- Presiden Prabowo kembali ke Jakarta pada 27 Februari 2026 setelah agenda luar negeri termasuk KTT Board of Peace.
- Presiden menandatangani kesepakatan tarif resiprokal dengan AS, memberi tarif 0% untuk 1.819 produk Indonesia.
- Presiden juga membahas kemitraan teknologi di Inggris serta isu perdamaian Palestina dengan Yordania dan PEA.
Penekanan pada peran Yordania ini menjadi bagian penting dalam upaya diplomasi kemanusiaan Indonesia di kancah internasional, khususnya terkait akses logistik bagi warga terdampak konflik.
Selanjutnya pada Kamis (26/2) Presiden Prabowo berkunjung ke Uni Emirat Arab. Ia disambut oleh Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Presiden Prabowo untuk mempererat kemitraan strategis Indonesia dengan PEA yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha, serta Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P Santosa.
Dialog kemudian berlanjut dalam pertemuan yang diperluas (expanded meeting) untuk membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan kerja sama energi, investasi, hingga kemitraan ekonomi masa depan.
Pertemuan itu menegaskan komitmen kedua negara dalam memperdalam kolaborasi yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.
Rangkaian kunjungan ini menunjukkan intensitas diplomasi ekonomi dan politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Mulai dari pengamanan akses pasar di Amerika Serikat melalui penurunan tarif, penguasaan teknologi chip masa depan di Inggris, hingga penguatan peran perdamaian di Timur Tengah melalui Yordania dan Uni Emirat Arab.