Inggris, Perancis, dan Jerman Rapatkan Barisan, Siap Gempur Jantung Militer Iran Bersama AS

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 03 Maret 2026 | 11:46 WIB
Inggris, Perancis, dan Jerman Rapatkan Barisan, Siap Gempur Jantung Militer Iran Bersama AS
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. (ANTARA/Anadolu).
baca 10 detik
  • Inggris, Prancis, dan Jerman menyatakan dukungan militer untuk AS menghadapi serangan balasan Iran di Timur Tengah.
  • Iran melancarkan serangan balasan ke 27 pangkalan AS setelah serangan gabungan AS-Israel menewaskan Ayatollah Khamenei.
  • Inggris mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya, sementara Prancis siap membela negara Teluk dari agresi Iran.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih menyusul pecahnya konflik terbuka antara koalisi Amerika Serikat (AS) - Israel dengan Iran.

Menyikapi situasi yang kian memburuk, tiga kekuatan utama Eropa; Inggris, Perancis, dan Jerman, secara resmi merapatkan barisan dan menyuarakan kesiapan mereka untuk membantu AS, termasuk mengambil tindakan militer langsung ke sumber serangan Iran.

Sikap tegas ketiga negara Eropa tersebut merupakan respons atas gelombang serangan balasan yang diluncurkan oleh Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Teheran diketahui membombardir 27 pangkalan militer AS di Timur Tengah serta sejumlah negara Arab, sebagai pembalasan atas serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Melalui pernyataan bersama, para pemimpin Inggris, Perancis, dan Jerman mengaku terkejut dengan manuver balasan Iran yang dinilai tidak proporsional dan menyerang negara-negara kawasan secara membabi buta.

"Serangan sembrono Iran telah menargetkan sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh wilayah," demikian bunyi pernyataan bersama ketiga negara tersebut, yang dikutip melalui AFP pada Selasa (3/3/2026).

Dalam komitmen tegaknya, poros Eropa ini tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah penyerangan berskala presisi guna melumpuhkan kekuatan Teheran dari akarnya.

"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di wilayah tersebut, berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan drone ke sumbernya," lanjut pernyataan gabungan tersebut.

Mereka juga menambahkan desakan keras agar mengehntikan serangan balasan.

baca juga

"Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan serangan-serangan sembrono ini," tambahnya.

Inggris Buka Pangkalan Militer untuk AS

Di sisi lain, Inggris mengambil langkah taktis yang lebih konkret untuk mendukung operasi militer AS.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengonfirmasi bahwa pemerintahannya telah menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer Inggris di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini diambil atas dasar hukum internasional dan pertahanan diri kolektif guna menghentikan agresi rudal Iran.

"Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini guna mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat," ujarnya dikutip pada Selasa (3/3/2026).

Perancis Siap Turun Tangan Bela Negara Teluk

Sementara itu, Perancis menyoroti dampak serangan Iran yang meluas hingga ke negara-negara Teluk Arab.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan Paris tidak akan tinggal diam melihat mitra-mitra Arabnya diseret ke dalam pusaran konflik.

Terlebih, terdapat sekitar 400.000 warga negara Perancis yang saat ini berada di kawasan Teluk dan sekitarnya.

"Kepada negara-negara sahabat yang secara sengaja menjadi sasaran rudal dan drone Garda Revolusi (Iran) dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih-Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania-Prancis menyampaikan dukungan penuh dan solidaritas total," ungkap Barrot seperti dikutip dari AFP, pada Selasa (3/3/2026).

Barrot juga menegaskan komitmen militer negaranya jika situasi mendesak pertahanan kawasan.

"Prancis siap, sesuai dengan perjanjian yang mengikatnya dengan para mitra serta berdasarkan prinsip pembelaan diri kolektif dalam hukum internasional, untuk ambil bagian dalam pertahanan mereka," kata dia.

Perang terbuka yang telah terjadi itu bermula ketika AS dan Israel melancarkan operasi militer gabungan ke wilayah Iran.

Serangan tersebut tidak hanya memporak-porandakan sejumlah wilayah, tetapi juga menewaskan jajaran pejabat tinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu rentetan pembalasan skala besar dari Teheran ke seluruh penjuru Timur Tengah.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

20 Rekomendasi Film dan Serial Perang Iran vs AS-Israel, Ada Homeland

20 Rekomendasi Film dan Serial Perang Iran vs AS-Israel, Ada Homeland

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:56 WIB

Staf Trump Sebut Iran Tak Pernah Targetkan AS, Perang Jadi Upaya Pengalihan Isu?

Staf Trump Sebut Iran Tak Pernah Targetkan AS, Perang Jadi Upaya Pengalihan Isu?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:55 WIB

40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan

40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:53 WIB

Terkini

#AksiAsri Operasi Semut:  Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri

#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:04 WIB

#AksiAsri Operasi Semut Ajak Masyarakat Bergerak Bersama Mewujudkan Indonesia Asri

#AksiAsri Operasi Semut Ajak Masyarakat Bergerak Bersama Mewujudkan Indonesia Asri

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:03 WIB

Baru Dilantik, Sudaryono Langsung Pimpin Rapat Perdana di BGN

Baru Dilantik, Sudaryono Langsung Pimpin Rapat Perdana di BGN

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:02 WIB

Ketika Dunia Digital Mengubah Cara Jatuh Cinta Generasi Muda

Ketika Dunia Digital Mengubah Cara Jatuh Cinta Generasi Muda

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:00 WIB

Cegah Main Mata, Komjak Pasang Mata Awasi Kasus Korupsi Eks Jampidsus

Cegah Main Mata, Komjak Pasang Mata Awasi Kasus Korupsi Eks Jampidsus

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:59 WIB

Polda Metro Jaya Pastikan Panggil Hotman Paris usai PWI Serahkan Bukti

Polda Metro Jaya Pastikan Panggil Hotman Paris usai PWI Serahkan Bukti

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:49 WIB

Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian

Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:48 WIB

Bukalapak Bertransformasi: Bukan Lagi E-Commerce, Gaming Kini Sumbang Hampir 90 Persen Pendapatan

Bukalapak Bertransformasi: Bukan Lagi E-Commerce, Gaming Kini Sumbang Hampir 90 Persen Pendapatan

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:46 WIB

Cara Maksimalkan AI Kamera Samsung Galaxy S26, Hasilkan Foto Malam dan Video Jernih dengan Mudah

Cara Maksimalkan AI Kamera Samsung Galaxy S26, Hasilkan Foto Malam dan Video Jernih dengan Mudah

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Akan Temui Kepala BGN Bahas Efisiensi Anggaran MBG 2027

Purbaya Akan Temui Kepala BGN Bahas Efisiensi Anggaran MBG 2027

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:40 WIB

×