'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:57 WIB
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo
Anggota Komisi V DPR Adian Napitupulu. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Politisi PDIP, Adian Napitupulu, mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo melalui Instagram pada 28 Januari 2026.
  • Kritik Adian menyoroti Indonesia bergabung BoP Trump, penempatan keponakan Presiden jadi Deputi BI, dan hakim MK dari partai.
  • Sorotan terakhir adalah tindakan represif aparat terhadap pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Suara.com - Politikus PDIP, Adian Napitupulu, kembali melontarkan kritik tajam terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di awal tahun 2026.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @adian_napitupulu pada Rabu (28/1/2026), ia membagikan infografis bertajuk "Awal Tahun yang Sempurna" yang merangkum empat poin kontroversial yang tengah menjadi sorotan publik.

Unggahan tersebut menyoroti isu mulai dari kebijakan luar negeri, penempatan keluarga di posisi strategis, independensi lembaga yudikatif, hingga tindakan represif aparat terhadap warga sipil.

"Ada yang mau nambahain!?," tulis Adian.

Berikut adalah penjabaran beberapa poin yang diangkat dalam unggahan tersebut.

Gabung BoP Besutan Trump dan Komitmen Rp17 Triliun

Poin pertama Adian menyoroti langkah Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang membawa Indonesia bergabung ke dalam Board of Partners (BoP), sebuah inisiatif kemitraan infrastruktur global yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Bergabungnya Indonesia ke dalam inisiatif global yang dibentuk oleh Donald Trump, memicu polemik di dalam negeri. Isu mengenai kewajiban menyetor dana komitmen sebesar 1 miliar dolar AS atau setara Rp17 Triliun menjadi sorotan.

Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump di KTT Perdamaian (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump di KTT Perdamaian (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Namun, kabar mengenai “biaya masuk” yang cukup fantastis tersebut sudah diperjelas oleh pemerintah guna meredam spekulasi publik yang kian liar.

baca juga

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memberikan penjelasan resmi terkait angka Rp17 triliun tersebut. Menurutnya, terjadi miskonsepsi di tengah masyarakat. Dana tersebut bukanlah membership fee atau biaya keanggotaan untuk bergabung dengan kelompok bentukan Amerika Serikat.

Dirinya mengatakan jika melihat kronologinya pembentukan Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza pada khususnya dan Palestina termasuk upaya rekonstruksi. ia juga menekankan bahwa iuran tersebut bukan kewajiban yang dibebankan kepada setiap anggota, melainkan bersifat sukarela.

Ponakan Presiden Jadi Deputi BI

Dalam unggahan Adian juga menyoroti point terkait terpilihnya Thomas Djiwandono, yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Penunjukan ini memicu perdebatan mengenai praktik nepotisme dan potensi intervensi kekuasaan terhadap independensi bank sentral.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono itu telah resmi dipilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR pada Senin sore (26/1/2026). Terpilihnya Thomas membangkitkan pertanyaan tentang independensi BI, seperti yang diatur undang-undang, ke depannya.

Betapa tidak. Seperti yang sudah banyak diketahui masyarakat bahwa Thomas merupakan keponakan Presiden Prabowo. Dirinya juga sudah lama berkiprah di partai Gerindra, meski mengaku telah keluar dari partai yang didirikan Prabowo sejak akhir tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Hadapan Siswa Sekolah Rakyat, Ipar Prabowo Curhat Pernah Dipecat dari Jabatan Gubernur BI

Di Hadapan Siswa Sekolah Rakyat, Ipar Prabowo Curhat Pernah Dipecat dari Jabatan Gubernur BI

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:39 WIB

Adies Kadir Bukan lagi Kader, Bahlil: Golkar Sudah Wakafkan untuk Jadi Hakim MK

Adies Kadir Bukan lagi Kader, Bahlil: Golkar Sudah Wakafkan untuk Jadi Hakim MK

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:28 WIB

Kronologi Thomas Djiwandono Masuk BI: Dari Bendahara Gerindra, Wamenkeu, hingga Deputi Gubernur

Kronologi Thomas Djiwandono Masuk BI: Dari Bendahara Gerindra, Wamenkeu, hingga Deputi Gubernur

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 17:08 WIB

Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet

Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:17 WIB

Gedung DPR Riuh, Kapolri Pilih Bertani daripada Bernaung di Bawah Kementerian

Gedung DPR Riuh, Kapolri Pilih Bertani daripada Bernaung di Bawah Kementerian

Video | Rabu, 28 Januari 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×