Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan

Jum'at, 06 Februari 2026 | 22:06 WIB
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) disambut para siswa yang menampilkan monolog, pantomim, paduan suara, serta pembacaan puisi sebagai gambaran perkembangan karakter dan kreativitas peserta didik (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menilai pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 18 Tuban menunjukkan perkembangan positif setelah berjalan sekitar empat bulan.

Hal tersebut disampaikan usai menghadiri acara Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama seluruh camat, kepala desa, pilar-pilar sosial dan orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban, Jumat (6/2/2026).

“Jadi SRT 18 Tuban telah berjalan dengan baik selama 4 bulan pembelajaran,” kata Gus Ipul.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tuban atas dukungan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

“Saya bangga dan berterima kasih kepada Bupati dan Kepala Sekolah yang telah memberikan dukungan dengan baik penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari gagasan Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan,” kata Gus Ipul.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri acara Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama seluruh camat, kepala desa, pilar-pilar sosial, dan orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) (Dok: Kemensos)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri acara Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama seluruh camat, kepala desa, pilar-pilar sosial, dan orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) (Dok: Kemensos)

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program miniatur pengentasan kemiskinan yang tidak hanya menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera (desil 1 dan 2 DTSEN), tetapi juga melibatkan orang tua melalui berbagai program pemberdayaan sosial.

“Putra-putrinya sekolah, orang tuanya mengikuti program pemberdayaan pemerintah. Harapannya nanti anak-anaknya lulus, keluarganya juga bisa naik kelas menjadi keluarga yang lebih berdaya,” jelas Gus Ipul.

Perkembangan positif mulai terlihat dari perubahan perilaku murid. Mensos menuturkan, anak-anak Sekolah Rakyat kini lebih terbentuk karakternya.

“Mereka lebih percaya diri, disampaikan juga oleh orang tuanya, sekarang lebih disiplin, mulai tampak karakternya, mulai berani menyampaikan pendapat, dan ini adalah awal yang baik,” kata Gus Ipul.

Baca Juga: Di Sidoarjo, Gus Ipul Ajak Camat Hingga Kades Bersama Perbarui Data

Sebelumnya, pada kegiatan Sosialisasi DTSEN, para siswa SRT 18 Tuban menampilkan beragam bakat dan potensi. Penampilan di antaranya pidato berbahasa Inggris oleh Bilqis Shofa dan pidato berbahasa Arab oleh Amaludin.

Kegiatan juga dimeriahkan Tari Lencir Kuning yang dibawakan Putri Dista, Dewi Nafita, Wahidatun Nafila, Febryana, dan Helsa Sylviya. Selain itu, para siswa menampilkan monolog, pantomim, paduan suara, serta pembacaan puisi sebagai gambaran perkembangan karakter dan kreativitas peserta didik.

Hingga saat ini, Sekolah Rakyat rintisan telah berdiri di 166 titik dengan jumlah siswa lebih dari 15 ribu. Program ini didukung sekitar 2 ribu guru dan 4 ribu tenaga kependidikan.

Selain itu, sebanyak 104 Sekolah Rakyat permanen telah mulai dibangun. Setiap sekolah ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Senada, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mendukung penuh Program Sekolah Rakyat. Pemkab bahkan telah menyiapkan lahan yang disiapkan untuk pembangunan sekolah permanen.

Kegiatan Sosialisasi DTSEN, para siswa SRT 18 Tuban menampilkan beragam bakat dan potensi (Dok: Kemensos)
Kegiatan Sosialisasi DTSEN, para siswa SRT 18 Tuban menampilkan beragam bakat dan potensi (Dok: Kemensos)

“Hari ini sudah mulai proses pembangunan sekolah rakyat di atas lahan kurang lebih 5-7 hektare. Hari ini sedang berproses, sudah diuruk, lokasinya di Desa Mondokan,” kata Aditya didampingi Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono.

Ia menargetkan pada tahun depan Sekolah Rakyat sudah dapat beroperasi.

“Insyaallah targetnya kurang lebih di akhir 2026 dan pada 2027 akan sudah bisa beroperasi,” pungkasnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI