Kesaksian Ahok Ungkap Borok Tata Kelola Pertamina 20132024, Pengamat Desak Kejaksaan Lakukan Ini

Galih Prasetyo

Jum'at, 30 Januari 2026 | 16:00 WIB
Kesaksian Ahok Ungkap Borok Tata Kelola Pertamina 20132024, Pengamat Desak Kejaksaan Lakukan Ini
Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah Riva Siahaan (kiri) mendengarkan keterangan dari mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (27/1/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/wsj]
baca 10 detik
  • Sidang kasus korupsi tata niaga migas Pertamina di PN Tipikor Jakarta pada Selasa (27/1/2026) melibatkan kesaksian kunci Ahok.
  • Pengamat menilai kesaksian Ahok menguatkan dugaan penyimpangan sistematis Pertamina terjadi antara tahun 2013 hingga 2024.
  • Hingga kini, Kejaksaan Agung telah menetapkan 18 tersangka, termasuk Mohammad Riza Chalid dan beberapa direktur Pertamina.

Suara.com - Sidang kasus dugaan korupsi dalam tata niaga minyak mentah dan produk turunannya di PT Pertamina (Persero) yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Selasa (27/1/2026) memasuki babak baru.

Kesaksian Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan Komisaris Utama Pertamina, dinilai pengamat menjadi kunci untuk membuka praktik buruk dalam pengelolaan energi nasional selama lebih dari satu dekade.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/1/2026), Pengamat Kejaksaan Fajar Trio menyebutkan bahwa pernyataan Ahok bukan sekadar pengakuan biasa, melainkan konfirmasi kuat atas adanya penyimpangan yang berlangsung sistematis antara tahun 2013 hingga 2024.

Fajar menegaskan bahwa kesaksian Ahok selaras dengan keterangan saksi-saksi kunci sebelumnya, seperti mantan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Wakil Komisaris Utama Pertamina, Arcandra Tahar.

Sinkronisasi pernyataan ini menurutnya menunjukkan adanya maladministrasi yang terstruktur dan kolektif dari hulu hingga hilir perusahaan energi plat merah tersebut.

“Apa yang disampaikan Ahok di persidangan adalah kepingan puzzle terakhir yang memperjelas gambaran besar adanya potensi kerugian negara yang masif di tubuh Pertamina. Ini bukan sekadar dugaan, melainkan fakta persidangan yang menunjukkan bahwa sistem kita sedang tidak berjalan baik,” ujar Fajar.

Fajar juga menyebutkan bahwa kesaksian tersebut menjadi lonceng kematian bagi para oknum yang selama ini memanfaatkan celah dalam mekanisme impor dan kontrak minyak mentah.

Ia menyoroti lemahnya transparansi dalam pengadaan dan kontrak dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang disebutnya sering mengabaikan prinsip efisiensi dan kepentingan publik.

Pengamat Kejaksaan itu mendesak Kejaksaan Agung untuk segera memanfaatkan momentum ini dalam memperdalam penyelidikan.

baca juga

Fajar berharap korps penegak hukum tidak berhenti pada tingkat pelaksana operasional, tetapi juga menelusuri aktor intelektual di balik penyimpangan tata kelola yang terjadi bertahun-tahun.

“Bola panas kini berada di tangan hakim dan jaksa. Publik menunggu keberanian institusi hukum untuk membersihkan Pertamina dari praktik-praktik yang merugikan rakyat banyak,” katanya.

Fajar juga memberikan apresiasi kepada para saksi yang berani membuka tabir gelap praktik di perusahaan pelat merah tersebut.

Menurutnya, fakta-fakta persidangan harus menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem pengadaan energi nasional agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga saat ini, tim penyidik dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung telah menetapkan 18 tersangka dalam kasus ini.

Mereka berasal dari jajaran manajemen internal Pertamina, perusahaan rekanan, hingga pengusaha swasta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejari Sleman Resmi Hentikan Perkara Hogi Minaya, Suami yang Bela Istri dari Jambret

Kejari Sleman Resmi Hentikan Perkara Hogi Minaya, Suami yang Bela Istri dari Jambret

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 18:30 WIB

Jampidsus Geledah Rumah Eks Menteri dan Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Kemenhut

Jampidsus Geledah Rumah Eks Menteri dan Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Kemenhut

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:50 WIB

Jadwal Proliga Gresik Hari Ini: Klub Megawati Hangestri Hadapi Medan Falcons

Jadwal Proliga Gresik Hari Ini: Klub Megawati Hangestri Hadapi Medan Falcons

Sport | Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:19 WIB

Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN

Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN

Video | Kamis, 29 Januari 2026 | 14:10 WIB

Kajari Sleman Minta Maaf di DPR, Siap Jalankan Instruksi Hentikan Kasus Hogi Minaya

Kajari Sleman Minta Maaf di DPR, Siap Jalankan Instruksi Hentikan Kasus Hogi Minaya

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:23 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×