- Serangan udara terkoordinasi AS dan Israel pada 28 Februari 2026 menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan keluarga intinya.
- Tewasnya sejumlah pejabat tinggi, termasuk Mantan Presiden, Menteri Pertahanan, dan Panglima Tertinggi IRGC, menciptakan kekosongan kekuasaan masif.
- Peristiwa ini secara signifikan mengguncang peta kekuatan politik dan militer Republik Islam Iran serta berpotensi mengubah geopolitik kawasan.
Ia memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran selama satu dekade hingga 2023 dan sebelumnya pernah selamat dari dugaan target pembunuhan Israel pada Juni 2025.
6. Mohammad Shirazi (Penghubung Pertahanan Senior)
Shirazi mengepalai kantor militer Pemimpin Tertinggi sejak 1989. Ia menjadi jembatan komunikasi vital antara komandan angkatan bersenjata senior dan Ali Khamenei.
7. Hossein Jabal Amelian (Kepala SPND)
Amelian memimpin SPND, lembaga yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi canggih dan proyek senjata Iran, termasuk yang mencakup nuklir, biologi, dan kimia.
8. Reza Mozaffari-Nia (Mantan Kepala SPND)
Sebagai mantan kepala SPND, Mozaffari-Nia disebut memiliki peran besar dalam memajukan upaya pengembangan hulu ledak dan program senjata nuklir Teheran.
9. Salah Asadi (Pejabat Intelijen & Komando Darurat)
Asadi merupakan perwira senior di Staf Umum militer Iran. Ia dikenal sebagai figur strategis yang aktif merancang strategi dan rencana operasi Teheran dalam menghadapi aliansi AS dan Israel.
Serangan ini tidak hanya mengguncang struktur kepemimpinan Iran, tetapi juga berpotensi mengubah peta geopolitik kawasan Timur Tengah secara signifikan. Dengan banyaknya tokoh kunci yang gugur, masa depan stabilitas politik dan militer Teheran kini berada dalam ketidakpastian besar.
Reporter: Tsabita Aulia