Proyek Pengembangan Setu Babakan yang Berujung Jalan Berlumpur, Pedagang: Putar Balik Aja!

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 17 Februari 2026 | 16:26 WIB
Proyek Pengembangan Setu Babakan yang Berujung Jalan Berlumpur, Pedagang: Putar Balik Aja!
Jalanan becek dan berlumpur imbas proyek pengembangan kawasan di Setu Babakan. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Pengembangan wisata budaya Setu Babakan menyebabkan akses jalan utama menjadi kubangan lumpur sejak Oktober 2025.
  • Kerusakan jalan diperparah kendaraan berat proyek, menyebabkan beberapa pengunjung dan bahkan truk proyek mengalami kecelakaan.
  • Pedagang mengeluhkan sepinya pembeli akibat kondisi jalan yang sulit dilalui, berharap perbaikan segera dilakukan.

Suara.com - Proyek pengembangan kawasan wisata budaya Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, justru menyisakan persoalan baru bagi warga dan pedagang sekitar. Akses jalan menuju kawasan tersebut kini berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan kendaraan melintas.

Pantauan Suara.com di lokasi pada Selasa (17/2/2026) memperlihatkan pemandangan memprihatinkan. Gumpalan lumpur pekat berwarna cokelat mendominasi permukaan jalan, menciptakan rintangan berat bagi siapa pun yang hendak melintas. Lubang-lubang dalam tersembunyi di balik genangan air keruh, membuat pengendara harus ekstra waspada.

Beberapa pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor tampak ragu saat hendak melewati jalur tersebut. Tak sedikit yang akhirnya memilih memutar arah setelah mendapat peringatan dari warga sekitar.

"Putar balik aja, nggak bisa dilewatin," imbau salah seorang pedagang kepada beberapa pengendara yang lajunya terhenti di depan jalan becek penuh kubangan itu.

Rusak Sejak Musim Hujan

Ida, salah satu pedagang di kawasan Setu Babakan, mengungkapkan kerusakan jalan sebenarnya sudah terjadi sejak Oktober 2025 dan semakin parah ketika musim hujan tiba.

"Sekitar bulan November. Sebenernya dari Oktober udah mulai rusak, tapi parahnya pas November, pas mulai hujan," ujar Ida saat ditemui di lapaknya.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak ini disinyalir akibat mobilitas kendaraan berat yang hilir mudik untuk menunjang proyek pengembangan kawasan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Ya gitu, truk-truk molen kan pada lewat terus buat ke proyek," jelasnya.

baca juga

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warga, proyek tersebut bertujuan mempercantik fasilitas wisata, termasuk pembangunan zona kuliner.

"Kalau yang kami denger sih katanya buat bangun zona kuliner gitu. Tapi saya juga kurang paham detailnya," tambah Ida.

Keluhan Tak Kunjung Berbuah Solusi

Meski keluhan sudah disampaikan, warga merasa respons dari pihak pengelola kawasan belum memberikan solusi konkret dalam waktu dekat.

"Katanya yang sabar dulu, nanti habis proyek selesai katanya mau dibenerin. Ya tapi kan nggak tahu ini proyek kapan beresnya," tutur Ida dengan nada pasrah.

Sejumlah warga yang tetap memaksakan diri melintas harus menanggung risiko. Jalan berlumpur itu disebut sudah memakan korban, baik pengendara motor maupun mobil.

"Yang naik motor ada beberapa yang jatuh, mobil nyoba lewat juga pada selip. Truk dia (dari proyek) sendiri aja pernah, patah as roda pas lewat sini," ungkap Ida.

Upaya perbaikan sementara sebenarnya pernah dilakukan, seperti penimbunan batu dan perataan menggunakan alat berat. Namun, solusi tersebut tak bertahan lama karena hujan terus turun dan kendaraan proyek tetap melintas.

"Ini lubangnya udah berapa kali ditimbun batu, terus diratain pakai mesin yang gede itu. Tapi karena hujan, terus masih dilewatin truk-truk gede juga, akhirnya ya rusak lagi," keluhnya.

Dampak ke Pedagang: Sepi Pembeli

Kondisi jalan yang memburuk berdampak langsung pada roda ekonomi pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan.

"Ya jadi sepi aja, kan jadi pada jarang lewat sini. Ya tapi kalau saya sih masih agak mendingan. Itu lurusan dari jalan yang rusak itu, di situ juga masih ada pedagang. Tiap hari tetep buka, tapi ya nggak ada yang beli," katanya.

Warga dan pedagang mengaku tak menuntut hal muluk-muluk. Mereka hanya berharap ada tindakan nyata untuk memperbaiki atau setidaknya meratakan jalan agar bisa dilalui dengan aman.

"Ya kalau bisa, sebulan ini dibenerin lah jalannya. Diratain dulu aja deh, biar nggak becek kayak gitu. Kami mah nggak muluk-muluk nuntut hak atau apa, nggak. Cukup diratain dulu aja jalannya, biar nggak kayak gitu. Kalau lagi hujan, bisa tambah parah soalnya. Dalam loh itu lubangnya," tutup Ida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persiapan Ramadan Masjid Ahmadiyah Jagakarsa: 500 Paket Bansos dan Salat Tahajud Kolektif

Persiapan Ramadan Masjid Ahmadiyah Jagakarsa: 500 Paket Bansos dan Salat Tahajud Kolektif

News | Senin, 16 Februari 2026 | 09:07 WIB

Viral Maling Berjaket Merah Todongkan Senpi di Lenteng Agung, Polisi Buru Pelaku

Viral Maling Berjaket Merah Todongkan Senpi di Lenteng Agung, Polisi Buru Pelaku

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:42 WIB

Tragis! Lansia di Jagakarsa Tewas Terjebak Saat Api Hanguskan Rumah Mewah

Tragis! Lansia di Jagakarsa Tewas Terjebak Saat Api Hanguskan Rumah Mewah

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 11:58 WIB

Terkini

Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Babak Baru Pengurangan Impor BBM Dimulai

Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Babak Baru Pengurangan Impor BBM Dimulai

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:51 WIB

Sindir Awardee LPDP Tak Mau Pulang, Menteri Brian: Kalau Terbaik, Kenapa Takut Bertarung di RI?

Sindir Awardee LPDP Tak Mau Pulang, Menteri Brian: Kalau Terbaik, Kenapa Takut Bertarung di RI?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:50 WIB

Penampakan Terkini Kafe d'Clan Signature Cipete Tutup Usai Polri Sita Uang Rp67 Miliar

Penampakan Terkini Kafe d'Clan Signature Cipete Tutup Usai Polri Sita Uang Rp67 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:49 WIB

Alumni LPDP Tak Kembali karena Minim Peluang Kerja, Mendiktisaintek Beri Tantangan Begini!

Alumni LPDP Tak Kembali karena Minim Peluang Kerja, Mendiktisaintek Beri Tantangan Begini!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:47 WIB

Kaca Kantor Badan Gizi Nasional Pecah, Polisi Selidiki Dugaan Penembakan oleh OTK

Kaca Kantor Badan Gizi Nasional Pecah, Polisi Selidiki Dugaan Penembakan oleh OTK

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:41 WIB

Viral! Eks Ajudan Prabowo Disebut Pimpin Penjemputan Saksi Kasus Jampidsus di Polda Metro

Viral! Eks Ajudan Prabowo Disebut Pimpin Penjemputan Saksi Kasus Jampidsus di Polda Metro

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:32 WIB

Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur

Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:31 WIB

Hendardi Minta Presiden Turun Tangan Usut Oknum TNI yang Diduga Halangi Penyidikan Korupsi

Hendardi Minta Presiden Turun Tangan Usut Oknum TNI yang Diduga Halangi Penyidikan Korupsi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:31 WIB

Suasana Terkini Polda Metro, Brimob Siaga Penuh Buntut Isu TNI Jemput Paksa Saksi Jampidsus

Suasana Terkini Polda Metro, Brimob Siaga Penuh Buntut Isu TNI Jemput Paksa Saksi Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:17 WIB

Tarif Transjakarta Berpotensi Naik, Pemprov DKI Kaji Tambah Penerima Kartu Layanan Gratis

Tarif Transjakarta Berpotensi Naik, Pemprov DKI Kaji Tambah Penerima Kartu Layanan Gratis

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:10 WIB

×