- Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI, kunjungi Ponpes Miftahul Ulum Jakarta Selatan pada Jumat (27/2) malam.
- Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk menjalin komunikasi dan meminta nasihat dari pimpinan pesantren setempat.
- Safari Ramadan PSI serentak di Indonesia sebagai upaya mempererat hubungan dengan para kiai dan ulama bangsa.
Suara.com - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan mengunjungi Pondok Pesantren Miftahul Ulum di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (27/2) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Kaesang menegaskan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi dan meminta nasihat dari kalangan pesantren.
Tiba sekitar pukul 20.45 WIB, Kaesang disambut langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, KH Muhiddin Ishaq. Selain memimpin pesantren, KH Muhiddin juga menjabat sebagai Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta.
Sejumlah pengurus PWNU DKI Jakarta, tokoh masyarakat, dan tokoh agama turut hadir dalam penyambutan tersebut.
Dalam sambutannya, Kaesang menyampaikan apresiasi atas nasihat dan masukan yang diberikan.
“Sekali lagi kami dari PSI mengucapkan terima kasih atas segala nasihat dan masukan. Izin, Pak Kyai, mungkin nanti kami bakal sering ke sini untuk minta nasihat lagi,” ujar Kaesang.
Usai bertemu pimpinan pesantren, Kaesang juga menyempatkan diri berinteraksi dengan ratusan santri. Suasana berlangsung hangat dan santai. Ia bahkan melempar sejumlah pertanyaan atau kuis yang disambut antusias para santri.
Momen tersebut menjadi bagian dari pendekatan dialogis PSI dengan kalangan pesantren, khususnya generasi muda santri.
Safari Ramadan ini tidak hanya dilakukan di Jakarta. Jajaran PSI di tingkat DPW, DPD, hingga DPP secara serentak melakukan kunjungan silaturahmi ke berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Pimpinan Ponpes Azziyadah Doakan Kaesang Pangarep Jadi Presiden
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan dengan kalangan pesantren.
“Kami melakukannya sebagai wujud penghormatan kepada para guru, kyai, dan ulama yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai moral bangsa,” kata Ahmad Ali di lokasi pertemuan.