- Militer Iran, melalui IRGC, mengklaim melancarkan empat rudal balistik terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk.
- Akibat serangan tersebut, kapal induk bertenaga nuklir AS dilaporkan bergerak menuju Samudra Hindia menjauhi area konflik.
- Serangan ini merupakan bagian dari Operasi True Promise 4, balasan atas serangan gabungan AS dan Israel sebelumnya.
Suara.com - Situasi keamanan di kawasan Teluk mencapai titik didih baru setelah muncul laporan mengenai pergerakan kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln.
Kantor Berita Rusia, TASS, melaporkan bahwa kapal induk bertenaga nuklir tersebut terpaksa meninggalkan area penempatannya di dekat perairan Iran.
Langkah ini diambil menyusul serangan masif yang dilancarkan oleh militer Iran menggunakan empat rudal balistik yang diklaim tepat sasaran.
Laporan dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyebutkan bahwa kapal induk kebanggaan Angkatan Laut AS tersebut kini tengah bergerak menuju Samudra Hindia untuk menjauh dari jangkauan serangan lebih lanjut.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah memberikan konfirmasi mengenai adanya serangan yang mengarah ke aset mereka.
Namun, pihak militer Amerika Serikat memberikan pernyataan kontradiktif dengan menyatakan bahwa kapal tersebut memang mendapat serangan tetapi menyatakan tidak terkena hantaman rudal secara langsung.
Klaim Serangan Empat Rudal Balistik IRGC
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran secara resmi mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik yang ditujukan langsung terhadap tubuh kapal induk USS Abraham Lincoln.
Dalam komunike operasional ketujuh yang dirilis pada 1 Maret, IRGC menyatakan keberhasilan mereka menghantam kapal induk kelas Nimitz tersebut dengan empat buah rudal balistik. Laporan ini pertama kali disiarkan oleh ILNA yang mengutip sumber dari Sepah News.
Baca Juga: Misi Damai Prabowo untuk AS-Israel-Iran Dinilai Terlalu Ambisius
Pihak Iran menegaskan bahwa serangan ini merupakan pesan serius bagi kehadiran militer asing di kawasan tersebut. Dalam pernyataan resminya, IRGC menekankan posisi mereka terhadap kekuatan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah tersebut.
“Serangan kuat oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap tubuh militer musuh yang telah kelelahan telah memasuki fase baru, dan darat serta laut akan menjadi kuburan yang semakin besar bagi para agresor teroris,” demikian pernyataan IRGC.
Operasi True Promise 4: Aksi Balasan Iran
Serangan terhadap USS Abraham Lincoln ini bukan merupakan insiden tunggal, melainkan bagian dari operasi militer yang lebih besar yang diberi nama Operasi True Promise 4.
Nama ini dipilih sebagai simbol kampanye balasan Iran atas peristiwa berdarah yang terjadi sebelumnya. Operasi ini dipicu oleh serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Serangan gabungan tersebut dilaporkan telah menewaskan tokoh-tokoh sentral di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer senior lainnya.