Blak-blakan di Sidang, Ahok Cium Upaya 'Sembunyikan' Rugi Pengadaan LNG Pertamina ke Cucu Perusahaan

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Senin, 02 Maret 2026 | 13:57 WIB
Blak-blakan di Sidang, Ahok Cium Upaya 'Sembunyikan' Rugi Pengadaan LNG Pertamina ke Cucu Perusahaan
Mantan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat jadi saksi di PN Tipikor Jakarta. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Ahok bersaksi di Pengadilan Tipikor pada 2 Maret 2026 mengenai kejanggalan pengadaan LNG Pertamina 2013–2020.
  • Ditemukan Pertamina membeli LNG besar tanpa komitmen pembeli, menyebabkan potensi kerugian mencapai 300 juta dolar AS.
  • Ahok melaporkan temuan indikasi kecurangan kontrak LNG tersebut kepada Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti.

Suara.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membeberkan sejumlah kejanggalan dalam proses pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina (Persero) periode 2013-2020.

Mantan Komisaris Utama Pertamina tersebut hadir sebagai saksi untuk menjelaskan hasil pengawasannya terhadap enam kontrak pengadaan yang dinilai bermasalah, dalam sidang lanjutan kasus korupsi LNG di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Ahok menjelaskan bahwa salah satu tugas pokoknya saat menjabat adalah memastikan semua rencana kerja perusahaan berjalan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

"Pengawasan pertama tentu mengawasi rencana kerja anggaran perusahaan. Kira-kira memonitor termasuk mengawasi supaya semua peraturan terutama dalam anggaran dasar itu bisa dijalankan dengan baik," ujarnya.

Dalam kesaksiannya, Ahok mengaku terheran-heran saat mendapati adanya potensi kerugian besar dari penjualan LNG yang dipaparkan oleh jajaran direksi.

Ia menemukan fakta bahwa Pertamina melakukan kontrak pembelian LNG dalam jumlah besar, namun belum memiliki komitmen dari pembeli atau end user.

"Itu yang saya ingat. Lalu kami baru masuk, tentu heran, kenapa bisa rugi? Ternyata ada kontrak pembelian itu tidak ada kontrak pembelinya yang sudah komitmen," tegasnya.

Ahok membeberkan bahwa kerugian awal tercatat mencapai 100 juta dolar AS, dan diprediksi melonjak hingga 300 juta dolar AS karena kargo gas tersebut tidak memiliki pembeli.

Lebih jauh, ia menyoroti pengadaan gas yang bersifat material, namun dilakukan tanpa mengantongi izin dari Dewan Komisaris maupun Menteri BUMN.

baca juga

"Saya suatu hari tanya sama Dirutnya, kenapa Anda tanda tangan beli barang sedangkan pembeli belum komitmen? Katanya laporan dari bawah sudah komitmen, tapi pas di audit pemeriksa ternyata itu baru kajian," ungkap Ahok.

Selain masalah komitmen pembeli, Ahok juga mengkritik penggunaan Neraca Gas Indonesia yang tidak akurat sebagai dasar pengambilan keputusan pembelian.

Ia bahkan mencium adanya upaya pemindahan catatan kerugian ke anak atau cucu perusahaan Pertamina guna menyamarkan kondisi keuangan.

"Jadi, ruginya itu dipindahkan ke cicit perusahaan yang kami tentu susah monitor," jelasnya di hadapan hakim.

Atas temuan-temuan janggal tersebut, Ahok menyatakan bahwa pihak komisaris telah mengambil langkah tegas dengan melaporkan adanya indikasi kecurangan kepada aparat penegak hukum.

"Kami minta laporkan kepada Kejagung, untuk melaporkan bahwa terjadi ada tendensi fraud di dalam kontrak ini. Ada indikasi penyimpangan ya, itu hasil audit yang saya ingat," pungkas Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia: Iran Cuma Rp500 Perak, Pertamina Malah Naik

10 Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia: Iran Cuma Rp500 Perak, Pertamina Malah Naik

Otomotif | Senin, 02 Maret 2026 | 13:50 WIB

Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, Naik Semua per 1 Maret 2026

Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, Naik Semua per 1 Maret 2026

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 12:22 WIB

Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor

Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor

News | Senin, 02 Maret 2026 | 11:46 WIB

Minyak Dunia Bakal Mendidih Imbas Konflik Iran-AS, Harga BBM Pertamina Gimana?

Minyak Dunia Bakal Mendidih Imbas Konflik Iran-AS, Harga BBM Pertamina Gimana?

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 09:18 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×