Siapa Mojtaba Khamenei? Sosok 'Penguasa Bayangan' Calon Pengganti Ali Khamenei di Iran

Vania Rossa

Senin, 02 Maret 2026 | 11:57 WIB
Siapa Mojtaba Khamenei? Sosok 'Penguasa Bayangan' Calon Pengganti Ali Khamenei di Iran
Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei. (X/@_GlobeObserver)
  • Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, wafat akibat serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
  • Putra keduanya, Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, muncul kandidat kuat suksesi karena pengaruhnya di militer dan Garda Revolusi.
  • Mojtaba memiliki reputasi garis keras, pernah disanksi AS, dan tantangan suksesi muncul karena ia bukan Ayatollah.

Suara.com - Dunia internasional kini tengah menahan napas. Pasca-wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2/2026), konstelasi politik Timur Tengah berada di ambang ketidakpastian.

Pertanyaan terbesar yang kini membayangi Republik Islam tersebut adalah: siapa yang akan menduduki takhta tertinggi di Teheran?

Di tengah kekosongan kekuasaan dan bayang-bayang perang terbuka, satu nama mencuat sebagai kandidat terkuat: Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua mendiang Ali Khamenei.

Meski nyaris tak pernah tampil di depan publik dan tidak memegang jabatan resmi pemerintahan, banyak pengamat intelijen dan politik Timur Tengah menyebutnya sebagai “penguasa bayangan” yang selama ini mengendalikan denyut nadi negara dari balik layar.

Profil Mojtaba Khamenei: “Raja Tanpa Mahkota” di Balik Layar Teheran

Lahir di kota suci Mashhad pada 8 September 1969, Mojtaba tumbuh besar dalam pusaran Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki Shah Iran.

Kehidupannya dibentuk oleh sistem teokrasi dan ideologi perlawanan yang diusung ayahnya.

Meski tidak masuk dalam struktur formal pemerintahan, Mojtaba diyakini telah lama mengambil peran penting dalam manajemen harian kantor kepemimpinan ayahnya. Ia disebut sebagai “penjaga gerbang” utama menuju Ali Khamenei.

Hampir seluruh keputusan strategis—mulai dari politik domestik, keamanan nasional, hingga penunjukan pejabat intelijen—disebut harus melewati lingkar pengaruhnya.

Karena peran vitalnya yang tertutup, analis Barat menjulukinya sebagai “Raja tanpa mahkota.”

Akar Kuat di Militer dan Garda Revolusi (IRGC)

Kekuatan Mojtaba tidak hanya bertumpu pada otoritas agama. Ia terjun langsung ke medan perang saat Perang Iran-Irak (1980–1988) dan bergabung dengan milisi Basij.

Pengalaman tersebut membentuk karakter militannya sekaligus mempererat hubungan dengan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Mojtaba diketahui memiliki relasi kuat dengan Pasukan Quds, unit elit yang mengelola operasi luar negeri Iran. Ia disebut terlibat dalam diskursus strategis kebijakan proksi Iran di Lebanon, Suriah, Yaman, hingga Palestina.

Kedekatannya dengan mendiang Qassem Soleimani menjadikannya figur yang disegani di kalangan militer. Dukungan faksi IRGC dinilai bisa menjadi faktor penentu dalam proses suksesi.

Reputasi Garis Keras dan Sanksi Internasional

Nama Mojtaba mulai menjadi sorotan global saat gelombang protes Pilpres 2009 (Gerakan Hijau) meletus. Ia dituding sebagai arsitek di balik represi milisi Basij terhadap demonstran oposisi.

Namanya kembali digaungkan dalam protes besar 2022 pasca-kematian Mahsa Amini. Di jalanan, sebagian demonstran menyebutnya sebagai simbol represi elit penguasa.

Pada 2019, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Selain dukungan militer, ia juga disebut memiliki pengaruh besar atas aset yang dikelola Setad, lembaga semi-negara Iran dengan nilai kekayaan mencapai puluhan miliar dolar.

Dinasti Baru atau Stabilitas Negara?

Meski memiliki jaringan kekuatan yang solid, jalan Mojtaba menjadi Rahbar (Pemimpin Tertinggi) tidak sepenuhnya mulus.

Secara keagamaan, ia menyandang gelar Hojjatoleslam—tingkat ulama menengah—bukan Ayatollah yang selama ini menjadi syarat tak tertulis bagi pemimpin tertinggi. Namun, akselerasi gelar dinilai bukan hal mustahil dalam sistem politik Iran.

Tantangan terbesar justru bersumber dari ideologi negara. Republik Islam Iran lahir dari semangat anti-monarki. Suksesi dari ayah ke anak berpotensi memicu resistensi publik dan penolakan ulama moderat karena dianggap sebagai bentuk monarki terselubung.

Namun, isu suksesi ini disebut bukan perkara mendadak. Majelis Ahli—badan beranggotakan 88 ulama yang berwenang memilih Pemimpin Tertinggi—dikabarkan telah menggelar pertemuan rahasia pada September 2024 atas permintaan Ali Khamenei untuk membahas skenario pasca-wafatnya Presiden Ebrahim Raisi.

Kini, dengan militer berada di garis depan menghadapi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat, stabilitas negara menjadi prioritas utama. IRGC diprediksi tidak akan mengambil risiko dengan figur yang belum teruji loyalitasnya.

Apakah Mojtaba Khamenei akan keluar dari bayang-bayang dan resmi memegang tampuk kekuasaan tertinggi Iran?

Keputusan Majelis Ahli dalam waktu dekat akan menentukan arah sejarah baru Republik Islam Iran.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlibat Perang dengan AS, Iran Kepikiran Mundur dari Piala Dunia 2026

Terlibat Perang dengan AS, Iran Kepikiran Mundur dari Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 11:21 WIB

Update Konflik Iran: Ayatollah Khamenei Gugur, China dan Rusia Gelar Pembicaraan Darurat

Update Konflik Iran: Ayatollah Khamenei Gugur, China dan Rusia Gelar Pembicaraan Darurat

News | Senin, 02 Maret 2026 | 10:58 WIB

Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 10:56 WIB

Terkini

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:28 WIB

Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan

Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:21 WIB

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:06 WIB

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:49 WIB

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:38 WIB

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:16 WIB

Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan

Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:02 WIB

Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:43 WIB

Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan

Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:29 WIB