- Inggris, Prancis, dan Jerman menyatakan dukungan militer untuk AS menghadapi serangan balasan Iran di Timur Tengah.
- Iran melancarkan serangan balasan ke 27 pangkalan AS setelah serangan gabungan AS-Israel menewaskan Ayatollah Khamenei.
- Inggris mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya, sementara Prancis siap membela negara Teluk dari agresi Iran.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih menyusul pecahnya konflik terbuka antara koalisi Amerika Serikat (AS) - Israel dengan Iran.
Menyikapi situasi yang kian memburuk, tiga kekuatan utama Eropa; Inggris, Perancis, dan Jerman, secara resmi merapatkan barisan dan menyuarakan kesiapan mereka untuk membantu AS, termasuk mengambil tindakan militer langsung ke sumber serangan Iran.
Sikap tegas ketiga negara Eropa tersebut merupakan respons atas gelombang serangan balasan yang diluncurkan oleh Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Teheran diketahui membombardir 27 pangkalan militer AS di Timur Tengah serta sejumlah negara Arab, sebagai pembalasan atas serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Melalui pernyataan bersama, para pemimpin Inggris, Perancis, dan Jerman mengaku terkejut dengan manuver balasan Iran yang dinilai tidak proporsional dan menyerang negara-negara kawasan secara membabi buta.
"Serangan sembrono Iran telah menargetkan sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh wilayah," demikian bunyi pernyataan bersama ketiga negara tersebut, yang dikutip melalui AFP pada Selasa (3/3/2026).
Dalam komitmen tegaknya, poros Eropa ini tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah penyerangan berskala presisi guna melumpuhkan kekuatan Teheran dari akarnya.
"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di wilayah tersebut, berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan drone ke sumbernya," lanjut pernyataan gabungan tersebut.
Mereka juga menambahkan desakan keras agar mengehntikan serangan balasan.
"Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan serangan-serangan sembrono ini," tambahnya.
Inggris Buka Pangkalan Militer untuk AS
Di sisi lain, Inggris mengambil langkah taktis yang lebih konkret untuk mendukung operasi militer AS.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengonfirmasi bahwa pemerintahannya telah menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer Inggris di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini diambil atas dasar hukum internasional dan pertahanan diri kolektif guna menghentikan agresi rudal Iran.
"Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini guna mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat," ujarnya dikutip pada Selasa (3/3/2026).
Perancis Siap Turun Tangan Bela Negara Teluk
Sementara itu, Perancis menyoroti dampak serangan Iran yang meluas hingga ke negara-negara Teluk Arab.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan Paris tidak akan tinggal diam melihat mitra-mitra Arabnya diseret ke dalam pusaran konflik.
Terlebih, terdapat sekitar 400.000 warga negara Perancis yang saat ini berada di kawasan Teluk dan sekitarnya.
"Kepada negara-negara sahabat yang secara sengaja menjadi sasaran rudal dan drone Garda Revolusi (Iran) dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih-Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania-Prancis menyampaikan dukungan penuh dan solidaritas total," ungkap Barrot seperti dikutip dari AFP, pada Selasa (3/3/2026).
Barrot juga menegaskan komitmen militer negaranya jika situasi mendesak pertahanan kawasan.
"Prancis siap, sesuai dengan perjanjian yang mengikatnya dengan para mitra serta berdasarkan prinsip pembelaan diri kolektif dalam hukum internasional, untuk ambil bagian dalam pertahanan mereka," kata dia.
Perang terbuka yang telah terjadi itu bermula ketika AS dan Israel melancarkan operasi militer gabungan ke wilayah Iran.
Serangan tersebut tidak hanya memporak-porandakan sejumlah wilayah, tetapi juga menewaskan jajaran pejabat tinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu rentetan pembalasan skala besar dari Teheran ke seluruh penjuru Timur Tengah.
Reporter: Tsabita Aulia