Menembus Awan Tanpa Jejak: Ambisi Singapore Airlines Menata Langit Biru Masa Depan

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:33 WIB
Menembus Awan Tanpa Jejak: Ambisi Singapore Airlines Menata Langit Biru Masa Depan
Singapore Airlines (instagram/singaporeairid)
  • Singapore Airlines Group mengakuisisi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari Neste dan World Energy untuk mengurangi emisi signifikan.
  • SIA menjalin Nota Kesepahaman jangka panjang dengan Aether Fuels untuk pengadaan SAF berbasis limbah karbon di masa depan.
  • Maskapai ini menargetkan penggunaan 5% SAF pada tahun 2030 sebagai bagian dari upaya mencapai Net Zero emisi tahun 2050.

Suara.com - Bagi industri penerbangan, langit bukan lagi sekadar ruang jelajah, melainkan garis depan dalam peperangan melawan perubahan iklim. Di tengah meningkatnya kesadaran global akan jejak karbon, Singapore Airlines (SIA) Group tidak hanya sekadar mengikuti arus, mereka justru mengambil kemudi untuk menavigasi industri menuju era baru: penerbangan berkelanjutan.

Melalui serangkaian langkah strategis yang baru saja diumumkan, maskapai pembawa bendera Singapura ini membuktikan bahwa keberlanjutan (sustainability) bukan sekadar jargon pemasaran, melainkan komitmen operasional yang mendalam.

SAF: "Bahan Bakar Ajaib" di Balik Strategi Dekarbonisasi

Jantung dari transformasi hijau SIA terletak pada penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Berbeda dengan bahan bakar jet konvensional, SAF yang diproduksi dari sumber terbarukan atau limbah mampu memangkas emisi gas rumah kaca hingga 80% sepanjang siklus hidupnya.

Langkah konkret terbaru ditunjukkan melalui kolaborasi SIA Group dengan raksasa bahan bakar terbarukan, Neste dan World Energy. Dalam transaksi kuartal pertama 2025 ini, SIA Group mengakuisisi 1.000 ton SAF murni dari kilang Neste di Singapura. Menariknya, pasokan ini diproduksi dan dikirimkan langsung ke Bandara Changi, sebuah langkah krusial dalam memperkuat ketahanan rantai pasok energi hijau di jantung Asia Tenggara.

Tak berhenti di situ, SIA juga mengadopsi model Book & Claim melalui akuisisi 2.000 ton SAF dari World Energy yang berbasis di Amerika Serikat. Mekanisme ini memungkinkan SIA mengklaim pengurangan emisi secara fleksibel tanpa terhalang batasan geografis pengiriman fisik. Kedua transaksi ini diperkirakan mampu melenyapkan lebih dari 9.500 ton emisi karbon dioksida dari atmosfer.

Diplomasi Hijau dan Kampanye Green Fuel Forward

SIA memahami bahwa dekarbonisasi tidak bisa dilakukan dalam isolasi. Lee Wen Fen, Chief Sustainability Officer Singapore Airlines, menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai pemasok dan mengeksplorasi berbagai model pengadaan, kami memperdalam pemahaman kami tentang jalur menuju ekosistem penerbangan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Keterlibatan SIA dalam kampanye Green Fuel Forward—sebuah inisiatif dari World Economic Forum dan GenZero Singapura, menegaskan peran mereka sebagai pemimpin opini di kawasan Asia-Pasifik. Mereka tidak hanya membeli bahan bakar, tetapi juga mengadvokasi kebijakan dan membangun kemitraan untuk memastikan bahwa langit masa depan tetap biru bagi generasi mendatang.

Inovasi Tanpa Batas: Kolaborasi dengan Aether Fuels

Jika kerja sama dengan Neste dan World Energy adalah langkah untuk hari ini, maka kemitraan dengan Aether Fuels adalah investasi untuk hari esok. SIA Group baru saja menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengadaan SAF jangka panjang dari fasilitas produksi masa depan Aether di Amerika Serikat dan Asia Tenggara.

Aether Fuels membawa teknologi revolusioner bernama Aether Aurora™. Teknologi ini memanfaatkan limbah karbon sebagai bahan baku, yang tidak hanya menekan biaya modal tetapi juga meningkatkan efisiensi produksi. Hasilnya? Bahan bakar jet yang lebih hijau dengan pengurangan gas rumah kaca minimal 75%.

Conor Madigan, CEO Aether Fuels, memberikan apresiasi tinggi terhadap visi SIA. Menurutnya, tujuan dekarbonisasi SIA telah menginspirasi inovasi di seluruh rantai pasok.

"Kolaborasi ini akan memperkuat program pengembangan proyek kami dan mempercepat jalan kami menuju komersialisasi," ungkap Madigan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Karbon Digital Tersembunyi di Balik Setiap Email yang Anda Kirim

Jejak Karbon Digital Tersembunyi di Balik Setiap Email yang Anda Kirim

Your Say | Kamis, 25 Desember 2025 | 12:10 WIB

Lebih Dekat, Lebih Hijau: Produksi LPG Lokal untuk Tekan Emisi Transportasi Energi

Lebih Dekat, Lebih Hijau: Produksi LPG Lokal untuk Tekan Emisi Transportasi Energi

News | Jum'at, 21 November 2025 | 14:17 WIB

SIG Pimpin BUMN Klaster Infrastruktur Perkuat Riset Konstruksi Rendah Karbon

SIG Pimpin BUMN Klaster Infrastruktur Perkuat Riset Konstruksi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:56 WIB

Terkini

Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:35 WIB

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:57 WIB

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:52 WIB

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:45 WIB

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:32 WIB

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:25 WIB

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:24 WIB

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:18 WIB

Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:10 WIB

Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya

Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:06 WIB