SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?

Bernadette Sariyem

Senin, 23 Februari 2026 | 21:13 WIB
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri). [tangkap layar]
baca 10 detik
  • SBY saat kuliah umum di Lemhannas (23/2/2026) menyatakan doktrin pertahanan harus berubah mengikuti lanskap keamanan global.
  • Doktrin pertahanan Indonesia perlu bergeser dari fokus Angkatan Darat menuju supremasi kekuatan udara dan teknologi tinggi.
  • Perubahan fokus ini penting menghadapi ancaman perang hibrid, siber, AI, dan potensi kelumpuhan objek vital strategis.

Suara.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menilai, doktrin pertahanan nasional harus diubah, seiring berkembangnya lanskap keamanan global yang drastis.

Saat memberikan kuliah umum di Gedung Lemhannas, Jakarta, Senin (23/2/2026), SBY mengingatkan bahwa era di mana Angkatan Darat menjadi satu-satunya tumpuan utama telah selesai.

Kekinian, kata SBY, doktrin utama pertahanan nasional seharusnya adalah supremasi kekuatan udara dan teknologi tingkat tinggi.

Dalam pandangan SBY, Indonesia saat ini sedang berkejaran dengan waktu untuk beradaptasi dengan model peperangan baru.

Dunia tidak lagi hanya berbicara tentang tank dan infanteri di garis depan, melainkan tentang pertempuran siber atua cyber war, kecerdasan buatan (AI), hingga sistem robotik yang mampu melumpuhkan sebuah negara dalam hitungan menit.

“Dunia kini beyond conventional thinking. Ada dunia AI, robotik, conventional warfare. Jadi kita harus bersiap, jangan takut," kata SBY.

Meninggalkan Doktrin Lama

SBY menyoroti kecenderungan historis Indonesia yang selama ini seolah-olah menomorsatukan Angkatan Darat dalam struktur pertahanannya.

Meskipun kekuatan darat tetap penting, ia menilai realitas ancaman modern menempatkan air power atau kekuatan udara sebagai faktor penentu kemenangan sekaligus perisai utama kedaulatan.

baca juga

Menurutnya, penguasaan ruang udara bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi untuk mencegah serangan yang langsung menyasar jantung negara.

Ia membandingkan bagaimana doktrin masa lalu sangat bergantung pada pengamanan pantai dan gerilya darat, yang kini dianggap tidak cukup lincah menghadapi serangan presisi jarak jauh.

“Kalau dulu kan, seolah-olah, di Indonesia itu, Angkatan Darat yang utama. Sekarang, kekuatan udara sangat penting," tegasnya.

Skenario Kelumpuhan Jakarta, Bandung, dan Surabaya

Salah satu poin paling tajam dalam kuliah umum tersebut adalah ketika SBY melontarkan pertanyaan retoris mengenai kesiapan kota-kota besar di Indonesia menghadapi serangan udara mendadak.

Ia secara spesifik menyebut Jakarta sebagai pusat pemerintahan, serta pusat industri pertahanan seperti Pindad di Bandung dan PT PAL di Surabaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SBY: Sinyal Perang Dunia Ketiga Menguat, Indonesia Harus Siaga Tempur!

SBY: Sinyal Perang Dunia Ketiga Menguat, Indonesia Harus Siaga Tempur!

News | Senin, 23 Februari 2026 | 18:46 WIB

Terpopuler: Sosok Pembeli Lukisan SBY Rp6,5 Miliar, Boikot 21 Kurma Israel

Terpopuler: Sosok Pembeli Lukisan SBY Rp6,5 Miliar, Boikot 21 Kurma Israel

Lifestyle | Jum'at, 20 Februari 2026 | 07:05 WIB

Low Tuck Kwong Orang Terkaya RI Nomor Berapa? Menangi Lelang Lukisan SBY Rp6,5 Miliar

Low Tuck Kwong Orang Terkaya RI Nomor Berapa? Menangi Lelang Lukisan SBY Rp6,5 Miliar

Lifestyle | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:23 WIB

Siapa Pembeli Lukisan SBY Rp6,5 Miliar? Ini Profil dan Kekayaannya, Orang Kedua Terkaya di Indonesia

Siapa Pembeli Lukisan SBY Rp6,5 Miliar? Ini Profil dan Kekayaannya, Orang Kedua Terkaya di Indonesia

Lifestyle | Kamis, 19 Februari 2026 | 13:15 WIB

Lukisan 'Kuda Api' Karya SBY Laku Rp6,5 Miliar untuk Aksi Kemanusiaan

Lukisan 'Kuda Api' Karya SBY Laku Rp6,5 Miliar untuk Aksi Kemanusiaan

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 07:37 WIB

SBY Bawakan Lagu Hening di Perayaan Imlek Demokrat: Izinkan Seniman Ini Bicara

SBY Bawakan Lagu Hening di Perayaan Imlek Demokrat: Izinkan Seniman Ini Bicara

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 20:53 WIB

SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun

SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 18:15 WIB

SBY Khawatir PD III, Pakar UMY Beberkan Bahaya Nyata yang Mengintai Indonesia

SBY Khawatir PD III, Pakar UMY Beberkan Bahaya Nyata yang Mengintai Indonesia

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:21 WIB

Dunia Diambang Perang Dunia III, Situasinya Kini Mirip Jelang Perang Dunia I dan II

Dunia Diambang Perang Dunia III, Situasinya Kini Mirip Jelang Perang Dunia I dan II

News | Senin, 19 Januari 2026 | 14:34 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×