Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri

Vania Rossa | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:50 WIB
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Suara.com/Bagaskara)
  • Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, mengkritik rencana impor 105.000 mobil niaga India oleh PT Agrinas karena bertentangan visi ekonomi domestik Presiden.
  • Impor mobil niaga tersebut berpotensi merugikan PDB Rp39,29 triliun serta mengancam industri otomotif dan lapangan kerja dalam negeri.
  • Said Abdullah mendesak rencana impor tersebut dibatalkan karena belanja APBN harus memberikan nilai tambah ekonomi bagi industri nasional dan masyarakat.

Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melontarkan kritik terhadap rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) yang akan mengimpor 105.000 unit mobil niaga dari India. 

Said menilai rencana yang menggunakan dana APBN tersebut sangat mengejutkan dan tidak sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi domestik.

Menurutnya, Presiden Prabowo kekinian tengah memprioritaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Ketahanan Desa Pangan Mandiri (KDPM) untuk membangkitkan ekonomi pedesaan. 

Ia menekankan bahwa setiap kebijakan belanja negara seharusnya diarahkan untuk memperkuat rantai pasok dalam negeri, bukan justru menguntungkan industri luar negeri.

"Rencana PT Agrinas mengimpor 105.000 mobil niaga dari India menandakan belum sepenuhnya memahami cara berpikir Presiden. Langkah ini justru memunggungi jalan penguatan industri nasional," tegas Said Abdullah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/2/2026).

Said memaparkan, sektor manufaktur Indonesia seharusnya menjadi tumpuan hilirisasi dan penyerapan tenaga kerja, terutama bagi lebih dari satu juta sarjana yang saat ini masih menganggur. 

Namun, rencana impor massal ini justru berpotensi memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Merujuk pada perhitungan dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Said membeberkan potensi kerugian ekonomi yang nyata, di antaranya:

  • Menggerus Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp39,29 triliun.
  • Menurunkan pendapatan masyarakat sebesar Rp39 triliun.
  • Memangkas surplus industri otomotif hingga Rp21,67 triliun.
  • Mengurangi pendapatan tenaga kerja di rantai pasok otomotif sebesar Rp17,39 triliun.
  • Menekan penerimaan pajak bersih hingga Rp240 miliar.

"Apakah PT Agrinas tidak ada komunikasi dengan pabrikan dalam negeri, semisal dengan Gaikindo? Pengadaan 105.000 unit ini hampir setara dengan total produksi mobil niaga kita sepanjang 2025. Jika dikerjakan di dalam negeri, ini akan menjadi stimulus besar bagi industri otomotif dan penciptaan lapangan kerja," lanjutnya.

Selain dampak makroekonomi, Said juga mempertanyakan efisiensi jangka panjang dari mobil asal India tersebut. 

Ia mengingatkan bahwa meskipun harga beli mungkin terlihat lebih murah, risiko terkait layanan purna jual (aftersales), ketersediaan suku cadang, hingga jangkauan bengkel resmi bisa membuat biaya operasional membengkak di masa depan.

Untuk itu, Said meminta agar setiap belanja barang dan jasa yang menggunakan uang rakyat harus diperhitungkan nilai tambah ekonominya bagi rakyat sendiri.

"Saya sangat menyayangkan uang APBN dibelanjakan tetapi tidak memberi nilai tambah ekonomi buat rakyat di dalam negeri. Lebih bijak langkah ini tak perlu lagi dipikir ulang, tapi harus dibatalkan," pungkasnya.

Untuk diketahui, langkah PT Agrinas Pangan Nusantara yang berencana mengimpor kendaraan operasional untuk Koperasi Merah Putih memicu gelombang kekecewaan. 

Kebijakan ini dinilai kontradiktif dengan upaya pemerintah yang tengah gencar memacu kemandirian industri otomotif nasional melalui penguatan produk dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap

Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:43 WIB

Dasco Hadang Impor 105 Ribu Mobil India, Pengamat: Selamatkan Buruh Otomotif dari PHK

Dasco Hadang Impor 105 Ribu Mobil India, Pengamat: Selamatkan Buruh Otomotif dari PHK

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 17:54 WIB

Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal

Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal

Otomotif | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:40 WIB

Terkini

Tolak Usulan JK, Jokowi: Ijazah Asli Sudah Pernah Dipamerkan, Biar Pengadilan yang Memutuskan!

Tolak Usulan JK, Jokowi: Ijazah Asli Sudah Pernah Dipamerkan, Biar Pengadilan yang Memutuskan!

News | Minggu, 12 April 2026 | 09:26 WIB

Detik-detik OTT Bupati Tulungagung: KPK Sita Sepatu Louis Vuitton hingga Duit Jatah Ratusan Juta!

Detik-detik OTT Bupati Tulungagung: KPK Sita Sepatu Louis Vuitton hingga Duit Jatah Ratusan Juta!

News | Minggu, 12 April 2026 | 08:52 WIB

KPK: Duit Perasan Rp2,7 Miliar Bupati Tulungagung Dipakai Beli Sepatu hingga Bayar THR Forkopimda!

KPK: Duit Perasan Rp2,7 Miliar Bupati Tulungagung Dipakai Beli Sepatu hingga Bayar THR Forkopimda!

News | Minggu, 12 April 2026 | 08:33 WIB

Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran

Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 08:20 WIB

Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel

Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel

News | Minggu, 12 April 2026 | 07:46 WIB

Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

News | Minggu, 12 April 2026 | 07:04 WIB

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:45 WIB

Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:26 WIB

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:09 WIB

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB