Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 02 Februari 2026 | 15:36 WIB
Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti
Jokowi saat memberikan pidato dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (31/1/2026). [Suara.com/ Lorencia Clara Tambing]
baca 10 detik
  • Hubungan Jokowi dan Megawati mencapai titik nadir karena dukungan Jokowi kepada PSI yang dipimpin Kaesang.
  • Ketegangan muncul akibat ambisi Jokowi tiga periode yang ditolak tegas oleh Megawati Soekarnoputri.
  • Jokowi dituding berkhianat dengan memaksakan Gibran jadi wapres melalui putusan MK yang dipimpin iparnya.

Suara.com - Hubungan antara mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kini berada di titik nadir.

Manuver politik Jokowi yang secara terang-terangan memberikan dukungan "mati-matian" kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep, dinilai sebagai puncak pengkhianatan.

Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menilai langkah Jokowi tidak lagi mencerminkan sikap seorang negarawan yang bertindak demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

Sebaliknya, mantan Gubernur Jakarta dan Wali Kota Solo itu dituding sedang mempertontonkan syahwat politik demi melanggengkan kekuasaan melalui dinasti keluarga.

“Ini menunjukkan Jokowi bukan tauladan yang baik sebagai tokoh politik, karena dia hanya mementingkan terus berkuasa” ujar Politisi PDI Perjuangan Mohammad Guntur dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2/2026).

Ketegangan ini disebut-sebut berakar dari ambisi terselubung Jokowi untuk menjabat sebagai presiden selama tiga periode.

Namun, langkah tersebut terbentur oleh Megawati selaku Ketua Umum PDI Perjuangan yang dengan tegas menolak gagasan tersebut demi menjaga amanah konstitusi.

Penolakan keras Megawati itulah yang diduga menjadi pemantik keretakan. Alih-alih patuh pada partai politik, Jokowi dituding memilih jalan pintas yang kontroversial.

Puncak dari apa yang disebut sebagai "pengkhianatan" ini adalah pemaksaan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai wakil presiden.

baca juga

“Seperti halnya dia ingin menjadi presiden 3 periode, namun karena ditolak Ibu Megawati Ketua Umum PDI Perjuangan, Jokowi berkhianat, dengan memaksakan anaknya Gibran menjadi wapres dengan mengangkangi konstitusi melalui Mahkamah Konstitusi yang dipimpin iparnya sendiri saat itu,” kata dia.

Jalan Gibran menuju kursi Calon Wakil Presiden menjadi sorotan karena dianggap "mengangkangi" konstitusi melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Diketahui, kala itu MK dipimpin oleh Anwar Usman, yang tak lain adalah ipar dari Jokowi sendiri. Putusan yang memuluskan batas usia cawapres tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk rekayasa hukum demi memuluskan jalan dinasti politik.

Sikap Jokowi yang kini lebih condong ke PSI dan meninggalkan PDI Perjuangan dianggap sebagai cermin hilangnya etika politik.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029

Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 12:40 WIB

Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI

Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:17 WIB

Jokowi ke Makassar, Pidato di Rakernas PSI: Ada Kejutan Soal Posisi Strategis?

Jokowi ke Makassar, Pidato di Rakernas PSI: Ada Kejutan Soal Posisi Strategis?

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:13 WIB

Kaesang Singgung Ketidakhadiran Bapak J saat Rakernas

Kaesang Singgung Ketidakhadiran Bapak J saat Rakernas

Video | Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:22 WIB

Terkini

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

×