Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:38 WIB
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
Guru Besar Fakultas Hukum (FH) UGM, Zainal Arifin Mochtar. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar, menekankan urgensi restrukturisasi Polri karena memiliki kewenangan yang terlalu luas.
  • Usulan pemangkasan kewenangan administratif Polri, seperti SIM dan STNK, disarankan diserahkan kepada Pemerintah Daerah.
  • Ia juga menyoroti perlunya TNI ditarik dari urusan sipil agar institusi tetap berpegang pada prinsip republik untuk publik.

Suara.com - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, menyoroti urgensi restrukturisasi di tubuh kepolisian yang dinilai memiliki kewenangan terlalu luas.

Pria yang akrab disapa Uceng itu menilai beban kewenangan yang berlebihan perlu dikurangi agar Polri bisa kembali fokus pada fungsi utamanya sebagai pelayan dan pengayom masyarakat.

"Saya kira restrukturisasi lembaga itu menjadi penting. Kepolisian ini kan terlalu penuh dengan kewenangan, udah terlalu penuh. Cara satu-satunya adalah ya memang harus dikikis sebagian," kata Uceng dalam Konferensi Akademik Republik 'Masa Depan Demokrasi: Polisi, Militer dan Gerakan Sosial' dan Launching Akademik Republikan di Fisipol UGM, Selasa (3/2/2026).

Usul Pangkas Kewenangan Administratif

Menurut Uceng, salah satu kewenangan yang bisa dipangkas dari tubuh kepolisian adalah urusan administratif seperti penerbitan SIM dan STNK.

"Menurut saya kewenangan misalnya untuk SIM, STNK, itu dibuang aja ke Pemda. Enggak perlu lagi Polisi mengerjakan," ujarnya.

Namun, ia menyadari usulan tersebut tidak mudah direalisasikan. Sektor penerbitan dokumen kendaraan selama ini kerap dianggap sebagai “lahan basah” di internal kepolisian.

"Walaupun saya tahu ini sulit, karena dalam banyak temuan riset, inilah pundi-pundi, salah satu pundi-pundi utama," ungkapnya.

Digitalisasi Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah

baca juga

Uceng juga menilai berbagai upaya perbaikan yang dilakukan Polri saat ini, seperti digitalisasi layanan, masih sebatas menyentuh permukaan persoalan.

Ia mengakui inovasi teknologi merupakan langkah yang baik, tetapi belum menyentuh akar persoalan struktural.

"Saya setuju dengan apa yang dilakukan oleh Polri sekarang, memperbaiki bikin Super App, bikin memperbaiki, itu bagian yang penting. Tapi menurut saya itu bukan root cause-nya. Itu bukan akar utamanya bukan di situ," tuturnya.

Ia pun mengingatkan agar Komisi Percepatan Reformasi Polri tidak terjebak pada solusi yang hanya mengobati gejala tanpa menyentuh penyakit utamanya, sehingga reformasi bisa bersifat jangka panjang dan substantif.

Soroti Peran TNI dalam Urusan Sipil

Selain kepolisian, Uceng juga memberikan catatan kritis terhadap institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia menekankan pentingnya profesionalitas militer dengan membatasi keterlibatan tentara dalam urusan sipil yang tidak relevan dengan pertahanan negara.

"Sama dengan tentara. Tentara harus ditarik ke barak. Enggak bisa diasumsikan bahwa tentara itu kayak 'superhuman', bukan lagi super app, superhuman. Dia bisa melakukan apapun. Mulai dari tanam jagung, ubi, sampai urus gizi makanan anak-anak sekolah," tandasnya.

Ingatkan Prinsip Republik

Uceng menegaskan agar TNI dan Polri tetap berpegang pada prinsip republik dengan bekerja semata-mata untuk kepentingan publik, bukan kepentingan politik praktis.

"Bayangan saya adalah, memang ini saatnya. Tarik kembali polisi, tarik kembali ke tentara untuk memahami bahwa ini prinsip republik. Anda tetap bisa menjadi alat kelengkapan negara, tapi Anda bekerjanya untuk publik," tegasnya.

"Bukan untuk kekuasaan. Bukan untuk dipakai memenangkan Pemilu 2024. Apalagi dipersiapkan untuk memenangkan Pemilu 2029," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja

Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja

News | Senin, 02 Februari 2026 | 20:56 WIB

Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi

Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi

News | Senin, 02 Februari 2026 | 17:01 WIB

Sebut Kapolri 'Murtad Politik', Sri Raja Kritik Pernyataan Listyo Sigit soal Polri di Bawah Presiden

Sebut Kapolri 'Murtad Politik', Sri Raja Kritik Pernyataan Listyo Sigit soal Polri di Bawah Presiden

News | Senin, 02 Februari 2026 | 15:09 WIB

Terkini

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Moisturizer Sudah Mengandung SPF, Perlukah Apply Sunscreen Lagi? Ini Penjelasannya

Moisturizer Sudah Mengandung SPF, Perlukah Apply Sunscreen Lagi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:03 WIB

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:56 WIB

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 09:55 WIB

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:40 WIB

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 09:22 WIB

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 09:13 WIB

×