Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:42 WIB
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
Komisioner KPAI Diyah Puspitarini (kanan). (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • KPAI mengidentifikasi kasus bunuh diri anak di Ngada sebagai pola berulang dengan penyebab utama serupa sejak 2023.
  • Faktor penyebab utama kasus bunuh diri anak meliputi perundungan, pengasuhan bermasalah, dan keterbatasan ekonomi keluarga.
  • Kasus Ngada mirip Kebumen 2023 karena korban tidak tinggal bersama orang tua dan menghadapi isu ekonomi mendasar.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus anak 10 tahun yang mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tidak bisa dilihat sebagai kejadian tunggal, melainkan bagian dari pola yang terus berulang setiap tahun.

Komisioner KPAI Diyah Puspitarini mengatakan, sejak 2023 pihaknya mendalami berbagai kasus anak mengakhiri hidup di Indonesia dengan faktor penyebab yang relatif serupa.

“Sejak tahun 2023 saya mendalami kasus anak mengakhiri hidup di Indonesia. Faktor penyebabnya paling banyak memang karena bullying, kemudian kedua karena pengasuhan yang bermasalah di rumah, dan yang ketiga faktor ekonomi, keempat ada faktor game online, kelima juga faktor asmara,” kata Diyah kepada suara.com, dihubungi Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, faktor-faktor tersebut tidak selalu berdiri sendiri. Dalam kasus Ngada, KPAI melihat faktor ekonomi muncul secara berulang dan berkelindan dengan persoalan lain.

“Apakah kemudian untuk anak mengakhiri hidup ini berdiri sendiri, bisa iya, bisa tidak. Di kasus Ngada ini, kami melihat memang faktor ekonomi menjadikan anak mengakhiri hidup itu ada beberapa, bahkan setiap tahun selalu ada seperti ini. Tetapi mirisnya karena memang ini enggak bisa beli buku,” ujarnya.

Diyah membandingkan kasus di Ngada dengan peristiwa serupa yang juga pernah terjadi di Kebumen pada 2023. Kala itu, seorang anak yang juga berusia 10 tahun mengakhiri hidup karena persoalan yang juga sangat mendasar yakni lantaran tidak bisa jajan.

Ia menilai, kedua kasus tersebut memiliki kemiripan yang mencolok, terutama dari sisi pola pengasuhan.

“Di kasus Ngada dan di Kebumen itu juga hampir mirip. Jadi sama-sama anak yang tidak tinggal dengan orangtuanya. Karena orangtuanya bekerja sehingga tinggal dengan nenek atau pengasuhan ketiga,” kata Diyah.

Atas dasar itu, KPAI meminta agar penanganan kasus anak di Ngada tidak dilakukan secara sempit dan tidak berhenti pada label kemiskinan ekstrem semata. KPAI memandang kasus anak mengakhiri hidup sebagai bentuk kekerasan, sekaligus menempatkan anak sebagai korban.

baca juga

Sebelumnya diberitakan, seorang anak berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah pohon di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, pada Kamis (29/1/2026). Korban diketahui merupakan siswa kelas IV SD.

Saat mengevakuasi jasad korban, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan berbahasa daerah Bajawa yang ditujukan kepada ibunya. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki latar belakang peristiwa tersebut, termasuk dugaan kekecewaan korban karena tidak dibelikan peralatan tulis akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin

Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:45 WIB

Surat Terakhir Bocah SD Akhiri Hidup: Jangan Menangis Mama, Relakan Saya Pergi

Surat Terakhir Bocah SD Akhiri Hidup: Jangan Menangis Mama, Relakan Saya Pergi

Entertainment | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:20 WIB

Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis

Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:59 WIB

Terkini

Iuran BPJS Ketenagakerjaan Mandiri Bayar Berapa? Begini Cara Daftarnya

Iuran BPJS Ketenagakerjaan Mandiri Bayar Berapa? Begini Cara Daftarnya

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 11:45 WIB

5 Kebiasaan Sederhana untuk Mengatasi Mata Lelah Akibat Menatap Layar

5 Kebiasaan Sederhana untuk Mengatasi Mata Lelah Akibat Menatap Layar

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 11:44 WIB

Redmi Turbo 6 Max Dibekali Baterai 11.000 mAh, Siap Jadi HP Xiaomi dengan Baterai Terbesar?

Redmi Turbo 6 Max Dibekali Baterai 11.000 mAh, Siap Jadi HP Xiaomi dengan Baterai Terbesar?

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 11:43 WIB

3 Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Kalteng, 2 Jenazah Dipulangkan

3 Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Kalteng, 2 Jenazah Dipulangkan

Kalbar | Kamis, 05 November 2026 | 11:42 WIB

Persib Dongkrak Ranking AFC Indonesia, Koleksi Poin Super League Lampaui Australia dan Korea Selatan

Persib Dongkrak Ranking AFC Indonesia, Koleksi Poin Super League Lampaui Australia dan Korea Selatan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 11:36 WIB

Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa

Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:36 WIB

Bersiap! Film Naruto Live-Action Siap Diproduksi Mulai Awal Tahun 2027

Bersiap! Film Naruto Live-Action Siap Diproduksi Mulai Awal Tahun 2027

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:34 WIB

Ada Celah Hukum, Wamenkum Sebut Koruptor Bisa Lolos dari Perampasan Aset saat Tersangka Meninggal

Ada Celah Hukum, Wamenkum Sebut Koruptor Bisa Lolos dari Perampasan Aset saat Tersangka Meninggal

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:33 WIB

Kenapa Jakarta Disebut Siaga 1? Eks Kapolri Jadi Tersangka, Puluhan Ribu TNI Dikerahkan

Kenapa Jakarta Disebut Siaga 1? Eks Kapolri Jadi Tersangka, Puluhan Ribu TNI Dikerahkan

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:32 WIB

Review The Intern: Sindiran Budaya Kerja Korea yang Dikemas Komedi

Review The Intern: Sindiran Budaya Kerja Korea yang Dikemas Komedi

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:30 WIB

×