- Singapore Airlines Group memfasilitasi arus wisatawan dan pebisnis mancanegara masuk ke Indonesia melalui Singapura sebagai hub strategis.
- Ekspansi rute SIA ke kota global seperti Brussels dan Tiongkok meningkatkan aksesibilitas Indonesia, menipiskan hambatan jarak pariwisata.
- Jaringan SIA mendukung logistik kargo bernilai tinggi serta mobilitas pelaku usaha, mempercepat hubungan dagang dengan Indonesia.
Suara.com - Di era ketika konektivitas menentukan daya saing sebuah negara, jalur udara bukan lagi sekadar soal perjalanan—tetapi tentang arus wisatawan, pergerakan bisnis, hingga distribusi logistik bernilai tinggi. Di titik inilah peran Singapore Airlines (SIA) Group menjadi semakin relevan bagi Indonesia.
Sebagai salah satu maskapai dengan jaringan global terkuat di Asia, SIA bersama Scoot menjadikan Singapura sebagai simpul strategis yang menghubungkan Indonesia dengan dunia.
Setiap rute baru yang dibuka SIA ke kota-kota besar dunia secara tidak langsung memperlebar pintu masuk wisatawan dan pelaku bisnis mancanegara menuju Indonesia.
Hub Regional, Dampak Global
Bandara Changi di Singapura sudah lama dikenal sebagai hub transit utama kawasan Asia-Pasifik. Dari kota inilah penumpang dari Eropa, Tiongkok, Australia, hingga Asia Selatan terhubung dengan mudah ke berbagai destinasi di Indonesia seperti Jakarta, Denpasar, Surabaya, hingga kota-kota sekunder.
Ketika SIA memperluas jaringannya, mulai dari pembukaan rute ke Brussels, penambahan penerbangan ke London Gatwick, hingga ekspansi agresif di Tiongkok seperti Beijing Daxing, efeknya tidak berhenti di Singapura.
Wisatawan dari kota-kota tersebut kini memiliki akses perjalanan yang lebih mulus untuk melanjutkan penerbangan ke Indonesia melalui koneksi yang singkat dan terjadwal rapi.
Bagi pariwisata Indonesia, ini berarti satu hal: hambatan jarak semakin menipis.
Turis Eropa yang mendarat di Brussels atau London bisa terbang langsung ke Singapura dengan SIA, lalu melanjutkan perjalanan ke Bali atau Lombok. Wisatawan Tiongkok dari Beijing dan kota-kota besar lain pun punya opsi koneksi yang lebih variatif menuju destinasi favorit di Indonesia.
Baca Juga: Dolar Singapura (SGD) Cetak Rekor Kurs Tertinggi, Apa Kabar Rupiah?
Bukan Cuma Turis, Tapi Juga Bisnis
Konektivitas udara juga berperan besar dalam hubungan dagang. Pebisnis, investor, dan profesional kini menuntut perjalanan yang cepat, nyaman, dan minim transit rumit. Jaringan SIA yang luas memberi fleksibilitas jadwal dan pilihan rute yang mempercepat mobilitas pelaku usaha ke Indonesia.
Rute-rute SIA ke pusat ekonomi dunia, seperti London, Brussel (jantung politik dan bisnis Eropa), serta kota-kota utama di Tiongkok, membuka jalur pertemuan bisnis yang lebih efisien. Dari Singapura, koneksi ke Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan keuangan Indonesia menjadi sangat kompetitif dari sisi waktu tempuh dan frekuensi penerbangan.
Efek berantainya terasa pada peningkatan potensi investasi, perdagangan bilateral, hingga kolaborasi lintas sektor.
Jalur Udara = Jalur Logistik
Tak kalah penting, penerbangan jarak jauh SIA juga berkontribusi pada pergerakan kargo bernilai tinggi melalui kapasitas belly cargo di pesawat penumpang. Produk-produk bernilai tambah, seperti komponen elektronik, farmasi, hingga komoditas segar premium, mengandalkan jaringan udara yang stabil dan terjadwal.