Masa Depan yang Berubah
Tanpa adaptasi yang memadai, lahan yang cocok untuk menanam kopi diprediksi bisa berkurang hingga 50% pada tahun 2050. Para petani, yang mayoritas adalah petani kecil dengan lahan kurang dari 12 hektar, kini berada di garis depan perjuangan ini.
Namun, masih ada secercah harapan di tengah panas yang menyengat. Para petani kini mulai berpacu dengan waktu untuk beradaptasi, salah satunya melalui praktik pertanian berkelanjutan. Mereka menanam pohon peneduh yang disebut dengan shade-grown coffe untuk melindungi tanaman dari panas menyengat sekaligus menjaga keanekaragaman hayati. Kita harus berterima kasih pada mereka karena strategi ini bukan hanya tentang menyelamatkan rasa dalam cangkir kopi kita, meainkan juga menjaga ekosistem dan habitat satwa liar agar tetap lestari di dunia.
Krisis iklim bukan lagi prediksi masa depan. Dengan mendukung praktik pertanian yang tangguh iklim, berarti tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga memastikan aroma kopi tetap ada untuk generasi mendatang.
Penulis: Vicka Rumanti