Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?

Vania Rossa | Dea Hardiningsih Irianto | Suara.com

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:51 WIB
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz
  • Aktivis Dipo Ilham merespons pernyataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo tentang mempertaruhkan jiwa raga saat rapat Komisi III DPR RI.
  • Dipo mempertanyakan konteks ancaman "titik darah penghabisan" yang diucapkan Kapolri terkait hubungan polisi dan masyarakat sipil.
  • Dipo berpendapat frasa tersebut mencerminkan DNA institusi Polri yang masih bersifat militeristik dan sentralistik.

Suara.com - Aktivis gerakan mahasiswa ’98, Dipo Ilham menanggapi pernyataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menyatakan akan mempertaruhkan jiwa raga sampai titik darah penghabisan.

Hal itu disampaikan Listyo di hadapan Komisi III DPR RI saat membahas wacana penempatan Polri di bawah kementerian.

Dipo lantas mempertanyakan pihak mana yang hendak dihadapi Listyo sampai harus menggunakan frasa ‘titik darah penghabisan’.

“Siapa yang mau dia hadapi? Kalau dia sebagai polisi masyarakat harus ngomong tentang darah, dia mau bertumpah darah dengan rakyatnya sendiri?” kata Dipo dalam siniar yang tayang pada akun Forum Keadilan TV di Youtube, dikutip pada Sabtu (31/1/2026).

Dia menilai bahwa bahasa yang digunakan Listyo tersebut sudah menjadi DNA dalam institusi Polri dengan sifat militeristik.

“Makanya saya bilang ini sudah tidak cocok lagi kalau Polri dalam rangka kamtibmas itu sentralistik. Dia jadi super body, super power, bahkan superior. Dia lebih tentara daripada tentara,” ujar Dipo.

Menurut dia, jika pernyataan Listyo itu disampaikan oleh institusi TNI masih wajar karena untuk menjaga kedaulatan nasional, menjaga wilayah negara, hingga menghadapi musuh.

Namun, dia menilai pernyataan itu tidak wajar karena keluar dari institusi Polri. Sebab, pernyataan tersebut justru terkesan adanya kultur militeristik dalam institusi Polri.

“Mereka tuh kan lahir tidak sama dengan rahimnya TNI. Ini sangat berbeda. Tiba-tiba dia (Polri) jadi militeristik,” tandas Dipo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Polri di Bawah Kementerian, Boni Hargens: Sikap Kapolri Jaga Arsitektur Demokrasi

Tolak Polri di Bawah Kementerian, Boni Hargens: Sikap Kapolri Jaga Arsitektur Demokrasi

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:40 WIB

Gedung DPR Riuh, Kapolri Pilih Bertani daripada Bernaung di Bawah Kementerian

Gedung DPR Riuh, Kapolri Pilih Bertani daripada Bernaung di Bawah Kementerian

Video | Rabu, 28 Januari 2026 | 16:00 WIB

Kekayaan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang Pilih Jadi Petani Ketimbang Menteri Kepolisian

Kekayaan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang Pilih Jadi Petani Ketimbang Menteri Kepolisian

Lifestyle | Selasa, 27 Januari 2026 | 16:11 WIB

Terkini

Zionis Israel Targetkan Anak Sekolah, Pelajar 14 Tahun Ditembak Mati di Tepi Barat

Zionis Israel Targetkan Anak Sekolah, Pelajar 14 Tahun Ditembak Mati di Tepi Barat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:26 WIB

AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?

AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:12 WIB

Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri

Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 07:31 WIB

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB