jakarta Pusat segera berkoordinasi dengan Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya.

Serangkaian uji laboratorium dilakukan terhadap sampel es kue, es gabus, agar-agar, hingga cokelat meses yang dijual oleh Sudrajat.

Hasilnya menggembirakan sekaligus mematahkan segala tuduhan miring yang beredar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menegaskan bahwa tidak ditemukan kandungan berbahaya dalam jajanan tersebut.

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, Minggu (24/1).

Pemeriksaan ini menjadi krusial karena sebelumnya isu mengenai penggunaan polyurethane foam (PU Foam) telah menyebar luas dan berpotensi mematikan mata pencaharian pedagang kecil lainnya.

Dengan adanya hasil resmi dari Dokpol, masyarakat kini tidak perlu lagi merasa khawatir untuk mengonsumsi jajanan tradisional tersebut.

baca juga

Edukasi dan Tanggung Jawab Keamanan Pangan

Meskipun mengakui adanya kesalahan dalam pengambilan kesimpulan yang terlalu cepat, Aiptu Ikhwan Mulyadi menekankan bahwa semangat awal petugas adalah untuk melindungi warga.

Di tengah maraknya isu pangan berbahaya, kecepatan respons aparat seringkali menjadi tumpuan masyarakat.

"Niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," ujarnya.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat, agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya secara ilmiah.

Bagi para milenial dan Gen Z yang aktif di media sosial, kasus es gabus Johar Baru ini menjadi pengingat pentingnya melakukan cross-check atau verifikasi sebelum mempercayai sebuah kabar viral, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Kini, Sudrajat dapat kembali beraktivitas dengan tenang setelah nama baiknya dipulihkan oleh pihak kepolisian.

Kepastian bahwa es gabus miliknya tidak mengandung material busa kasur diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan pelanggan di kawasan Johar Baru dan sekitarnya.

Kasus ini ditutup dengan penegasan bahwa pengawasan pangan akan tetap dilakukan secara ketat, namun dengan tetap mengedepankan prosedur pemeriksaan ilmiah yang akurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darurat Arogansi Aparat: Menilik Dampak Kerugian Pedagang karena Es Gabus Dikira Spons

Darurat Arogansi Aparat: Menilik Dampak Kerugian Pedagang karena Es Gabus Dikira Spons

Your Say | Selasa, 27 Januari 2026 | 06:53 WIB

Dubai Chewy Cookie Viral, Dessert Unik yang Ramai Dicoba Idol K-pop

Dubai Chewy Cookie Viral, Dessert Unik yang Ramai Dicoba Idol K-pop

Your Say | Selasa, 27 Januari 2026 | 07:45 WIB

Viral Stadion Barcelona: Biaya Renovasi Capai Rp25 T, Atap Bocor Camp Nou Kebanjiran

Viral Stadion Barcelona: Biaya Renovasi Capai Rp25 T, Atap Bocor Camp Nou Kebanjiran

Bola | Senin, 26 Januari 2026 | 20:30 WIB

Penjual Sempat Dijejali, Viral Es Kue Jadul Pakai Bahan Spons Berbahaya Ternyata Hoax

Penjual Sempat Dijejali, Viral Es Kue Jadul Pakai Bahan Spons Berbahaya Ternyata Hoax

Entertainment | Senin, 26 Januari 2026 | 18:46 WIB

Sosok yang Fotonya jadi Cover MP3 Akhirnya Muncul, Ngaku Malu saat Viral

Sosok yang Fotonya jadi Cover MP3 Akhirnya Muncul, Ngaku Malu saat Viral

Entertainment | Senin, 26 Januari 2026 | 17:12 WIB

Misteri Kematian Lula Lahfah: Rintihan Tengah Malam dan 2 Fakta Lainnya

Misteri Kematian Lula Lahfah: Rintihan Tengah Malam dan 2 Fakta Lainnya

Entertainment | Senin, 26 Januari 2026 | 12:37 WIB

Sudin Pertamanan Jakpus: Pohon Tumbang Matraman Ada di Area SPBU, Korban Tidak Luka Serius

Sudin Pertamanan Jakpus: Pohon Tumbang Matraman Ada di Area SPBU, Korban Tidak Luka Serius

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:51 WIB

Terkini

Kulit Jagung Dikembangkan Jadi Bioplastik, Bisakah Jadi Alternatif untuk Kurangi Sampah Plastik?

Kulit Jagung Dikembangkan Jadi Bioplastik, Bisakah Jadi Alternatif untuk Kurangi Sampah Plastik?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:15 WIB

Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?

Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:15 WIB

Usut Kasus BJB, KPK Panggil Asisten Pribadi Ridwan Kamil

Usut Kasus BJB, KPK Panggil Asisten Pribadi Ridwan Kamil

News | Senin, 14 September 2026 | 13:14 WIB

DSI Sudah Tepat Jadi Pengawas dan Penyelaras Data Ekspor

DSI Sudah Tepat Jadi Pengawas dan Penyelaras Data Ekspor

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:11 WIB

Satu Korban Kapal Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Pemuda 22 Tahun Asal Malang

Satu Korban Kapal Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Pemuda 22 Tahun Asal Malang

News | Senin, 14 September 2026 | 13:10 WIB

Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala

Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:10 WIB

10 Hari Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Jay Idzes Bikin Was-was

10 Hari Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Jay Idzes Bikin Was-was

Bola | Senin, 14 September 2026 | 13:08 WIB

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

Polda Metro Akan Periksa Anak Ruben Onsu Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

Polda Metro Akan Periksa Anak Ruben Onsu Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

News | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

4 Zodiak Paling Cocok dengan Cancer dalam Asmara, Pasangan Idaman yang Sulit Berpaling

4 Zodiak Paling Cocok dengan Cancer dalam Asmara, Pasangan Idaman yang Sulit Berpaling

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:05 WIB

×