Pro-Kontra Wacana Pilkada Melalui DPRD: Soroti Biaya Politik hingga Nasib Demokrasi

Erick Tanjung, Faqih Fathurrahman

Minggu, 15 Februari 2026 | 16:59 WIB
Pro-Kontra Wacana Pilkada Melalui DPRD: Soroti Biaya Politik hingga Nasib Demokrasi
Ilustrasi pilkada langsung. [Ist]
baca 10 detik
  • Wacana Pilkada melalui DPRD picu perdebatan mengenai biaya politik dan kualitas demokrasi.
  • Pengamat soroti mahalnya biaya Pilkada langsung serta risiko korupsi dan polarisasi.
  • Efisiensi anggaran dan penguatan sistem perwakilan jadi dasar wacana Pilkada tidak langsung.

Suara.com - Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD kini menjadi sorotan tajam publik. Hal ini memicu pro dan kontra terkait masa depan demokrasi di Indonesia, terutama mengenai efektivitas dan dampak sosialnya.

Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan, menilai bahwa biaya politik dalam sistem Pilkada langsung saat ini sangatlah tinggi.

Menurutnya, besarnya ongkos politik tersebut telah menjadi persoalan serius bagi kualitas demokrasi Indonesia. Yusak menjelaskan bahwa beban finansial bagi para kandidat sudah muncul sejak tahap pencalonan.

“Perjalanan Pilkada langsung sejak 2005 hingga kini menunjukkan biaya politik yang sangat tinggi. Ada empat tahap krusial yang memaksa kandidat mengeluarkan biaya besar,” ujar Yusak di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Beban tersebut dimulai dari proses kandidasi di internal partai politik. Kandidat harus menyiapkan dana besar untuk mendapatkan dukungan, apalagi jika harus membangun koalisi dengan banyak partai.

“Satu partai saja standarnya bisa Rp300 juta hingga Rp500 juta. Jika banyak partai, nilainya sangat besar. Tahap berikutnya adalah kampanye; luasnya wilayah membuat kandidat sulit menjangkau konstituen secara manual, sehingga muncul praktik politik uang,” jelasnya.

Yusak menambahkan, berdasarkan survei lembaganya, masyarakat paling menyukai metode kampanye di mana kandidat 'datang langsung'. Namun, keterbatasan waktu sering kali membuat kandidat mengambil jalan pintas dengan membeli suara.

“Di beberapa daerah, satu suara bisa sangat mahal. Jika ditotal, biaya untuk menjadi wali kota atau bupati bisa mencapai puluhan miliar rupiah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, melihat wacana Pilkada tidak langsung sebagai upaya efisiensi anggaran. Menurutnya, sistem ini dapat memangkas banyak tahapan proses pemilihan sehingga lebih hemat secara finansial.

baca juga

“Jika bicara efisiensi, keunggulan Pilkada melalui DPRD adalah memotong banyak proses, terutama biaya penyelenggaraan pemilihan langsung,” ujar Iwan.

Ia menyebutkan anggaran Pilkada langsung sangat besar karena melibatkan seluruh rakyat sebagai pemilih. Berdasarkan alokasi anggaran tahun 2024, dana yang disiapkan mencapai puluhan triliun rupiah.

“Ada sekitar Rp38,2 triliun yang dianggarkan untuk Pilkada langsung,” tambahnya.

Meski demikian, Iwan mengingatkan bahwa jika Pilkada dikembalikan ke DPRD, demokrasi berpotensi mundur ke pola lama yang elitis dan rawan transaksi politik. Baginya, Pilkada langsung tetap lebih sejalan dengan semangat reformasi.

Sementara itu, Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, berpendapat bahwa demokrasi tidak bisa disempitkan maknanya hanya pada pemilihan langsung. Ia menegaskan tidak ada norma eksplisit dalam konstitusi yang mewajibkan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat.

“Undang-undang menyebutkan pemilihan kepala daerah dilaksanakan secara demokratis. Demokratis itu tidak identik dan tidak selalu berarti pemilihan langsung,” kata Dedi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungkap Bobroknya Pilkada Langsung, Pengamat Singgung Perbaikan Sistem Pemilu

Ungkap Bobroknya Pilkada Langsung, Pengamat Singgung Perbaikan Sistem Pemilu

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:31 WIB

Apatisme Sebagai Bentuk Protes Baru: Mengapa Diamnya Warga Adalah Alarm Bahaya?

Apatisme Sebagai Bentuk Protes Baru: Mengapa Diamnya Warga Adalah Alarm Bahaya?

Your Say | Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:18 WIB

Prabowo Singgung Negara-negara Besar: Dahulu Ajarkan Demokrasi-HAM, Sekarang Pelanggar

Prabowo Singgung Negara-negara Besar: Dahulu Ajarkan Demokrasi-HAM, Sekarang Pelanggar

News | Senin, 02 Februari 2026 | 13:39 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×