Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus

Erick Tanjung | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:37 WIB
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi. (Suara.com/Bagaskara)
  • Demokrat masih mengkaji revisi ambang batas parlemen sambil menunggu masukan para ahli.
  • Dede Yusuf menilai ambang batas penting guna mencegah penumpukan fraksi di parlemen.
  • PAN mengusulkan penghapusan ambang batas agar suara jutaan pemilih tidak terbuang sia-sia.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Dede Yusuf, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih mencermati seluruh proses pembahasan mengenai revisi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) di Komisi II DPR RI. Hal tersebut disampaikan guna menanggapi isu penurunan angka ambang batas yang tengah menjadi perbincangan publik.

Dede menekankan bahwa Partai Demokrat tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Saat ini, partai berlogo bintang mercy tersebut masih fokus menjaring masukan dari para praktisi, pengamat, dan akademisi untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif.

"Demokrat akan mengikuti semua proses di Komisi II. Kami masih menjaring masukan dari para ahli," ujar Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia memberikan catatan bahwa penurunan angka ambang batas tidak otomatis menjadi solusi atas hilangnya suara pemilih. Dede merujuk pada data Pemilu 2009, di mana meski ambang batas hanya 2,5 persen, sebanyak 19 juta suara tetap tidak terkonversi menjadi kursi.

Lebih lanjut, Dede mengungkapkan kekhawatirannya terkait konsistensi hukum, terutama jika muncul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendadak mengubah sistem.

Meski masih dalam tahap pengujian, ia menegaskan bahwa ambang batas adalah instrumen fundamental secara global untuk menjaga stabilitas parlemen agar tidak terjadi penumpukan partai yang berlebihan (overcrowded party).

"Jika terlalu banyak fraksi di parlemen, posisi pendukung pemerintah dan oposisi bisa menjadi kabur. Ini yang harus kita cegah agar tidak terjadi over-empowering," tuturnya.

Di sisi lain, Partai Amanat Nasional (PAN) justru menyatakan dukungannya terhadap penghapusan ambang batas, baik untuk parlemen maupun pemilihan presiden (presidential threshold). Langkah ini dinilai perlu agar jutaan suara pemilih tidak terbuang sia-sia.

Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menjelaskan bahwa ambang batas selama ini menghalangi aspirasi masyarakat karena partai pilihan mereka gagal memenuhi syarat persentase minimal.

"PAN menginginkan penghapusan ambang batas karena ada jutaan pemilih yang aspirasinya tidak tertampung di DPR," kata Eddy pada Kamis (29/1/2026).

Terkait teknis pelaksanaan, PAN mengusulkan agar sistem di DPR RI mengadopsi mekanisme DPRD tingkat daerah. Artinya, partai yang meraih kursi namun tidak cukup untuk berdiri sendiri dapat bergabung dengan partai lain membentuk fraksi gabungan. Dengan demikian, aspirasi masyarakat melalui legislator pilihan mereka tetap tersalurkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana

Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:26 WIB

Hasto Kristiyanto Ungkap Alasan PDIP Tetap Pertahankan Ambang Batas Parlemen

Hasto Kristiyanto Ungkap Alasan PDIP Tetap Pertahankan Ambang Batas Parlemen

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 11:00 WIB

Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat

Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 18:56 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB