Modifikasi Cuaca Dituding Bikin Iklim Kacau, BMKG Beri Penjelasan

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:14 WIB
Modifikasi Cuaca Dituding Bikin Iklim Kacau, BMKG Beri Penjelasan
Ilustrasi cuaca ekstrem di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • BMKG menegaskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) adalah mitigasi bencana berbasis sains sebagai respons perubahan iklim.
  • BMKG meluruskan narasi sesat bahwa fenomena cold pool diakibatkan atau berbahaya dari hasil OMC.
  • OMC menggunakan teknik penyemaian awan untuk mengatur curah hujan di wilayah tertentu, bukan memindahkannya.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons paralel terhadap menurunnya daya dukung lingkungan serta meningkatnya ancaman perubahan iklim.

Penegasan ini disampaikan BMKG merespons narasi yang beredar di media sosial yang menyebut OMC berisiko menjadi “bom waktu” jika dilakukan terus-menerus. Dalam narasi tersebut, OMC dituding dapat memicu cuaca tidak stabil, membentuk cold pool atau kolam dingin, memindahkan dan menumpuk air di wilayah tertentu hingga berpotensi menyebabkan banjir besar, serta menimbulkan rasa aman palsu.

"BMKG menegaskan bahwa cold poll atau kolam dingin merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami. Fenomena ini terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan," jelas BMKG dalam siaran pers resminya, Kamis (29/1/2026).

Dijelaskan pula bahwa setiap kali hujan terjadi secara alami, tanpa campur tangan manusia, fenomena cold pool pasti terbentuk. Oleh karena itu, mengaitkan cold pool sebagai efek samping berbahaya dari OMC dinilai sebagai kekeliruan secara sains.

BMKG menjelaskan, OMC dengan teknik penyemaian awan (cold seeding) tidak menumbuhkan awan baru, melainkan hanya bekerja pada awan yang sudah terbentuk secara alami. Implementasi OMC bertujuan murni untuk mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat dengan menambah atau mengurangi curah hujan, bukan untuk memicu ketidakstabilan cuaca.

Lebih lanjut, BMKG menyebut bahwa jika OMC berhasil mempercepat turunnya hujan, secara logis hal tersebut memang akan membentuk cold pool. Namun, cold pool yang terbentuk identik secara fisik maupun kimiawi dengan cold pool yang dihasilkan oleh hujan alami.

"Dari skala energi pun, tidak bisa dibenarkan. Ditinjau dari skala energi, teknologi manusia saat ini belum mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar," jelas BMKG.

Melalui modifikasi cuaca, manusia hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh. Kondisi seperti itu, kata BMKG, seperti yang dilakukan melalui modifikasi cuaca di Indonesia.

Terkait narasi bahwa OMC memindahkan hujan ke wilayah tetangga dan berpotensi menimbulkan banjir, BMKG menjelaskan dua metode utama yang digunakan untuk melindungi wilayah strategis. 

Baca Juga: Ketua Komisi V DPR: Longsor Cisarua Mengejutkan, Seperti Petir di Siang Bolong

Pertama, Jumping Process Method, yakni mendeteksi suplai awan dari laut seperti Laut Jawa atau Samudra Hindia menggunakan radar, lalu menyemainya sebelum mencapai daratan agar hujan jatuh di perairan.

Kedua, Competition Method, yang diterapkan pada awan yang tumbuh langsung di atas daratan. Penyemaian dilakukan sejak dini untuk mengganggu pertumbuhan awan, bukan menghilangkannya, agar tidak berkembang menjadi awan Cumulonimbus yang masif. Metode ini bertujuan meluruhkan intensitas hujan, bukan memindahkannya ke wilayah pemukiman lain.

Meski demikian, BMKG mengakui bahwa kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh menjadi faktor penting dalam terjadinya banjir. 

Karena itu, BMKG menilai penataan lingkungan menjadi langkah paling utama dalam penanganan banjir, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Namun secara paralel, upaya pengurangan curah hujan melalui OMC tetap diperlukan agar dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI