Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena

Bella | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Rabu, 04 Februari 2026 | 19:59 WIB
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena
Ilustrasi mayat anak. [Antara]
  • Polres Ngada menyatakan YBS (10 tahun) meninggal di NTT bukan sebab alat tulis, tetapi karena nasihat orang tua.
  • Korban sering dinasihati orang tua sebab sering absen sekolah dan bermain hujan sebelum peristiwa tragis tersebut.
  • Penyelidikan mengonfirmasi tidak ada kekerasan; kepolisian menyimpulkan kematian adalah murni niat korban sendiri.

Suara.com - Pihak kepolisian mengklaim bahwa YBS, bocah 10 tahun yang nekat mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan karena menginginkan alat tulis.

Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, korban mengakhiri hidup bukan karena persoalan alat tulis, melainkan akibat sering dinasihati oleh orang tuanya.

“Jadi, kalau untuk pulpen dan buku ini perlu kita luruskan ya. Fakta di lapangan bukan karena alat tulisnya. Melainkan karena sering dinasihati oleh orang tuanya,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Korban dinasihati oleh orang tuanya, lanjut Andrey, lantaran dalam satu minggu YBS beberapa kali tidak masuk sekolah dengan alasan sakit.

Kemudian, pada malam sebelum peristiwa tersebut terjadi, YBS kembali dinasihati agar tidak bermain hujan-hujanan.

“Hal ini dikarenakan si anak dalam satu minggu itu beberapa kali tidak masuk sekolah dengan alasan sakit,” katanya.

“Kemudian, pada malam sebelumnya, orang tuanya memberikan nasihat kepada korban untuk jangan bermain hujan-hujanan. Nanti sakit kepala, dan kalau sakit kepala akhirnya tidak sekolah,” imbuh Andrey.

Namun, Andrey menyebut ada kemungkinan YBS salah mengartikan nasihat dari orang tuanya. Diduga, saat itu YBS tersinggung akibat nasihat tersebut.

“Jadi ceritanya bukan karena alat tulis, tetapi karena sering dinasihati oleh ibunya mengenai pemberian nasihat tersebut,” jelasnya.

Andrey juga menuturkan bahwa selama proses pemberian nasihat, tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap YBS.

Hal itu diperkuat dengan hasil visum yang menunjukkan tidak adanya bekas kekerasan di tubuh korban.

“Tidak ada, karena terakhir hasil visum juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian menyimpulkan bahwa YBS mengakhiri hidup atas niatnya sendiri.

“Kami dapat menyimpulkan bahwa ini memang murni niatan si korban untuk mengakhiri hidup dengan cara seperti itu,” tandasnya.

Sebelumnya dikabarkan, seorang murid berinisial YBS yang masih duduk di kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, nekat mengakhiri hidup akibat putus asa dengan kondisi yang dialaminya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara

Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 18:46 WIB

Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia?

Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia?

Liks | Rabu, 04 Februari 2026 | 18:24 WIB

DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh

DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 18:14 WIB

Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya

Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 17:27 WIB

Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Ingatkan Pentingnya Data Perlindungan Sosial

Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Ingatkan Pentingnya Data Perlindungan Sosial

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 17:24 WIB

Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi

Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:47 WIB

Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada

Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 11:49 WIB

Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!

Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 11:42 WIB

Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!

Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:07 WIB

Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan

Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:04 WIB

Terkini

Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal

Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:28 WIB

BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026

BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:16 WIB

Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil

Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:15 WIB

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:02 WIB

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:59 WIB

KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun

KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:54 WIB

Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat

Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:37 WIB

Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran

Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:33 WIB

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:29 WIB