Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:41 WIB
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa
Polda Kalbar melakukan olah TKP di lokasi siswa lempar bom molotov ke sekolah SMPN 3 Sungai Raya, Kubu Raya. (Ist)
baca 10 detik
  • Sosiolog UGM menilai kasus kekerasan siswa di Kalbar dan Jakarta adalah gejala kegagalan sistem pendidikan otoriter negara.
  • Aksi ekstrem siswa adalah "pedagogi putus asa" muncul karena minimnya ruang dialog keluarga, sekolah, dan negara.
  • Paparan kekerasan melalui media sosial memperparah kondisi, diperburuk lemahnya pengawasan pemerintah terhadap akses digital anak.

Bom molotov, kata dia, merupakan manifestasi fisik dari keputusasaan tersebut.

"Jadi ada bagaimana molotov ini adalah 'pedagogi putus asa' ya. Jadi ekspresi dari pedagogi putus asa dalam bentuk bom molotov dari anak-anak kita itu, itu adalah bagian dari emosi yang di-agresikan keluar," tambahnya.

Media Sosial Memperparah

Selain faktor tekanan lingkungan, Widyanta bilang bahwa paparan kekerasan di media sosial turut memperparah situasi.

Anak-anak yang tidak memiliki pegangan nilai yang kuat dari dialog keluarga akan melakukan mimesis atau peniruan terhadap konten kekerasan yang mereka konsumsi setiap hari melalui layar digital.

Brimob berjaga di depan SMAN 72, Jakarta sekolah yang tempat ledakan bom rakitan terjadi pada Jumat (7/11/2025). Diduga kuat bom rakitan itu dibuat dan diledakan oleh F, seorang siswa di sekolah negeri tersebut. [Antara]
Brimob berjaga di depan SMAN 72, Jakarta sekolah yang tempat ledakan bom rakitan terjadi pada Jumat (7/11/2025). Diduga kuat bom rakitan itu dibuat dan diledakan oleh F, seorang siswa di sekolah negeri tersebut. [Antara]

"Dan cerita tentang masyarakat digital hari ini dengan sosial medianya, jangan salah, kalau sosial media itu ditonton oleh anak-anak kita, pasti mereka akan melakukan mimesis namanya, meniru apa yang dilakukan itu," tuturnya.

Kultur represif yang digabungkan dengan kultur kekerasan di media sosial membuat tindakan ekstrem muncul. Belum lagi akses anak-anak yang sangat mudah terhadap konten-konten itu.

Ia menyoroti pemerintah yang masih lemah dalam urusan pengawasan penggunaan media sosial oleh anak.

"Banyak negara sudah melarang berbagai sosial media untuk anak, sudah dilakukan di banyak negara. Indonesia ini kan selalu terlambat. Jadi paparan kultur kekerasan melalui yang direproduksi melalui sosial media, itu juga mereproduksi kekerasan yang juga dilakukan oleh anak," paparnya.

baca juga

Widyanta mengingatkan bahwa rentetan kejadian ini harus menjadi peringatan keras bagi negara dan masyarakat. Perilaku ekstrem siswa saat ini adalah sinyal bahwa generasi muda sedang berada dalam kondisi psikologis yang sangat rapuh akibat pengabaian yang berkepanjangan.

"Jadi ini betul-betul alarm keras, fenomena-fenomena yang terjadi dengan anak-anak kita ini adalah bentuk keletihan dan sekaligus kepanikan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan

Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:02 WIB

Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX

Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:56 WIB

Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi

Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:47 WIB

Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya

Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:15 WIB

Terkini

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 06:44 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

×