Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 13 Juli 2026 | 18:36 WIB
Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup
Isak Tangis Ibunda Santri Korban Pembakaran di Lombok saat RDPU. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Tim Hotman 911 mengadukan kasus pembakaran santri Sahril Sobirin oleh anak pemilik pesantren ke Komisi III DPR RI.
  • Ibu korban meminta Presiden Prabowo turun tangan mengusut dugaan upaya pembungkaman kasus oleh oknum aparat di Lombok.
  • Keluarga mendesak Komisi III DPR RI menindak tegas pelaku dan oknum yang memaksakan surat damai dalam perkara ini.

Suara.com - Suasana Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR RI mendadak haru saat Tim Hotman 911 yang mewakili keluarga Sahril Sobirin, salah satu santri korban pembakaran di Pondok Pesantren Rosyidatusshaulatiyah Al-Ibrahimy NW, Lombok Tengah, membacakan pernyataan sikap ibunda korban. 

Pernyataan yang dibacakan oleh Titi Tantri dari Tim Hotman 911 tersebut merupakan jeritan hati seorang ibu bernama Umah yang mencari keadilan atas kematian tragis putranya. 

Sahril diduga ditelanjangi dan dibakar hidup-hidup oleh anak dari pemilik pondok pesantren hingga mengembuskan napas terakhir. 

Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan, ibu korban yang mengaku sebagai warga miskin dari kampung tersebut melayangkan pesan terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. 

Ia mengungkapkan, rasa hancurnya melihat sang buah hati yang dititipkan untuk belajar agama justru pulang dalam kondisi tak bernyawa akibat kekerasan keji. 

"Anak saya ke pondok pesantren untuk belajar agama agar jadi anak yang baik, bukan untuk disiksa, ditelanjangi oleh anak pemilik ponpes lalu dibakar sampai mati," ujar Titi Tantri di ruang rapat Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026). 

Ia juga menyoroti adanya upaya pembungkaman kasus yang melibatkan oknum aparat di daerah. Menurutnya, saat ia menolak berdamai, pihak keluarga justru merasa dikucilkan. 

"Pihak kepolisian dan orang Departemen Agama di Lombok Tengah justru ikut mengarahkan pondok pesantren untuk menyodorkan surat damai demi menutupi kejahatan ini. Saya memohon kepada Bapak Presiden, tolong turunkan orang kepercayaan Bapak dari Jakarta untuk memeriksa oknum-oknum ini," tegasnya. 

Kehadiran tim hukum dan keluarga jauh-jauh dari Lombok ke Jakarta bertujuan agar kasus ini tidak menguap begitu saja. 

baca juga

Ibu korban meminta Komisi III DPR RI menggunakan wewenang pengawasannya untuk mendesak Kapolri mengusut tuntas skandal "surat damai" yang dipaksakan saat kondisi korban menderita luka bakar 80 persen. 

"Tolong pastikan hukum tidak pandang bulu meskipun pelakunya adalah anak Tuan Guru atau pemilik pondok pesantren. Nyawa anak saya tidak bisa dibeli dengan selembar kertas damai," lanjut pernyataan tersebut. 

Ibu korban yang kini dalam kondisi fisik lemah dan jalan yang tertatih akibat guncangan batin itu berharap penuh pada hati nurani para wakil rakyat. 

Ia meminta agar semua pihak yang terlibat, termasuk mereka yang mencoba menyembunyikan kejahatan ini, segera diseret ke penjara. 

"Jika DPR RI tidak membantu saya, ke mana lagi kami orang kampung yang pincang dan buta hukum seperti saya ini harus mencari keadilan?" tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tangis Pecah di DPR, Ibu Santri Korban Pembakaran Ungkap Ancaman Sebelum Anaknya Tewas

Tangis Pecah di DPR, Ibu Santri Korban Pembakaran Ungkap Ancaman Sebelum Anaknya Tewas

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:51 WIB

Sengaja Dibakar atau Kecelakaan? Misteri Tewasnya Santri di Lombok Tengah Masuk Meja DPR

Sengaja Dibakar atau Kecelakaan? Misteri Tewasnya Santri di Lombok Tengah Masuk Meja DPR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:20 WIB

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:58 WIB

Terkini

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×