Said Didu Bongkar Sisi Lain Hambalang: Beda Kelas Pengusaha Industri vs Pengeruk Kekayaan Alam

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:15 WIB
Said Didu Bongkar Sisi Lain Hambalang: Beda Kelas Pengusaha Industri vs Pengeruk Kekayaan Alam
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
  • Kediaman Presiden Prabowo di Hambalang menjadi pusat konsolidasi tokoh, di mana Said Didu melihat sinyal dialog dengan pihak kritis.
  • Said Didu menyoroti perbedaan pertemuan Prabowo dengan Apindo industri dan lima konglomerat pengeruk sumber daya alam.
  • Emil Salim khawatir pemerintahan Prabowo berjalan one man show tanpa pemikir ekonomi sentral sekuat era Soeharto.

Suara.com - Kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, belakangan menjadi pusat konsolidasi berbagai tokoh bangsa. Mantan Staf Khusus Menteri ESDM periode 2014–2016, Said Didu, membeberkan sejumlah dinamika menarik dari rangkaian pertemuan yang berlangsung di lokasi tersebut, mulai dari kedatangan tokoh agama hingga dua kelompok pengusaha dengan karakter yang berbeda.

Menurut Said Didu, terdapat sinyal positif dari Presiden Prabowo yang dinilai mulai membuka ruang dialog dengan pihak-pihak yang selama ini kerap dianggap berseberangan atau kritis terhadap pemerintah.

“Saya melihat ada tanda baru dari Presiden Prabowo adalah membuka pintu untuk berdiskusi dengan orang-orang yang selama ini dianggap berseberangan,” ujar Said Didu dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (25/2/2026).

Sorotan utama Said Didu tertuju pada pertemuan Presiden dengan kalangan pengusaha. Ia menilai ada perbedaan mencolok antara pertemuan Prabowo dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang dipimpin Sofjan Wanandi dan pertemuan dengan lima konglomerat besar.

Berdasarkan informasi yang ia ketahui, Sofjan Wanandi dan jajaran Apindo hadir ke Hambalang karena diundang langsung oleh Presiden. Sementara itu, kelompok lima konglomerat tersebut disebut hadir setelah meminta waktu untuk bertemu.

Said Didu juga menyoroti perbedaan fundamental antara dua kelompok pengusaha tersebut. Menurutnya, publik perlu memahami perbedaan antara pengusaha yang membangun industri dan pengusaha yang dinilai hanya mengeruk kekayaan alam.

“Apindo itu sebenarnya organisasi pengusaha-pengusaha yang punya industri, bukan pengusaha-pengusaha yang mengambil dari negara dan rakyat, itu berbeda. Nah, kalau yang mengambil dari negara dan rakyat itu adalah tambang, perkebunan, real estate, laut, pagar laut, dan lain-lain, itu pengusaha-pengusaha yang mengambil dari negara dan rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kelompok pengusaha ekstraktif atau yang bergerak pada sektor pengerukan sumber daya umumnya memiliki manuver tersendiri dan tidak selalu berafiliasi secara murni dengan organisasi seperti Apindo.

Selain itu, Said Didu turut menceritakan hasil pertemuannya dengan ekonom senior sekaligus mantan menteri era Orde Baru, Emil Salim. Dari pertemuan tersebut, muncul kekhawatiran bahwa pemerintahan saat ini cenderung berjalan secara “one man show” atau bertumpu pada kendali tunggal Presiden, tanpa kehadiran sosok pemikir ekonomi sentral yang kuat dan berani menyampaikan argumen.

Emil Salim, kata Said Didu, mengingatkan bahwa pada era Presiden Soeharto, pemerintahan ditopang oleh para teknokrat berkaliber besar yang memiliki pengaruh kuat dan dihormati oleh Presiden.

“Emil Salim betul-betul mengingatkan bahwa dulu Pak Harto itu ada sosok seperti Wijoyo (Prof. Widjojo Nitisastro) dengan konsep Widjojonomics, kemudian sekarang itu sama sekali tidak ada dan di Presiden adalah one man show,” ungkapnya.

Karena itu, Said Didu menyimpulkan bahwa harapan besar publik terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto dapat terwujud apabila Presiden didukung oleh para pembantu yang kapabel, berintegritas, serta sejalan dengan visi dan misinya.

“Prabowo ini ada harapan asal sebenarnya memang dibantu oleh orang-orang yang kapabel yang tentunya sesuai dengan visi dan misi dia. Beliau punya integritas, punya nasionalisme, punya patriotisme,” pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Said Didu Sebut Presiden Prabowo Berada di Titik "To Kill or To Be Killed"

Said Didu Sebut Presiden Prabowo Berada di Titik "To Kill or To Be Killed"

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 11:16 WIB

Prabowo Sambangi Yordania, Pesawat Kepresidenan RI Dikawal F-16

Prabowo Sambangi Yordania, Pesawat Kepresidenan RI Dikawal F-16

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 10:32 WIB

Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?

Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?

Your Say | Rabu, 25 Februari 2026 | 06:18 WIB

Terkini

Iran Restock Rudal dan Drone saat Donald Trump Sibuk 'Omon-omon'

Iran Restock Rudal dan Drone saat Donald Trump Sibuk 'Omon-omon'

News | Senin, 20 April 2026 | 10:15 WIB

Bela Paus Leo XIV, Menlu Prancis Anggap Pernyataan Donald Trump Tidak Bisa Diterima

Bela Paus Leo XIV, Menlu Prancis Anggap Pernyataan Donald Trump Tidak Bisa Diterima

News | Senin, 20 April 2026 | 10:12 WIB

Kebijakannya Baik Tapi Caranya Salah, MUI Sorot Metode DKI Musnahkan Ikan Sapu-Sapu: Itu Tidak Ihsan

Kebijakannya Baik Tapi Caranya Salah, MUI Sorot Metode DKI Musnahkan Ikan Sapu-Sapu: Itu Tidak Ihsan

News | Senin, 20 April 2026 | 10:06 WIB

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Publik: Hizbullah Tak Bakal Melakukan Itu

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Publik: Hizbullah Tak Bakal Melakukan Itu

News | Senin, 20 April 2026 | 10:01 WIB

Resmi! Kaesang Umumkan Anggota DPD RI Bustami Zainudin Gabung PSI

Resmi! Kaesang Umumkan Anggota DPD RI Bustami Zainudin Gabung PSI

News | Senin, 20 April 2026 | 09:51 WIB

Iran Bersedia Negosiasi tapi Siap Perang! Teheran Ogah Tunduk pada Tipu Daya AS

Iran Bersedia Negosiasi tapi Siap Perang! Teheran Ogah Tunduk pada Tipu Daya AS

News | Senin, 20 April 2026 | 09:45 WIB

Ironi Jakarta: WNA Jerman Dijambret di Tengah Status Kota Teraman ASEAN

Ironi Jakarta: WNA Jerman Dijambret di Tengah Status Kota Teraman ASEAN

News | Senin, 20 April 2026 | 09:43 WIB

Kapal Touska Disita, Iran Pastikan akan Balas Tindakan Amerika Serikat

Kapal Touska Disita, Iran Pastikan akan Balas Tindakan Amerika Serikat

News | Senin, 20 April 2026 | 09:40 WIB

Biadab! Rezim Zionis Israel Ingin 'Gazafikasi' Lebanon Selatan

Biadab! Rezim Zionis Israel Ingin 'Gazafikasi' Lebanon Selatan

News | Senin, 20 April 2026 | 09:27 WIB

Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini

Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini

News | Senin, 20 April 2026 | 09:22 WIB