Analis: Stok Pencegat Rudal AS Menipis, Kapal Perang dan Tanker di Selat Hormuz Jadi Incaran

Cesar Uji Tawakal | Suara.com

Senin, 02 Maret 2026 | 14:11 WIB
Analis: Stok Pencegat Rudal AS Menipis, Kapal Perang dan Tanker di Selat Hormuz Jadi Incaran
Ilustrasi tentara yang mengoperasikan interceptor rudal di perang Iran vs Israel dan AS. (Gemini AI)
  • Ketegangan Timur Tengah meningkat setelah serangan balasan Iran menyasar aset maritim vital di Selat Hormuz.
  • Stok rudal pencegat Amerika Serikat menipis drastis akibat fokus militer terbagi di berbagai konflik global.
  • IRGC Iran mengklaim telah menyerang tiga kapal tanker di Teluk Persia setelah kerusakan radar mahal AS di Bahrain.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kini memasuki babak baru yang lebih mengkhawatirkan bagi stabilitas global. Setelah gelombang serangan balasan Iran menghantam berbagai pangkalan militer, kini perhatian tertuju pada Selat Hormuz.

Jalur perdagangan energi paling vital di dunia ini menjadi saksi bisu kemarahan Teheran yang mulai menyasar aset maritim.

Situasi ini diperparah dengan laporan yang menyebutkan bahwa stok rudal pencegat milik Amerika Serikat (AS) mulai menipis drastis.

Krisis amunisi ini menjadi ganjalan besar bagi Washington. Berdasarkan analisis intelijen dan laporan pasar, persediaan rudal pencegat AS diprediksi bisa habis hanya dalam hitungan hari jika Iran terus melancarkan serangan udara secara intens.

Masalah utamanya adalah kebijakan luar negeri AS yang dinilai terlalu memaksakan diri di banyak titik konflik secara bersamaan.

Saat ini, militer AS terbagi fokusnya mulai dari urusan di Amerika Latin, perang proksi di Ukraina, ketegangan di Yaman, hingga persiapan konfrontasi dengan China di Asia-Pasifik.

Akibatnya, mereka tidak memiliki cukup stok amunisi untuk meladeni perang berkepanjangan dengan Iran.

"Sulit untuk mengatakan berapa lama persediaan AS dan Israel akan bertahan pada tingkat penggunaan saat ini (2-3 pencegat per rudal), namun persediaan tersebut sudah 'habis secara signifikan' bahkan sebelum putaran agresi terakhir dimulai," kata Brian Berletic, dikutip dari Sputnik Globe.

Beban biaya pertahanan ini pun sangat fantastis. Salah satu kerugian terbesar AS dalam serangan baru-baru ini adalah rusaknya kubah radar canggih di markas Armada ke-5 di Bahrain.

Aset ini merupakan komponen terpenting dan termahal dalam sistem pertahanan rudal AS yang ditaksir memiliki nilai lebih dari Rp 16,76 triliun.

Kehilangan radar senilai belasan triliun rupiah ini bukan hanya soal uang, tapi juga melumpuhkan kemampuan deteksi jarak jauh yang selama ini melindungi kepentingan Israel di kawasan tersebut.

Kapal perang jauh dari kata aman

Ilustrasi awak kapal induk yang sedang memandu pesawat lepas landas. (Gemini AI)
Ilustrasi awak kapal induk yang sedang memandu pesawat lepas landas. (Gemini AI)

Di lautan, situasi tidak kalah mencekam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah menyerang tiga kapal tanker milik Amerika Serikat dan Inggris di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Kapal-kapal tersebut dilaporkan terbakar hebat setelah dihantam rudal. Iran menegaskan bahwa setelah agresi AS dan Israel, semua aset serta kepentingan mereka di Timur Tengah telah menjadi target sah tanpa ada lagi batasan "garis merah".

Para ahli militer, termasuk mantan Kapten Angkatan Laut Rusia Vasily Dandykin, menilai bahwa setelah sukses menghantam pangkalan darat, langkah logis Iran selanjutnya adalah membidik kapal perang AS secara langsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Tingkatkan Serangan ke Lebanon Buntut Roket dan Drone Hizbullah

Israel Tingkatkan Serangan ke Lebanon Buntut Roket dan Drone Hizbullah

News | Senin, 02 Maret 2026 | 14:00 WIB

Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Aman Bila Terjadi Perang Dunia III, Kenapa?

Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Aman Bila Terjadi Perang Dunia III, Kenapa?

Entertainment | Senin, 02 Maret 2026 | 13:58 WIB

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Dihantam 4 Rudal Balistik Iran, Eskalasi Kian Memanas

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Dihantam 4 Rudal Balistik Iran, Eskalasi Kian Memanas

News | Senin, 02 Maret 2026 | 13:57 WIB

Misi Damai Prabowo untuk AS-Israel-Iran Dinilai Terlalu Ambisius

Misi Damai Prabowo untuk AS-Israel-Iran Dinilai Terlalu Ambisius

News | Senin, 02 Maret 2026 | 13:51 WIB

Tak Hanya Soal Nuklir, 5 Alasan Israel dan AS Nekat Gempur Iran Habis-habisan

Tak Hanya Soal Nuklir, 5 Alasan Israel dan AS Nekat Gempur Iran Habis-habisan

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 13:55 WIB

Terkini

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:39 WIB

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:33 WIB