Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera

Vania Rossa

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:30 WIB
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
Ilustrasi perang Rusia-Ukraina. [dok. Ist]
baca 10 detik
  • PBB mengesahkan resolusi pada 25 Februari 2026, mendesak perdamaian adil bagi Ukraina dengan 107 suara mendukung.
  • Resolusi tersebut menyoroti keprihatinan atas serangan Rusia terhadap sipil dan infrastruktur energi kritis Ukraina.
  • Resolusi menyerukan pertukaran tahanan penuh dan pemulangan warga sipil yang dideportasi secara paksa dari Ukraina.

Suara.com - Perang Rusia-Ukraina yang kini memasuki tahun keempat kembali menjadi sorotan dunia. Pada Selasa (25/2/2026), Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan resolusi yang mendesak tercapainya perdamaian komprehensif, adil, dan berkelanjutan di Ukraina.

Dikutip dari Antara yang bersumber dari Anadolu, resolusi tersebut disetujui dengan 107 suara mendukung, 12 suara menolak, dan 51 negara memilih abstain. Rusia tercatat sebagai salah satu negara yang menolak resolusi itu, sementara Amerika Serikat (AS) mengambil posisi abstain.

Naskah resolusi yang diusulkan Ukraina dan didukung oleh 46 negara menyoroti dampak luas perang terhadap dinamika kawasan maupun global. Dalam dokumen tersebut, Majelis Umum PBB juga menyatakan “keprihatinan mendalam” atas serangan Rusia terhadap warga sipil, objek sipil, serta infrastruktur energi kritis yang dinilai memperburuk krisis kemanusiaan.

Majelis Umum PBB juga menegaskan kembali komitmennya terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Ukraina, termasuk keutuhan laut teritorial negara tersebut.

Selain mendesak “gencatan senjata segera, penuh, dan tanpa syarat”, resolusi itu juga menyerukan langkah-langkah konkret untuk membangun rasa saling percaya. Di antaranya adalah pertukaran tahanan perang secara menyeluruh, pembebasan seluruh pihak yang ditahan secara tidak sah, serta pemulangan semua warga sipil yang dipindahkan atau dideportasi secara paksa, termasuk anak-anak.

Sebelum pengesahan, Amerika Serikat sempat mengusulkan perubahan terhadap naskah resolusi. Washington meminta agar paragraf kedua pada bagian latar belakang dan klausul aksi kedua dipisahkan untuk diputuskan secara terpisah.

Usulan tersebut mendapat respons keras dari pihak Ukraina. Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Mariana Betsa, menyebut langkah AS sebagai sesuatu yang “sangat memprihatinkan dan tak bisa diterima”.

Sementara itu, Deputi Wakil Tetap Amerika Serikat untuk PBB, Tammy Bruce, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah bahasa dalam resolusi yang dinilai “mungkin dapat mengalihkan perhatian dari negosiasi yang berjalan”. Ia menambahkan, formulasi tertentu dalam teks tersebut juga dianggap “tidak mendukung diskusi terkait luasnya kemungkinan langkah diplomatik yang dapat membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng”.

Perkembangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang terus dilakukan berbagai pihak untuk mengakhiri konflik berkepanjangan yang telah berdampak besar terhadap keamanan dan stabilitas global.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dino Patti Djalal Minta Pemerintah Beri Penjelasan, Pasukan Perdamaian Gaza Pakai Helm Biru Tidak?

Dino Patti Djalal Minta Pemerintah Beri Penjelasan, Pasukan Perdamaian Gaza Pakai Helm Biru Tidak?

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:34 WIB

Di Sidang DK PBB, Menlu Sugiono Kecam Pendudukan Israel di Tepi Barat Palestina

Di Sidang DK PBB, Menlu Sugiono Kecam Pendudukan Israel di Tepi Barat Palestina

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:25 WIB

PBB Sebut Israel Langgar Hukum! Ini Dampak Buruk Pencaplokan Tanah di Area C Bagi Warga Palestina

PBB Sebut Israel Langgar Hukum! Ini Dampak Buruk Pencaplokan Tanah di Area C Bagi Warga Palestina

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 11:01 WIB

Terkini

Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween

Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:15 WIB

AI Makin Canggih, Digital Humanities Jadi Kunci agar Teknologi Tetap Berpihak pada Manusia

AI Makin Canggih, Digital Humanities Jadi Kunci agar Teknologi Tetap Berpihak pada Manusia

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat

Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Urutan Skincare Malam Viva untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Urutan Skincare Malam Viva untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan

The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:03 WIB

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:01 WIB

×