Eskalasi Konflik US-Iran Diprediksi Panjang, Ekonom UGM Desak Pemerintah Evaluasi Program

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 02 Maret 2026 | 17:34 WIB
Eskalasi Konflik US-Iran Diprediksi Panjang, Ekonom UGM Desak Pemerintah Evaluasi Program
Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Rimawan Pradiptyo. (Suara.com/Hiskia)
  • Ekonom UGM, Rimawan Pradiptyo, mengingatkan pemerintah Indonesia waspada dampak konflik Timur Tengah yang diperkirakan berlangsung lama.
  • Konflik berkepanjangan berpotensi mengganggu suplai energi minyak dan sektor jasa keagamaan seperti bisnis haji dan umrah.
  • Pemerintah harus segera realokasi anggaran, prioritaskan kebutuhan mendesak, dan kurangi belanja program populis.

Suara.com - Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Rimawan Pradiptyo, memperingatkan pemerintah Indonesia untuk bersiap menghadapi dampak panjang dari eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menurutnya, wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei serta serangan balasan yang menyasar berbagai instalasi di negara-negara Teluk menandakan bahwa krisis ini tidak akan selesai dalam waktu singkat.

"Ini eskalasinya akan tinggi. Kalau kita lihat dari track record perang Irak-Iran itu negara yang bisa perang 10 tahun, harus diingat. Jadi ini, ini bukan hal yang sesimpel yang akan kita bayangkan," kata Rimawan ditemui di UGM, Senin (2/3/2026).

Rimawan melihat potensi gangguan suplai energi hingga sektor jasa keagamaan dapat menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi nasional.

"Ya salah satunya pasti masalah suplai minyak yang akan terganggu. Itu satu hal yang pasti. Kemudian juga tentunya bisnis haji, bisnis umrah dan lain sebagainya tentunya akan terpengaruh ya," tuturnya.

Terkait kebijakan energi, Rimawan menyoroti tantangan fiskal jika Indonesia harus mencari alternatif sumber minyak di luar Singapura dan Timur Tengah.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah untuk berani mengambil langkah ekstrem dalam mengelola anggaran negara. Mengingat penerimaan negara yang belum optimal.

Pemerintah didorong untuk memprioritaskan kebutuhan mendesak di atas agenda politik.

"Jadi harus dipikirkan yang harus kita pikirkan sekarang adalah kebijakan yang diperlukan itu apa sih sebenarnya? Bukan yang menjadi agenda politik. Kita sudah lupakan itu agenda janji politik di masa lalu seharusnya harus diganti karena situasinya sudah berbeda sekarang," tegasnya.

Rimawan menilai bahwa fenomena misalokasi sumber daya atau misallocation of resources masih menjadi persoalan serius di Indonesia.

Oleh karena itu, langkah realokasi anggaran menjadi sangat krusial terlebih dalam situasi perang sekarang. Sehingga program pemerintah lebih tepat sasaran di tengah ancaman kontraksi ekonomi global.

"Jadi yang harus dilakukan pemerintah itu justru mundur balik lihat situasinya kayak apa, evaluasi lagi atau kemudian kita mencoba merealokasi agar lebih tepat sasaran," ujarnya.

Terkait dengan program-program pemerintah yang perlu dievaluasi, Rimawan menyatakan masih sesuai dengan rekomendasi dari Aliansi Ekonom Indonesia beberapa waktu lalu.

Dalam hal ini yakni untuk perbaikan APBN dengan mengurangi porsi belanja program populis yang mencapai Rp 1.414 triliun atau sekitar 37,4 persen dari APBN 2026.

Adapun program-program yang disoroti untuk dikurangi porsinya meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, subsidi energi, hingga Koperasi Desa Merah Putih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Perang Total: Adu Rudal Israel-Hizbullah Pasca-Serangan Iran

Ancaman Perang Total: Adu Rudal Israel-Hizbullah Pasca-Serangan Iran

News | Senin, 02 Maret 2026 | 17:19 WIB

Iran Tutup Pintu Dialog, Ali Larijani Tegaskan Tak akan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat

Iran Tutup Pintu Dialog, Ali Larijani Tegaskan Tak akan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat

News | Senin, 02 Maret 2026 | 16:58 WIB

Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik Iran-AS, Pengamat UGM: Siapa yang Mau Percaya?

Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik Iran-AS, Pengamat UGM: Siapa yang Mau Percaya?

News | Senin, 02 Maret 2026 | 16:53 WIB

24 Jam Menegangkan! Cerita Eks Barcelona Berpacu dengan Waktu Tinggalkan Iran

24 Jam Menegangkan! Cerita Eks Barcelona Berpacu dengan Waktu Tinggalkan Iran

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 16:01 WIB

Lolos dari Maut, Pesawat Raisa Terbang 1 Jam Sebelum Bandara Dubai Dirudal

Lolos dari Maut, Pesawat Raisa Terbang 1 Jam Sebelum Bandara Dubai Dirudal

Entertainment | Senin, 02 Maret 2026 | 15:58 WIB

Stasiun Televisi Iran Diduga Diretas, Tiba-Tiba Muncul Donald Trump sedang Pidato

Stasiun Televisi Iran Diduga Diretas, Tiba-Tiba Muncul Donald Trump sedang Pidato

Entertainment | Senin, 02 Maret 2026 | 15:30 WIB

Trump Targetkan Perang Iran Selesai dalam 4 Minggu, Gunakan Model Venezuela Gulingkan Rezim

Trump Targetkan Perang Iran Selesai dalam 4 Minggu, Gunakan Model Venezuela Gulingkan Rezim

News | Senin, 02 Maret 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:06 WIB

Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer

Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:00 WIB

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:00 WIB

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:42 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:38 WIB

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:00 WIB