7 Fakta OTT KPK di Bea Cukai, Bos PT Blueray Jadi Buronan KPK!

Bella

Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:10 WIB
7 Fakta OTT KPK di Bea Cukai, Bos PT Blueray Jadi Buronan KPK!
KPK menyita sejumlah barang bukti di beberapa lokasi saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kamis (6/2/2026). [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • KPK melakukan OTT besar di Bea Cukai terkait suap importasi, menetapkan enam tersangka dari DJBC dan PT Blueray Cargo.
  • Modus suap bulanan Rp7 miliar digunakan PT Blueray untuk meloloskan barang impor tanpa pemeriksaan fisik oleh oknum DJBC.
  • KPK menyita barang bukti signifikan termasuk uang tunai Rp40,5 miliar dan 5,3 kg emas dari kasus korupsi ini.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang Kementerian Keuangan lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) besar-besaran terkait skandal suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Kasus ini membongkar praktik “jalur tikus” legal yang melibatkan oknum pegawai Bea Cukai dan importir PT Blueray Cargo (BR) untuk meloloskan barang impor tanpa pemeriksaan.

Hingga Jumat (6/2/2026), KPK telah menetapkan tersangka dan menahan sejumlah pihak setelah melakukan serangkaian penangkapan sejak Rabu (4/2/2026) di beberapa titik di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta dan Lampung.

Dari 17 orang yang sebelumnya diamankan dalam operasi senyap tersebut, KPK kini resmi menahan lima orang untuk 20 hari pertama sejak 5 hingga 24 Februari 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK. Sementara satu orang lainnya masih dalam pengejaran.

“Dalam lanjutan peristiwa tertangkap tangan terkait pengurusan importasi barang di Bea Cukai, tim telah mengamankan sejumlah tujuh belas orang,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada awak media di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (6/2/2026).

Berikut tujuh fakta utama terkait kasus OTT Bea Cukai yang melibatkan PT Blueray:

1. Penangkapan dan Penetapan Tersangka

Setelah melakukan pemeriksaan intensif selama 1x24 jam pascapenangkapan terhadap 17 orang yang terjaring OTT, KPK menaikkan status perkara ke tahap penyidikan.

Dari jumlah tersebut, 12 orang merupakan pegawai DJBC Kementerian Keuangan dan lima orang berasal dari pihak PT BR. KPK kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka yang terdiri dari unsur penyelenggara negara di lingkungan DJBC dan pihak swasta dari PT BR.

2. Lima Orang Ditahan, Pemilik PT Blueray Buron

Dari total enam tersangka, KPK telah melakukan penahanan terhadap lima orang untuk 20 hari pertama di Rutan KPK.

baca juga

Namun, satu tersangka utama yang merupakan pemilik PT Blueray berinisial JF hingga kini masih melarikan diri. KPK telah mengeluarkan ultimatum agar JF segera menyerahkan diri secara kooperatif ke Gedung Merah Putih KPK.

Adapun enam tersangka yang telah ditetapkan, yakni:

  • Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai periode 2024–Januari 2026
  • Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai
  • Orlando Hamonangan (ORL), Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea dan Cukai
  • John Field (JF), pemilik PT BR
  • Andri (AND), Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR
  • Dedy Kurniawan (DK), Manajer Operasional PT BR

3. Konstruksi Perkara: Jatah Rp7 Miliar per Bulan

Konstruksi perkara mengungkap modus korupsi yang dilakukan secara sistematis. PT Blueray diduga rutin memberikan uang pelicin atau jatah bulanan sebesar Rp7 miliar kepada oknum DJBC agar peti kemas berisi barang impor ilegal, termasuk barang palsu atau tiruan (KW), dapat lolos tanpa pemeriksaan fisik dan dokumen.

Perkara ini bermula dari permufakatan jahat antara oknum DJBC dan PT BR, termasuk pengaturan jalur merah agar barang tidak diperiksa. Uang diduga diserahkan secara rutin dalam periode Desember 2025 hingga Februari 2026.

4. Barang Bukti Fantastis: Uang Rp40,5 Miliar hingga Emas 5,3 Kg

Tim penyidik KPK mengamankan barang bukti dengan nilai fantastis. Total uang tunai yang disita mencapai Rp40,5 miliar, terdiri atas uang rupiah dan berbagai mata uang asing, yakni Rp1,89 miliar, USD 182.900, SGD 1,48 juta, serta JPY 550.000.

Selain itu, KPK turut menyita logam mulia berupa emas dengan total berat 5,3 kilogram yang diduga berasal dari aliran suap kepada para oknum pejabat terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Fakta Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin yang Menjerat Mulyono

7 Fakta Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin yang Menjerat Mulyono

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:04 WIB

Purbaya Tetap Dampingi Anak Buah usai OTT KPK: Nanti Orang Kemenkeu Tak Mau Kerja

Purbaya Tetap Dampingi Anak Buah usai OTT KPK: Nanti Orang Kemenkeu Tak Mau Kerja

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:54 WIB

Barang KW Masuk Indonesia Gegara Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sebut Bisa Rugikan Ekonomi Nasional

Barang KW Masuk Indonesia Gegara Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sebut Bisa Rugikan Ekonomi Nasional

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:45 WIB

KPK Ungkap Ada Kode pada Amplop Berisi Uang yang Akan Dibagikan pada Kasus Bea Cukai

KPK Ungkap Ada Kode pada Amplop Berisi Uang yang Akan Dibagikan pada Kasus Bea Cukai

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:38 WIB

KPK Ungkap Tersangka dari Bea Cukai Sewa Safe House untuk Simpan Duit dan Barang

KPK Ungkap Tersangka dari Bea Cukai Sewa Safe House untuk Simpan Duit dan Barang

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:53 WIB

KPK Ungkap Ada Jatah Bulanan Rp7 Miliar ke Bea Cukai Agar Tak Cek Barang Bawaan PT Blueray

KPK Ungkap Ada Jatah Bulanan Rp7 Miliar ke Bea Cukai Agar Tak Cek Barang Bawaan PT Blueray

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:39 WIB

Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda

Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:37 WIB

Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!

Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 07:17 WIB

OTT Bea Cukai: KPK Sita Rp40,5 Miliar, Termasuk Emas 5,3 Kg dan Uang Valas

OTT Bea Cukai: KPK Sita Rp40,5 Miliar, Termasuk Emas 5,3 Kg dan Uang Valas

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 07:55 WIB

Manipulasi Jalur Merah, KPK Tahan Direktur P2 Bea Cukai dan Empat Tersangka Korupsi Importasi

Manipulasi Jalur Merah, KPK Tahan Direktur P2 Bea Cukai dan Empat Tersangka Korupsi Importasi

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 07:45 WIB

Terkini

5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang

5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

×