Di Tengah Sunyi, Santri Tuli Ini Menghafal Al Quran dan Bermimpi Jadi Ustaz Dunia

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:15 WIB
Di Tengah Sunyi, Santri Tuli Ini Menghafal Al Quran dan Bermimpi Jadi Ustaz Dunia
Suasana Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ashom. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Ponpes Tunarungu Darul Ashom di Sleman, DIY, didirikan karena keresahan kurangnya pendidikan agama bagi santri tuli.
  • Santri seperti Ahmad belajar Al Quran menggunakan metode isyarat visual yang baku, mengikuti standar pengajaran dari Arab Saudi.
  • Pesantren ini bertujuan mempersiapkan santri tidak hanya mandiri secara keterampilan, tetapi juga menjadi pengajar agama bagi komunitas tuli.

Suara.com - Dalam keheningan yang paling dalam, jemari Ahmad (21) menari lincah di atas lembaran Al Quran berwarna. Ia mengeja firman Tuhan melalui isyarat yang tak bersuara.

Di sudut Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tenang, sunyi bukanlah kehampaan. Ia justru menjadi ruang di mana doa-doa dilambungkan tanpa kata.

Di Pondok Pesantren Tunarungu Darul Ashom, Ahmad duduk bersila, melantunkan ayat-ayat suci dengan keyakinan yang tumbuh perlahan sejak 2022.

Ahmad menjadi salah satu bukti hidup bahwa meski pendengaran ditangguhkan, cahaya Al Quran tetap mampu merasuk hingga ke relung jiwa.

Di sekelilingnya, para santri lain dengan balutan baju putih bersih larut dalam ritme yang sama. Sebuah harmoni tercipta di tengah kesunyian yang terasa magis.

Ia datang dari Bali tanpa bekal pelajaran agama. Sebelum masuk pesantren, Ahmad mengaku tak pernah benar-benar belajar tentang Islam. Namun di tempat itulah ia menemukan pintu yang selama ini tertutup.

“Enggak pernah, dulu nggak pernah belajar agama,” kata Ahmad melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh Pendiri sekaligus Pimpinan Ponpes Tunarungu Darul Ashom, Ustaz Abu Kahfi, saat ditemui, Jumat (20/2/2026).

Suasana Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ashom. (Suara.com/Hiskia)
Suasana Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ashom. (Suara.com/Hiskia)

Semangatnya tidak tumbuh secara instan. Ia pernah mengeja Al Quran dengan tertatih, pelan, huruf demi huruf.

Kini, ia telah menuntaskan tiga juz hafalan. Dua juz lebih dulu ia sempurnakan, dan perlahan hafalannya kian menguat.

baca juga

“Dulu saya baca Al Quran pelan-pelan, mengalami kesulitan sedikit demi sedikit, tapi bisa gampang sekarang,” jelasnya.

Perkembangan itu tak lepas dari ritme belajar yang teratur selama di pondok. Ahmad rutin mengaji, belajar mandiri, beristirahat di asrama, lalu melanjutkan ibadah dengan tahajud.

Bagi Ahmad, agama mungkin hadir sebagai penemuan yang terlambat. Namun kini, ia tak ingin lagi melepaskannya.

“Saya merasakan saya lebih banyak ilmu, saya lebih yakin pada Allah, bertambah yakin pada Allah. Sekarang saya mau belajar agama sampai saya meninggal,” ujarnya.

Lebih jauh, Ahmad menyimpan cita-cita yang melampaui batas pulau dan negara.

“Saya mau jadi Ustaz mengajarkan anak-anak tuli di negara-negara lain,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramadan di Ponpes Waria Al-Fatah: Mencari Tuhan di Tengah Stigma dan Sunyi

Ramadan di Ponpes Waria Al-Fatah: Mencari Tuhan di Tengah Stigma dan Sunyi

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:26 WIB

Bagikan 4.000 Porsi Tiap Hari, Mahasiswa UMY Rela Antre dari Jam 2 Siang Demi Takjil Drive Thru

Bagikan 4.000 Porsi Tiap Hari, Mahasiswa UMY Rela Antre dari Jam 2 Siang Demi Takjil Drive Thru

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:31 WIB

Tak Hanya Ngaji, Pesantren Diminta Bekali Kapasitas Tambahan Agar Santri Juga Siap Kerja

Tak Hanya Ngaji, Pesantren Diminta Bekali Kapasitas Tambahan Agar Santri Juga Siap Kerja

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 11:18 WIB

Terkini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

×