Said Didu Sebut Presiden Prabowo Berada di Titik "To Kill or To Be Killed"

Bangun Santoso

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:16 WIB
Said Didu Sebut Presiden Prabowo Berada di Titik "To Kill or To Be Killed"
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
baca 10 detik
  • Said Didu memperingatkan Presiden Prabowo posisinya krusial dalam memberantas oligarki yang mengendalikan kekuasaan negara.
  • Prabowo memiliki daftar perampok negara, namun menunda tindakan demi menjaga stabilitas bangsa dan negara.
  • Said Didu mengkritik pejabat pemerintah mengabaikan enam variabel kontrol penting dalam pembuatan kebijakan negara.

Suara.com - Mantan Staf Khusus Menteri ESDM 2014-2016, Said Didu, blak-blakan menceritakan isi pertemuannya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut, Said Didu secara tegas memperingatkan Presiden Prabowo bahwa langkahnya untuk memberantas oligarki di Indonesia telah menempatkannya pada posisi yang sangat krusial, yakni “to kill or to be killed”.

Hal tersebut diungkapkan Said Didu saat mengkritisi pondasi pemerintahan dan kebijakan negara saat ini.

Menurutnya, dari tujuh presiden sebelumnya, baru kali ini ada sosok presiden yang secara berani berupaya menyentuh dan membongkar dominasi oligarki yang telah menggurita.

“Kenapa saya bilang baru kali ini dari tujuh presiden sebelumnya baru kali ini ada yang berhasil yang berani menyentuh oligarki, Nah, di saat oligarki sedang mengendalikan seluruh kekuasaan, kalau dulu ada oligarki tapi tidak masuk ke politik,” ujar Said Didu dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, pada Rabu (25/2/2026).

Untuk menggambarkan situasi yang dihadapi Prabowo, Said Didu menggunakan analogi mengambil sarang madu. Ia mengibaratkan madu tersebut sebagai kekayaan negara yang selama ini dikuasai oligarki.

Presiden Prabowo, menurut Said Didu, sudah memiliki modal berupa 'tongkat' untuk menyodok sarang lebah dan 'asap' untuk mengusir lebah-lebahnya. Namun, ada satu instrumen krusial yang belum dikuasainya, yakni korek api.

“Tapi problemnya saya bilang apa namanya, korek apinya dia nggak punya. Korek api menyalakan obor, nah korek apinya saya menyatakan masih dipegang oleh SOP, geng Solo oligarki parcok. Sehingga kalau apabila Pak Presiden mau mengambil sarang madu itu, maka Bapak akan diserang oleh tawon-tawon dalam hal ini oligarki dan kawan-kawannya,” ungkapnya.

Said Didu juga mengungkapkan bahwa Prabowo sebenarnya sudah mengantongi daftar nama para "perampok negara", termasuk 50 orang terkaya yang menguasai hajat hidup orang banyak di Indonesia.

baca juga

Prabowo dilaporkan mengetahui secara pasti bagaimana cara mereka merampok uang negara dan di mana harta tersebut disimpan. Meski demikian, Prabowo memilih langkah kehati-hatian demi menjaga stabilitas bangsa dan negara.

“Beliau menyatakan begini. Sebenarnya dia sudah tahu semua tapi demi bangsa dan negara maka dia sangat berhati-hati mengambil kebijakan. Maka langkah yang ini kan adalah mengingatkan agar berhenti. Yang kedua adalah melakukan penegakan hukum yang sekeras-kerasnya, tapi kalau masih bandel maka nama kita umumkan kerakyatan aja biar rakyat yang mengadili mereka,” ujarnya

Selain membongkar pertemuannya dengan Presiden, Said Didu juga menyoroti rusaknya pondasi berbangsa dan bernegara belakangan ini. Ia mengkritik keras para pejabat di pemerintahan yang sering kali salah kaprah memposisikan diri sebagai "penguasa", padahal mereka hanyalah pengelola negara yang mendapat mandat atau "kewenangan" dari konstitusi dan rakyat.

Ia membeberkan bahwa setiap kebijakan harus melewati enam variabel kontrol: konstitusi, legalitas hukum, kelayakan ekonomi atau fiskal (seperti program Makan Bergizi Gratis), kelayakan birokrasi, akseptabilitas politik, dan keadilan sosial.

“Kriteria ini yang dibuang semua oleh pejabat sekarang. Pokoknya berkuasa se akan apapun bisa dilakukan,” ungkapnya

Atas dasar keprihatinan tersebut, Said Didu mengaku belakangan ini aktif melakukan safari dan konsolidasi merajut persatuan dengan sejumlah tokoh bangsa lintas generasi.

Di antaranya adalah tokoh Politisi senior Emil Salim, Jusuf Kalla (JK), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, hingga aktivis senior angkatan '66, Sofjan Wanandi, guna mencari jalan keluar bagi permasalahan bangsa. (Tsabita Aulia )

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sambangi Yordania, Pesawat Kepresidenan RI Dikawal F-16

Prabowo Sambangi Yordania, Pesawat Kepresidenan RI Dikawal F-16

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 10:32 WIB

Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?

Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?

Your Say | Rabu, 25 Februari 2026 | 06:18 WIB

Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?

Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:35 WIB

Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan

Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan

Tekno | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:45 WIB

Danantara Gandeng Arm Limited, Indonesia Siap Jadi Produsen Chip!

Danantara Gandeng Arm Limited, Indonesia Siap Jadi Produsen Chip!

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:28 WIB

DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga

DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 08:02 WIB

Eros Djarot: Indonesia Terjebak Lingkaran Setan, Fondasi Bangsa Bobrok!

Eros Djarot: Indonesia Terjebak Lingkaran Setan, Fondasi Bangsa Bobrok!

News | Senin, 23 Februari 2026 | 19:13 WIB

Terkini

Speak Up soal Karhutla, Bare Minimum yang Bisa Dilakukan Para Influencer

Speak Up soal Karhutla, Bare Minimum yang Bisa Dilakukan Para Influencer

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Gunung Sibayak Ditutup Sebulan, Pemulihan Ekosistem Jadi Fokus

Gunung Sibayak Ditutup Sebulan, Pemulihan Ekosistem Jadi Fokus

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Anak Buah Bahlil Ungkap Biang Kerok Antrean BBM di Bali: Jangkar Kapal Tersangkut

Anak Buah Bahlil Ungkap Biang Kerok Antrean BBM di Bali: Jangkar Kapal Tersangkut

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Bersihkan Wajah Tanpa Bikin Kering, Ini 4 Micellar Water Low pH Terbaik

Bersihkan Wajah Tanpa Bikin Kering, Ini 4 Micellar Water Low pH Terbaik

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Cuaca Terik? Ini Warna Baju yang Sebaiknya Dihindari agar Tidak Makin Kepanasan

Cuaca Terik? Ini Warna Baju yang Sebaiknya Dihindari agar Tidak Makin Kepanasan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas, Bahas Khusus Jerat Hukum Karhutla

Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas, Bahas Khusus Jerat Hukum Karhutla

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Sambut 5 Abad Jakarta, FIA Rallycross World Cup 2026 Digelar 5-6 Desember di Ancol

Sambut 5 Abad Jakarta, FIA Rallycross World Cup 2026 Digelar 5-6 Desember di Ancol

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Setiap Hari? Ini Aturannya!

Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Setiap Hari? Ini Aturannya!

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:46 WIB

30 Tahun Karhutla Tak Beres, Pengamat Cemas Kesenjangan Pendidikan Daerah Kian Melebar

30 Tahun Karhutla Tak Beres, Pengamat Cemas Kesenjangan Pendidikan Daerah Kian Melebar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Jadwal dan Prediksi Liga Champions Malam Ini: 2 Laga Big Match Tersaji

Jadwal dan Prediksi Liga Champions Malam Ini: 2 Laga Big Match Tersaji

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45 WIB

×