Pemerintah AS Investigasi Kesepakatan Indonesia Terkait Tarif Baru 15 Persen

M Nurhadi

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:36 WIB
Pemerintah AS Investigasi Kesepakatan Indonesia Terkait Tarif Baru 15 Persen
Momen Donald Trump meminta Prabowo memegangi dokumen Board of Peace. (YouTube/ The White House)
baca 10 detik
  • USTR Jamieson Greer mengumumkan kenaikan tarif impor AS menjadi 15% atau lebih tinggi pada Rabu, 25 Februari 2026.
  • Amerika Serikat akan menginvestigasi Indonesia menggunakan Pasal 301 terkait subsidi dan kapasitas industri perikanan.
  • Pemerintah AS fokus pada Pasal 301 dan Pasal 232 sebagai dasar hukum kuat menghadapi potensi gugatan kebijakan tarif baru.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Perwakilan Perdagangan (USTR), Jamieson Greer, memberikan sinyal kuat mengenai eskalasi kebijakan proteksionisme mereka.

Dalam keterangannya pada Rabu (25/2/2026), Greer menyatakan bahwa tarif impor untuk beberapa negara mitra dagang akan dinaikkan dari 10% menjadi 15%, bahkan berpotensi lebih tinggi bagi negara-negara tertentu.

Meskipun Greer belum merinci negara mana saja yang akan terdampak kenaikan ini, ia menegaskan bahwa Gedung Putih tengah menyiapkan proklamasi resmi untuk menerapkan tarif sementara tersebut pada sektor-sektor yang dianggap tepat.

Dilansir via Reuters, satu poin krusial dalam pernyataan Greer adalah rencana penggunaan Pasal 301 dari UU Perdagangan 1974 sebagai instrumen utama pengganti tarif darurat yang sebelumnya dibatalkan Mahkamah Agung.

Investigasi ini akan menyasar negara-negara yang dianggap melakukan praktik dagang tidak adil, seperti subsidi berlebih, kelebihan kapasitas industri, hingga diskriminasi terhadap perusahaan teknologi AS.

Terkait hubungan dagang dengan Indonesia, Greer mengungkapkan hal-hal berikut:

  • Investasi Praktik Dagang: USTR akan membuka investigasi Pasal 301 terhadap Indonesia untuk memeriksa kapasitas industri dan subsidi di sektor perikanan.
  • Evaluasi Komitmen: Temuan investigasi ini akan dibandingkan dengan langkah-langkah yang diambil Indonesia dalam memenuhi kesepakatan dagang terbaru, di mana Indonesia sebelumnya telah setuju menerima tarif AS sebesar 19% dan membuka pasar bagi produk-produk Amerika.
  • Penentuan Tarif: Hasil dari penyelidikan ini nantinya akan menentukan tingkat tarif final yang akan diberlakukan terhadap produk-produk asal Indonesia.

Menariknya, di tengah rencana kenaikan tarif global, Greer menyatakan bahwa pemerintahan Trump tidak berniat menaikkan tarif barang-barang China melampaui level saat ini.

Hal ini dilakukan guna menjaga suasana kondusif menjelang rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke China dalam beberapa pekan ke depan.

Namun, isu kelebihan kapasitas industri tetap menjadi ganjalan. Greer menyebut bahwa banyak perusahaan China yang tidak menguntungkan tetap beroperasi berkat dukungan pemerintah, yang menjadi alasan kuat mengapa AS tetap mempertahankan tarif terhadap China, Vietnam, dan negara-negara lain dengan masalah serupa.

baca juga

Greer menyadari bahwa setiap kebijakan tarif baru akan menghadapi resistensi dari kepentingan asing, termasuk potensi gugatan hukum.

Oleh karena itu, pemerintah AS kini lebih fokus pada penggunaan Pasal 301 (fokus negara) dan Pasal 232 (keamanan nasional) yang secara historis memiliki dasar hukum lebih kuat di pengadilan.

Selain itu, ia menyebut Pasal 338 dari UU Tarif 1930 sebagai opsi tambahan yang masih berlaku. Aturan kuno ini memungkinkan AS mengenakan tarif hingga 50% terhadap negara yang terbukti melakukan diskriminasi terhadap perdagangan Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luis Estrella Ungkap Penyebab Hasil Buruk Timnas Futsal Putri Indonesia

Luis Estrella Ungkap Penyebab Hasil Buruk Timnas Futsal Putri Indonesia

Bola | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:15 WIB

Emil Audero dan Jay Idzes Saling Roasting Soal Pencapaian Karier

Emil Audero dan Jay Idzes Saling Roasting Soal Pencapaian Karier

Bola | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:13 WIB

Hitung-hitungan Timnas Futsal Putri Indonesia Lolos ke Semifinal AFF 2026

Hitung-hitungan Timnas Futsal Putri Indonesia Lolos ke Semifinal AFF 2026

Bola | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:09 WIB

Toyota Indonesia Dominasi Ekspor Otomotif Nasional Sepanjang 2025

Toyota Indonesia Dominasi Ekspor Otomotif Nasional Sepanjang 2025

Otomotif | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:59 WIB

Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika

Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:51 WIB

10 Pemain Keturunan Indonesia Eropa Berpeluang Perkuat Timnas Indonesia di Piala Dunia 2030

10 Pemain Keturunan Indonesia Eropa Berpeluang Perkuat Timnas Indonesia di Piala Dunia 2030

Bola | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

×