Remaja Jakarta Rentan Jadi Sasaran Utama Child Grooming di Ruang Digital

Bella Suara.Com
Rabu, 28 Januari 2026 | 14:08 WIB
Remaja Jakarta Rentan Jadi Sasaran Utama Child Grooming di Ruang Digital
Ilustrasi Child Grooming. (Pexels/Kampur Production)
Baca 10 detik
  • Remaja di wilayah perkotaan Jakarta sangat rentan menjadi korban *child grooming* akibat interaksi digital yang intensif.
  • Pelaku *online grooming* membangun kepercayaan korban melalui media sosial atau *game online* untuk eksploitasi.
  • Ahli PPPA DKI Jakarta menangani 673 kasus kekerasan seksual terhadap anak sepanjang tahun 2025.

Suara.com - Remaja di wilayah perkotaan seperti Jakarta disebut sebagai kelompok usia yang paling rentan menjadi korban child grooming, seiring semakin luasnya pergaulan dan intensitas interaksi mereka di ruang digital. Kondisi ini menjadi perhatian serius para ahli perlindungan anak.

Tenaga Ahli Psikolog Klinis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Provinsi DKI Jakarta, Meinita Fitriana Sari, menilai fase remaja merupakan masa krusial karena anak mulai aktif membangun relasi sosial di luar lingkup keluarga.

"Dengan situasi dan kondisi yang ada di Jakarta, kerentanannya itu berada di usia remaja, karena dia memulai membangun relasi dengan banyak pihak," ujar Meinita dalam siniar Rabu Belajar bertema "Kenali dan Cegah Anak Kita dari Bahaya Child Grooming" di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu.

Menurutnya, remaja cenderung menghabiskan lebih banyak waktu berinteraksi dengan teman sebaya dibandingkan dengan keluarga. Pada tahap ini, kemampuan untuk mengenali relasi yang sehat dan tidak sehat menjadi faktor pelindung yang sangat penting.

Ancaman semakin kompleks karena anak dan remaja kini telah akrab dengan teknologi digital, mulai dari media sosial hingga gim daring. Paparan ini, jika tidak disertai literasi digital yang memadai, membuka celah terjadinya online grooming.

"Pelaku pada saat online grooming itu mendekati anak, misalnya lewat chat. Kalau di game online, bisa berkomunikasi lewat chat, atau media sosial untuk membangun kepercayaan, lalu pada akhirnya melakukan kekerasan bentuknya seksual atau child grooming," jelas Meinita.

Ia menerangkan, child grooming merupakan pola manipulasi yang dilakukan orang dewasa dengan membangun kedekatan emosional dan kepercayaan anak secara bertahap. Proses ini bertujuan menciptakan kontrol terhadap korban, yang berujung pada eksploitasi atau kekerasan seksual.

Dalam praktiknya, pelaku kerap memulai dengan perhatian berlebih, hadiah, atau janji tertentu. Setelah hubungan terbentuk, anak secara perlahan diisolasi dari lingkungan sekitarnya.

"Artinya, mereka mengondisikan seolah-olah anak ini tidak punya cara untuk meminta bantuan segera, karena kontrolnya ada di pelaku tersebut, sehingga ada ketidakseimbangan relasi kuasa," terang Meinita.

Baca Juga: Shayne Pattynama Punya Keyakinan Besar Sosok John Herdman Bisa Bawa Timnas Indonesia Sukses

Data PPPA DKI Jakarta menunjukkan tingginya angka kekerasan terhadap anak. Sepanjang 2025, lembaga tersebut menangani 2.269 kasus kekerasan, dengan 1.224 di antaranya merupakan kasus kekerasan pada anak. Dari jumlah itu, sebanyak 673 kasus tergolong kekerasan seksual terhadap anak.

Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran serta perlindungan dini bagi anak dan remaja, khususnya di tengah derasnya arus interaksi digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI