Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Selasa, 27 Januari 2026 | 21:37 WIB
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono di acara Diseminasi Nasional Hasil Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Kemenkes siapkan metode swab mandiri inovatif untuk perluas jangkauan deteksi dini kanker serviks.
  • Metode ini miliki validitas tinggi dan mengatasi kendala rasa malu pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
  • Uji coba di Jawa Timur buktikan model self-sampling tingkatkan partisipasi skrining DNA HPV secara signifikan.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan strategi baru yang lebih inovatif untuk memperluas deteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks. Strategi tersebut dilakukan melalui metode swab mandiri yang memungkinkan perempuan melakukan pemeriksaan awal sendiri di rumah.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan bahwa metode ini menjadi alternatif dari pemeriksaan konvensional yang selama ini dilakukan di fasilitas kesehatan.

“Kita mempunyai strategi yang lebih inovatif lagi. Kalau dulu dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan swab pemeriksaan pap smear, kalau sekarang dilakukan pemeriksaan mandiri,” kata Dante usai acara Diseminasi Nasional Hasil Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Dalam skema baru ini, Kemenkes akan menyediakan alat swab kepada masyarakat. Pemeriksaan dilakukan sendiri oleh peserta, kemudian hasil swab tersebut diserahkan kepada petugas laboratorium untuk dianalisis.

“Jadi kita kasih alatnya. Mereka melakukan swab sendiri secara mandiri. Kemudian swab itu, kertas tersebut dikasih ke petugas laboratorium untuk diperiksa,” ujarnya.

Dante mengungkapkan, metode swab mandiri telah diuji coba melalui proyek percontohan (pilot study). Hasilnya menunjukkan tingkat validitas yang cukup tinggi.

“Ternyata dari angka pilot study yang kita lakukan di Surabaya, angka invalidnya cuma 1,1 persen,” kata Dante.

Menurutnya, dengan edukasi yang lebih baik kepada masyarakat, swab mandiri berpotensi menjadi salah satu alat penting dalam mengidentifikasi kasus kanker serviks secara lebih luas.

“Nanti dengan edukasi yang lebih baik, mudah-mudahan swab mandiri ini bisa menjadi salah satu tools yang bisa mengidentifikasi kasus kanker leher rahim di seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

baca juga

Dante menilai, metode ini juga menjawab sejumlah kendala yang selama ini membuat cakupan skrining kanker serviks masih rendah, salah satunya faktor psikologis.

“Karena memang masih ada handicap, salah satunya adalah rasa malu. Kalau mereka harus berobat, mereka harus di-*swab* vaginanya di layanan fasilitas kesehatan,” kata dia.

Dengan swab mandiri, lanjut Dante, perempuan dapat melakukan deteksi dini dari rumah masing-masing tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan sejak tahap awal.

“Karena dengan itu, maka swab mandiri ini bisa mengidentifikasi secara dini di rumah masing-masing,” ujarnya.

Pilot Project di Jawa Timur

Proyek percontohan skrining mandiri kanker leher rahim atau kanker serviks itu dilaksanakan di dua wilayah dengan karakteristik geografis berbeda di Provinsi Jawa Timur, yakni Kelurahan Manukan Kulon, Kota Surabaya, dan Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Proyek ini menerapkan model layanan hub-and-spoke untuk memperluas jangkauan skrining secara merata dan efisien.

Model hub-and-spoke membangun jaringan rujukan antara laboratorium berkapasitas tinggi di wilayah perkotaan padat penduduk sebagai pusat layanan (hub) dengan laboratorium berkapasitas lebih terbatas serta fasilitas pelayanan kesehatan primer di wilayah perdesaan atau semi-perkotaan sebagai penyangga (spoke).

Dengan struktur ini, layanan skrining dapat menjangkau lebih banyak perempuan. Model tersebut berhasil menunjukkan peningkatan partisipasi dan aksesibilitas skrining DNA HPV pada perempuan di Jawa Timur.

Di Kota Surabaya, skrining DNA HPV dilakukan menggunakan model self-sampling atau pengambilan sampel secara mandiri. Program ini menjangkau 5.500 perempuan atau sekitar 75 persen dari target 7.333 perempuan usia sasaran.

Model self-sampling diterima dengan baik karena dinilai sederhana, privat, serta mampu mengurangi rasa takut. Penerapannya juga diperkuat oleh peran aktif kader sebagai rujukan tepercaya di komunitas.

Sampel dari Surabaya diperiksa di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Surabaya dengan menggunakan alat pemeriksaan molekuler otomatis berkapasitas menengah hingga tinggi, guna mendukung skrining berbasis populasi di wilayah perkotaan dengan volume layanan besar.

Sementara itu, di Kabupaten Sidoarjo, skrining dilakukan melalui provider-sampling atau pengambilan sampel oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Wonoayu. Pendekatan ini menjangkau 923 perempuan atau 75 persen dari target 1.230 perempuan usia sasaran.

Metode ini diterima dengan baik karena peserta mendapatkan pendampingan langsung dari tenaga kesehatan, serta didukung penjangkauan aktif oleh kader dan kegiatan komunitas, termasuk di lingkungan kerja.

Sampel dari Kabupaten Sidoarjo diperiksa di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan sistem semi-otomatis yang memanfaatkan infrastruktur pemerintah yang telah tersedia.

Dari sisi operasional, proyek percontohan menunjukkan perbedaan efisiensi antar-laboratorium. Laboratorium di Surabaya mampu memproses hingga 96 sampel per hari dengan keterlibatan tenaga laboratorium sekitar 33 persen dari total waktu proses, sementara sebagian besar tahapan berjalan secara otomatis.

Sebaliknya, sistem semi-otomatis di Mojokerto dengan volume pemeriksaan yang sebanding memerlukan keterlibatan tenaga laboratorium yang lebih besar, yakni sekitar 90 persen dari total waktu proses.

Perbedaan ini memberikan pembelajaran penting terkait dampak tingkat otomasi terhadap efisiensi layanan, serta menjadi pertimbangan strategis dalam penguatan jejaring laboratorium untuk mendukung perluasan skrining DNA HPV secara nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal

Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 17:56 WIB

Horor PPDS Mata Unsri: Dipalak Senior Sampai Coba Bunuh Diri, Kemenkes Turun Tangan

Horor PPDS Mata Unsri: Dipalak Senior Sampai Coba Bunuh Diri, Kemenkes Turun Tangan

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:16 WIB

Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis

Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 09:55 WIB

Terkini

4 Sandal Pria Anti Air untuk Aktivitas Outdoor, Nyaman Buat Nongkrong

4 Sandal Pria Anti Air untuk Aktivitas Outdoor, Nyaman Buat Nongkrong

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:15 WIB

Seharusnya Jadi Saksi, Eks Menhub Budi Karya Sumadi Tak Hadir di Sidang Banding Kasus DJKA

Seharusnya Jadi Saksi, Eks Menhub Budi Karya Sumadi Tak Hadir di Sidang Banding Kasus DJKA

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:15 WIB

Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 11:14 WIB

7 Perbedaan Cermin Cembung dan Cermin Cekung Sifat Bayangan

7 Perbedaan Cermin Cembung dan Cermin Cekung Sifat Bayangan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 11:12 WIB

BRI Raih Penghargaan Bergengsi Indonesia Sports Industry of the Year 2026

BRI Raih Penghargaan Bergengsi Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 11:12 WIB

Makkah Diserang, Amerika Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi

Makkah Diserang, Amerika Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:10 WIB

Sepatu Ajaib Menyeberangi Sungai

Sepatu Ajaib Menyeberangi Sungai

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:09 WIB

BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 11:08 WIB

Peran 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Suap HGB Summarecon

Peran 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Suap HGB Summarecon

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:07 WIB

Polisi Tangkap Sindikat Pemalsuan SIM di Siak dan Pekanbaru, Terungkap Modusnya

Polisi Tangkap Sindikat Pemalsuan SIM di Siak dan Pekanbaru, Terungkap Modusnya

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 11:05 WIB

×