Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri

Bella | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2026 | 19:26 WIB
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri
Menteri Sosial Saifullah Yusuf usai Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
  • Menteri Sosial Gus Ipul mengumumkan Indonesia memakai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) berdasarkan Inpres Nomor 4.
  • DTSEN dikelola oleh BPS sebagai acuan tunggal semua kementerian untuk program sosial, mengurangi data sektoral.
  • Data akan dimutakhirkan triwulan sekali, Kementerian Sosial melaporkan ke BPS untuk pedoman penyaluran bantuan sosial.

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa Indonesia kini telah memasuki babak baru dalam pengelolaan data kemiskinan.

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4, pemerintah kini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan tunggal dalam penyelenggaraan program-program sosial.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Ia menyebut kebijakan ini sebagai sejarah baru dalam tata kelola data di Indonesia.

"Dengan Inpres Nomor 4 itu, kita sekarang menggunakan DTSEN sebagai acuan penyelenggaraan program-program di lingkungan Kementerian Sosial. Dan ini adalah untuk pertama kalinya Indonesia memiliki data tunggal. Data yang dikelola oleh BPS dan dijadikan pedoman oleh seluruh kementerian dan lembaga termasuk pemerintah daerah. Jadi sudah tidak ada lagi lembaga atau kementerian yang memiliki data sendiri-sendiri, tapi sekarang semua yang mengelola itu adalah BPS," kata Gus Ipul.

Meski pengelolaan data secara terpusat berada di Badan Pusat Statistik (BPS), Gus Ipul menjelaskan bahwa Kementerian Sosial tetap memegang peran krusial dalam proses pemutakhiran data di lapangan agar tetap akurat dan mendekati kondisi riil masyarakat.

Namun, ia menyadari bahwa tingkat akurasi data hingga 100 persen merupakan hal yang sulit dicapai karena kondisi sosial masyarakat yang sangat dinamis.

"Untuk 100% akurat rasa-rasanya tidak mungkin. Karena apa? Karena setiap hari ada yang meninggal, setiap hari ada yang lahir, setiap hari ada yang menikah, setiap hari ada yang pindah tempat, setiap hari ada yang naik kelas, dan setiap hari ada yang turun kelas. Jadi ada beberapa kasus di mana keluarga itu yang sebelumnya miskin tiba-tiba dia naik kelas karena mungkin ada tambahan-tambahan atau dari rezeki dari anaknya, dari koleganya yang kemudian dia bisa naik kelas dalam beberapa bulan," jelasnya.

Gus Ipul memaparkan bahwa mekanisme pemutakhiran data ini akan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Kementerian Sosial bertugas menyetorkan hasil pemutakhiran kepada BPS, dan selanjutnya BPS akan mengembalikan data balikan sebagai pedoman penyaluran bantuan sosial (bansos).

"Data itulah yang kemudian kita jadikan sebagai pedoman untuk menyalurkan Bansos. Artinya, Bapak Ibu sekalian, sekarang tidak mungkin lagi atau bisa jadi penerima manfaat itu berubah-ubah. Di triwulan pertama dapat, triwulan kedua tidak dapat, ketiga mungkin dapat, tergantung pada kondisi sosial ekonomi masing-masing KPM," ungkapnya.

Dengan adanya DTSEN, Gus Ipul berharap integrasi berbagai program pemerintah seperti Sekolah Rakyat dan penyaluran subsidi dapat berjalan lebih tepat sasaran sekaligus menghapus ego sektoral antar-lembaga.

"Ini yang baru, Bapak Ibu sekalian, nah dengan data satu tunggal ini kita harapkan maka intervensi pemerintah menjadi terintegrasi dan mengurangi ego sektoral karena datanya sudah sama. Diharapkan Bansos, subsidi sosial, dan lain sebagainya nanti bisa mencapai pada mereka yang telah benar-benar memenuhi kriteria. Bansos tepat sasaran atau Sekolah Rakyat berbasis pada DTSEN," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tito Karnavian Resmikan Huntara Agam, Dorong Percepatan Bantuan dan Validasi Data Korban Bencana

Tito Karnavian Resmikan Huntara Agam, Dorong Percepatan Bantuan dan Validasi Data Korban Bencana

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 10:27 WIB

Data Pribadi Terus Bocor, Seberapa Kuat Keamanan Siber Indonesia?

Data Pribadi Terus Bocor, Seberapa Kuat Keamanan Siber Indonesia?

Tekno | Jum'at, 23 Januari 2026 | 11:37 WIB

Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto

Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:55 WIB

Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik

Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:13 WIB

Komdigi Diminta Stop Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Bisa Bikin Sengsara Seumur Hidup

Komdigi Diminta Stop Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Bisa Bikin Sengsara Seumur Hidup

Tekno | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:23 WIB

Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini

Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:40 WIB

Telkomsel Bongkar Jam Sakral Ramadan 2025: Trafik Digital Meledak 87 Persen Saat Sahur

Telkomsel Bongkar Jam Sakral Ramadan 2025: Trafik Digital Meledak 87 Persen Saat Sahur

Tekno | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:05 WIB

7 Cara Mengamankan Akun Instagram dari Hacker, Solusi Aman dari 'Serangan Reset Password'

7 Cara Mengamankan Akun Instagram dari Hacker, Solusi Aman dari 'Serangan Reset Password'

Tekno | Selasa, 13 Januari 2026 | 15:38 WIB

WASPADA! 12 Aplikasi Ini Diduga Bisa Intip Chat WhatsApp Anda, Segera Cek dan Hapus dari HP

WASPADA! 12 Aplikasi Ini Diduga Bisa Intip Chat WhatsApp Anda, Segera Cek dan Hapus dari HP

Tekno | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:09 WIB

Kebocoran 17,5 Juta Data Instagram, Ujian Serius Perlindungan Privasi Warga

Kebocoran 17,5 Juta Data Instagram, Ujian Serius Perlindungan Privasi Warga

Your Say | Senin, 12 Januari 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

News | Senin, 27 April 2026 | 13:41 WIB

Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Senin, 27 April 2026 | 13:40 WIB

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

News | Senin, 27 April 2026 | 13:37 WIB

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

News | Senin, 27 April 2026 | 13:29 WIB

Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat

Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:27 WIB

Isu Reshuffle Menguat, Qodari: Sepenuhnya Hak Presiden Prabowo

Isu Reshuffle Menguat, Qodari: Sepenuhnya Hak Presiden Prabowo

News | Senin, 27 April 2026 | 13:26 WIB

Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan

Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan

News | Senin, 27 April 2026 | 13:24 WIB

KemenPPPA Sebut Lonjakan Daycare di Indonesia Tak Diiringi Standar dan Legalitas

KemenPPPA Sebut Lonjakan Daycare di Indonesia Tak Diiringi Standar dan Legalitas

News | Senin, 27 April 2026 | 13:22 WIB

Diisukan Bakal Digeser dari KSP Saat Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari Bilang Begini

Diisukan Bakal Digeser dari KSP Saat Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari Bilang Begini

News | Senin, 27 April 2026 | 12:57 WIB

Misteri Motif Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Satu Orang Pelaku Kini Diperiksa Intensif

Misteri Motif Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Satu Orang Pelaku Kini Diperiksa Intensif

News | Senin, 27 April 2026 | 12:51 WIB